Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Selasa, 31 Mei 2011

Lirik Lagu Rohani Jeffray V Piring Karna Yesus Pe Cinta

Tumblr_ltahgzdxvz1qgg3boo1_500_large



Ini adalah.., Sebuah Lagu Rohani Cinta Versi Kristen yg berceritakan tentang kisah sebuah Percintaan yang penuh dengan lika-liku badai cinta. Di lirik dan lagu yang di nyanyikan oleh Jeffray V Piring ini mengisahkan tentang Pasangan Kekasih yg Mengalami Patah Hati (broken Heart) karena Kekasihnya selingkuh dengan orang lain, padahal dulu mereka saling mencintai dan mengasihi. Aw.., Aw…,

Hatinya Hancur, Gundah Gulana, dan Selalu Bersedih karena kekasihnya meninggalkan dia sendiri. Namun, Ia justru memilih Tuhan Yesus dan Terus Bersyukur akan Kasih Bapa dan terus tetap TaBah menghadapi Pergolakan Cinta yg menyakitkan ini. CintaNya ia serahkan penuh kepada Kasih Yesus. Dan, Lihatlah Apa yang terjadi..?? So, Yuk Kamu langsung aja lihat bagaimana ending akhir lagu ini di Video ini yah. Intinya sih, Kasih Cinta Yesus mampu menyelamatkan Hubungan yang Kandas Sekalipun jika menyerahkan seluruh percintaan kita pada Kasih Bapa. Enjoy This Song. GBU (RPW)

Lirik Lagu Rohani : Karna Yesus Pe Cinta – Jeffray V Piring 

Dulu kita kirana pe sayang
Cuma pa kita
ternyata ngana mendua hati
Tapi kita tetap terima pandangan apa adanya

Dulu kita tirai te pe sayang
Cuma pa kita
Ternyata ngana mendua hati
Tapi kita tetap terima pandangan apa adanya

Semua karena kasih Tuhan Yesus
Anapa kita
Wong kita boleh bertahan
Ini bukan kita pe kuat
Karna cinta Yesus pa orang
Orang harus bersyukur

Karna Yesus pe cinta
Karya Yesus pe sayang kita masih bersama

Dulu kita tirai te pe sayang
Cuma pa kita
Ternyata ngana mendua hati
Tapi kita tetap terima pandangan apa adanya

Semua karena kasih Tuhan Yesus
Anapa kita
Wong kita boleh bertahan
Ini bukan kita pe kuat
Karna cinta Yesus pa orang
Orang harus bersyukur

Karna Yesus pe cinta
Karya Yesus pe sayang kita masih bersama

Lirik Ini adalah Bahasa Daerah. 
Byk Kesalahan Kata-Kata. Send Perbaikan Ke : Afridfransisco(at)gmail.com



IDLOWONGANKERJA.COM

IDLOWONGANKERJA.COM


Lowongan Kerja Data Entry Jalatama Artha Berjangka

Posted:

Lowongan Kerja:

KUALIFIKASI :

1. Memahami sistem komputer

2. Detail dan teliti

3. Dapat bekerja secara ontime

4. Dapat dipercaya dan disiplin tinggi

5. Lebih disukai ibu Rumah Tangga, retirement, dan tidak aktif bekerja di perusahaan lain

How to apply:

KIRIMKAN APLIKASI, CV, FOTOCOPY KTP & PASS PHOTO ke alamat email : novi.3006@gmail.com ( IBU VITA ) atau menghubungi ke nomor 021-92398689


Lowongan Kerja Apoteker dan Asisten Apoteker Q-Medica

Posted:

Lowongan Kerja:

DICARI SEGERA

APOTEKER & ASS. APOTEKER

APOTEKER :

1. Pria / Wanita,

2. Mempunyai SP (Surat Penugasan)

3. Bersedia Ditempatkan di Kudus

ASSISTAN APOTEKER

1. Pria / Wanita,

2. Lulusan SMF (Mempunyai SIAA)

3. Bersedia Ditempatkan di Kudus

How to apply:

Lamaran di tujukan ke email : sukron@gmail.com

atau

Apotek Q-Medica

Ruko KAI Blok A3, Jl. A. Yani 125 Kudus

Informasi lebih Lanjut di Sukron 081381189329/0291 3333222


“Tender Online Terkesan Terburu-buru - Fajar”

“Tender Online Terkesan Terburu-buru - Fajar”


Tender Online Terkesan Terburu-buru - Fajar

Posted: 30 May 2011 08:47 PM PDT

[unable to retrieve full-text content]


Fajar

Tender Online Terkesan Terburu-buru
Fajar
Tapi ada kiat-kiat di dalamnya, misalnya mewawancarai orang yang sukses di bidang konstruksi seperti Pak Jusuf Kalla. Saya kutip pernyataan Pak JK waktu di istana wapres dulu, bahwa kesalahan orang sebenarnya kata beliau, begitu banyak uang langsung ...

and more »

“RAHASIA SUKSES BINSINS ONLINE”

“RAHASIA <b>SUKSES</b> BINSINS <b>ONLINE</b>”


RAHASIA <b>SUKSES</b> BINSINS <b>ONLINE</b>

Posted: 31 May 2011 08:17 AM PDT

Disclaimer: Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala penyalagunaan SMS. Seluruh konten dari website ini merupakan kontribusi dari para pemasang iklan. Isi iklan atau SMS merupakan tanggung jawab pemasang iklan. Karena itu dimohon untuk berhati-hati sebelum menindaklanjuti iklan & info yang Anda minati.

31 Mei 2011 16:22 | dibaca 10 kali

INFO PENTING..... RAHASIA SUKSES BISNIS ONLINE ADA DISINI.... HANYA BAGI YANG SERIUS ingin SUKSES BISNIS ONLINE. dapatkan cara MENEMUKAN, MEMULAI, MENGELOLA bisnis ONLINE ANDA DISINI...... http://www.suksesol.tk
email erosh1001@gmail.com

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: You Cannot Kill An Ideology With A Gun.

SKRIPSI IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BERBASIS WEB DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN

(KODE EKONMANJ-0057) : SKRIPSI IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BERBASIS WEB DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN




BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Penelitian
Era globalisasi yang ditandai dengan semakin cepatnya perkembangan ams informasi dan pertukaran informasi telah melahirkan fenomena bam pada manajemen di suatu organisasi. Informasi merupakan salah satu sumber daya yang sangat diperlukan dalam suatu organisasi. Menurut Agus Mulyanto (2009:12) informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya, sedangkan data merupakan sumber informasi yang menggambarkan suatu kejadian yang nyata. Untuk mendapatkan informasi tersebut perlu adanya sebuah sistem yang mengolah data menjadi sebuah informasi yang berharga. Sistem itu disebut dengan sistem informasi manajemen (management information sistem).
Sistem informasi manajemen merupakan suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan. Sistem Informasi Berbasis Web adalah suatu sistem penghasil informasi yang mendukung sekelompok manajer dengan memanfaatkan teknologi web (McLeod, Jr. 2001).
Menurut Agus Mulyanto (2009:32) Manusia mengambil peranan yang penting bagi sistem informasi manajemen. Manusia dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem informasi manajemen. Sumber daya manusia dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu pengguna akhir dan pakar sistem informasi manajemen.
Oleh karena itu, sebagai peran yang penting, sumber daya manusia harus disiapkan sedemikian rupa agar siap menghadapi kemajuan teknologi informasi dan dapat menjadi sumber daya yang unggul dan bermutu sesuai perkembangan jaman. Bermutu bukan hanya berarti pandai saja tetapi memenuhi semua syarat kualitas yang dituntut pekerjaan itu sehingga pekerjaan itu benar-benar dapat diselesaikan sesuai rencana (Sedarmayanti, 2001 : 17).
Suatu organisasi yang tidak memiliki sumber daya manusia berkualitas akan menuai kegagalan dalam mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan organisasi. Menurut Sudarmanto (2009:3) Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan bagi keberhasilan atau kegagalan organisasi dalam mencapai tujuan, baik itu organisasi publik atau private.
Untuk dapat mengetahui sejauh mana keberadaan peran, dan kontribusi sumber daya manusia dalam mencapai keberhasilan organisasi, tentu diperlukan pengukuran kinerja. Tanpa adanya evaluasi atau pengukuran kinerja dalam mencapai tujuan organisasi maka tidak dapat diketahui penyebab ataupun kendala-kendala kegagalan organisasi dalam mencapai tujuan. Akhir-akhir ini kinerja telah menjadi konsep yang sering dipakai orang dalam berbagai pembahasan dan pembicaraan, khususnya dalam kerangka mendorong keberhasilan organisasi atau sumber daya manusia. Terlebih, saat ini organisasi dihadapkan pada tantangan kompetensi yang tinggi; era kompetisi pasar global, kemajuan teknologi informasi, maupun tuntutan pelanggan atau pengguna jasa layanan yang semakin kritis. Organisasi yang berhasil dan efektif merupakan organisasi dengan individu yang didalamnya memiliki kinerja yang baik. (Sudarmanto, 2009:6).
Menurut Ambar Teguh Sulistiyani (2003 : 223) "Kinerja seseorang merupakan kombinasi dari kemampuan, usaha dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya".
Penggunaan teknologi informasi akan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Saat ini tidak hanya pada pemsahaan swasta akan tetapi juga pada instansi pemerintah. Teknologi informasi yang berbasis komputer ini akan berdampak pada aktivitas karyawan, memudahkan karyawan untuk tidak lagi melakukan tugas secara manual sehingga pekerjaan dapat terselesaikan secara efektif dan efisen.
X adalah institusi pendidikan yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Dalam pengelolaan dan pengembangannya, X menggunakan sistem informasi manajemen baik itu untuk kegiatan akademik maupun kegiatan non-akademik sebagai bentuk support dengan tujuan agar mahasiswa dan karyawan dapat menyelesaikan aktivitasnya secara efektif dan efisien.
Berdasarkan data dari Unit Sistem informasi manajemen (SISFO) X, diperoleh keterangan bahwa X sudah menggunakan sistem informasi manajemen sejak tahun 1994/1995 yang kemudian disempurnakan menjadi sistem informasi berbasis web sejak tahun 2002-saat ini . Saat ini pengelolaan dan pengembangan system informasi berada di unit SISFO X. System informasi dibangun berdasarkan analisis kebutuhan user, selanjutnya unit SISFO membuat dan melakukan konfirmasi serta testing kepada user yang bersangkutan. Proses sosialisasi biasanya dilakukan dengan mengadakan workshop langsung ke user hanya ruang lingkupnya terbatas, tidak langsung ke semua pegawai, misalnya via atasan (bisa kabag atau kaur).
Berdasarkan pengamatan penulis, wawancara dengan Kabag SISFO dan data dari unit SDM, dengan adanya dukungan berupa sistem informasi manajemen bagi suatu individu dalam menjalankan kegiatan operasionalnya di suatu organisasi/perusahaan tentu akan berdampakjuga terhadap kinerja individu tersebut karena sistem informasi manajemen erat kaitannya dengan keberadaan pekerjaan yang mereka lakukan sebagai salah satu faktor penunjang kerja seorang individu. Jika sistem informasi manajemen tersebut mendukung keberadaan pekerjaan yang mereka lakukan maka kinerja individu tersebut tentu akan bagus namun bila sistem informasi manajemen tersebut menjadi penghambat keberadaan pekerjaan yang mereka lakukan maka kinerja individu tersebut tentu akan menjadi buruk. Sering terjadinya error pada sistem apabila server penuh/sibuk atau konfigurasi dengan komputer tidak tepat, sehingga pekerjaan yang menggunakan sistem informasi manajemen harus tertunda sampai error atau kesalahan tersebut diperbaiki dan terbatasnya ruang lingkup sosialisasi dan informasi mengenai implementasi sistem informasi manajemen perusahaan tentu akan membuat penggunaan sistem informasi manajemen oleh karyawan menjadi tidak optimal yang kemudian akan menjadi penghambat keberadaan pekerjaan, seperti kita lihat pada grafik bahwa adanya kecenderungan penurunan drastis nilai kinerja pada level kinerja baik sekali (PI) dari tahun 2005-2008.
Menurut Tb. Sjafri Mangkuprawira (2009:159) ketertinggalan terjadi ketika seorang karyawan tidak lagi memiliki pengetahuan atau kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan yang penuh tantangan dengan sukses. Dalam perubahan yang cepat di bidang teknis tinggi, seperti keteknikan dan komputerisasi administrasi, ketertinggalan dapat terjadi dengan cepat. Ketertinggalan bisa jadi sebagai hasil dari kegagalan seseorang untuk mengadaptasikan dirinya pada teknologi baru, prosedur baru, dan perubahan-perubahan lainnya. Dengan dilakukannya penelitian terhadap sistem informasi manajemen berbasis web dan kinerja karyawan, maka akan didapatkan informasi mengenai kedua variable tersebut terhadap objek penelitian.
Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai implementasi sistem informasi manajemen berbasis web dan kinerja karyawan dengan judul : "Implementasi Sistem Informasi Manajemen Berbasis Web Dampaknya terhadap Kinerja Karyawan pada X"

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah
1.2.1. Identifikasi Masalah
1. Tidak konsisten dan terbatasnya sosialisasi penggunaan sistem informasi manajemen berbasis web, sosialisasi hanya dilakukan kepada Kabag atau Kaur saja.
2. Sering terjadinya error pada sistem apabila server penuh/sibuk, konfigurasi dengan komputer tidak tepat yang menyebabkan pekerjaan yang menggunakan sistem informasi manajemen berbasis web harus tertunda sampai error atau kesalahan tersebut diperbaiki.
1.2.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana tanggapan karyawan mengenai implementasi sistem informasi manajemen berbasis web yang digunakan di X.
2. Bagaimana kinerja karyawan di X.
3. Seberapa besar implementasi sistem informasi manajemen berbasis web berdampak terhadap kinerja karyawan.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
1.3.1. Maksud Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan untuk diolah, dianalisis, dan diinterpretasikan, sehingga dapat memperoleh kesimpulan terhadap masalah yang diteliti dalam hal ini untuk mengetahui hasil implementasi sistem informasi manajemen berbasis web dampaknya terhadap kinerja karyawan pada X
1.3.2. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui tanggapan karyawan mengenai sistem informasi manajemen berbasis web yang digunakan di X.
2. Untuk mengetahui kinerja karyawan di X.
3. Untuk mengetahui seberapa besar dampaknya implementasi sistem informasi manajemen terhadap kinerja karyawan.

1.4 Kegunaan Penelitian
1.4.1. Kegunaan Akademis
Dalam kegunaan akademis ini diharapkan dapat berguna bagi :
1. Pengembangan Ilmu Manajemen
Diharapkan dapat memberi pengetahuan tentang ilmu pengetahuan manajemen spesialisasi Manajemen Sumber Daya Manusia tentang keterkaitan antara implementasi Sistem informasi manajemen dampaknya terhadap kinerja karyawan.
2. Penulis
- Memberi pengetahuan mengenai implementasi Sistem informasi manajemen dampaknya terhadap kinerja karyawan, dan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh nilai skripsi program studi manajemen sumber daya manusia.
- Membandingkan antara ilmu pengetahuan dan teori-teori mengenai sistem informasi manajemen dan manajemen sumber daya manusia yang telah dipelajari dengan yang terjadi di dunia nyata.
3. Penulis lainnya
- Memberi informasi kepada peneliti lain yang ingin mengkaji dalam bidang yang sama mengenai implementasi Sistem informasi manajemen dampaknya terhadap kinerja karyawan
- Memberi informasi kepada peneliti lain yang ingin mengkaji atau membuat sistem informasi manajemen sesuai kebutuhan perusahaan.
1.4.2. Kegunaan Praktis
Penelitian ini diharapkan berguna bagi :
1. Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu informasi kepada X dalam upaya pengembangan kinerja karyawan melalui Sistem informasi manajemen.
2. Karyawan
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu informasi tentang pentingnya implementasi Sistem informasi manajemen dampaknya terhadap kinerja karyawan.

Senin, 30 Mei 2011

Skripsi : Faktor Faktor yang Mempengaruhi Konsumen dalam Memilih Coffeeshop di Yogyakarta

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Akibat perkembangan jaman dan krisis ekonomi  yang terjadi di Indonesia, membuat gaya hidup seseorang untuk mencari suatu hiburan menjadi  berubah. Waktu mereka habis hanya untuk bekerja  menghidupi keluarga sehingga waktu untuk mencari hiburan sudah hampir tidak ada. Hadirnya fenomena ini membuat para pengusaha mencium peluang bisnis yang menjanjikan, sehingga munculah banyak coffee shop atau kafe yang menawarkan konsep one stop shopping pengunjung dapat memperoleh keinginannya sekaligus dalam satu tempat misalnya pengunjung dapat menikmati hiburan yang disediakan di coffeeshop atau kafe tersebut sambil menikmati hidangan yang disediakan sekaligus sambil bekerja dengan memanfaatkan fasilitas hotspot atau wifi yang kini banyak ditawarkan di coffeeshop atau kafe-kafe di kota-kota wilayah industri atau kota-kota dimana banyak kelas menengah berada dalam hal ini termasuk pelajar dan mahasiswa. Menurut Frans M.Royan  munculnya kafe di berbagai kota besar rupanya tidak hanya menguntungkan si pemilik kafe dan pencari kerja, hadirnya kafe juga melahirkan fenomena sosial dan budaya baru. Kafe bukan lagi sekedar tempat untuk minum teh, kopi dan menyantap makanan ringan sembari melepas kejenuhan dan melewatkan waktu, para pencinta kafe yang rutin berkunjung ke kafe-kafe, melihat ada banyak peluang dan manfaat yang dapat mereka dapatkan saat berkunjung ke kafe mereka menjadikan kafe sebagai tempat berkumpul, bersosialisasi, berkencan, bertukar pikiran, memperluas jaringan, berbisnis dll (Royan, 2004)  ini dibuktikan dengan beberapa coffee shop atau kafe  khususnya yang ada di Yogyakarta, coffeeshop atau kafe saat ini bersaing untuk menawarkan berbagai macam fasilitas, berbagai ragam makanan serta kualitas coffee shop yang selalu diperbaiki untuk mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya agar lebih unggul dari .coffeeshop atau kafe yang lain. Banyak coffeeshop di Yogyakarta yang   memberikan fasilitas-fasilitas seperti free hot spot, tempat yang nyaman untuk bertemu kolega dan juga banyak coffee shop yang lengkap dengan perpustakaan mini di sudut coffee shop. Sedangkan dari segi makanan atau hidangan, coffee shop atau kafe yang ada di Yogyakarta saat ini banyak yang menawarkan makanan atau minuman dengan harga terjangkau tetapi cukup memuaskan para pelanggannya. Sehingga konsumen yang datang  tidak hanya bisa menikmati minuman atau hidangan yang telah dipesannya tetapi bisa browsing internet atau membaca buku di kafe tersebut dengan nyaman.
Pengertian coffeeshop yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah suatu tempat yang menyediakan makanan dan minuman ringan disertai dengan hiburan-hiburan seperti live music ataupun pertunjukan pertunjukan lainnya serta dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang memadai. Hal ini didukung dengan definisi yang dikemukakan dalam situs wikipedia,yang mendefinisikan coffeeshop atau kafe adalah: suatu tempat yang mempunyai karakteristik gabungan dari bar dengan rumah makan atau restoran, tetapi dalam hal ini coffeeshop atau kafe banyak menyediakan minuman ringan seperti teh ataupun kopi dan juga makanan ringan tetapi ada juga sebagian kafe yang menyediakan minuman beralkohol (diambil dari situs http://en.wikipedia.org/wiki/Coffee_shop). Definisi coffeeshop yang lain adalah menurut keputusan walikota Surakarta no 11 tahun 2001 pasal 1 adalah: Usaha komersil yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan pelayanan makanan dan minuman ringan disertai fasilitas dengan pemain tunggal atau tape recorder dan tanpa tempat melantai atau menari, diperuntukkan bagi orang yang berumur diatas 17 tahun. (Walikota Surakarta, 2001:3). Definisi-definisi tersebut diatas dapat menjadi acuan peneliti dalam membatasi coffeshop atau kafe seperti apa yang akan diteliti oleh peneliti. Dalam penelitian tentang “Faktor Faktor yang Mempengaruhi Konsumen dalam Memilih Coffeeshop di Yogyakarta”

1.2. Rumusan Masalah Penelitian
Karena semakin banyaknya coffeeshop atau kafe yang didirikan di Yogyakarta yang menawarkan fasilitas yang lengkap,lokasi yang memadai  serta keunggulan-keunggulan lain yang diberikan oleh coffee shop kepada konsumennya maka penulis ingin meneliti tentang:
1.      Seberapa besar pengaruh Atribut atau faktor-faktor seperti lokasi, biaya, suasana, fasilitas yang ditawarkan, serta makanan dan minuman terhadap keputusan konsumen dalam memilih coffee shop atau kafe di Yogyakarta?
2.      Faktor apakah yang paling dominan terhadap pengaruh keputusan konsumen dalam memilih coffee shop di Yogyakarta?



E 013 : PERANAN SALURAN DISTRIBUSI TERHADAP HASIL PENJUALAN TINTA CETAK PT. CEMANI – TOKA JAKARTA

BAB I

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang Masalah
Suatu perusahaan memproduksi barang adalah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan sekaligus bertjuan mendapatkan laba. Dan supaya produksinya harus menjadi kebutuhan dan disenangi oleh konsumen. Maka produk harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Hal ini menimbulkan masalah pemasaran.
Bagaimanakah kita dapat menyesuaikan produk dengan kebutuhand an keinginan konsumen, dapat melalui dua jalan yaitu lewat riset pemasaran dan riset tehnis. Dari riset pemasaran dapat ditemukan ciri – ciri produk yang dinginkan konsumen dari riset tehnis didapat produk – produk yang diciptakan oleh perusahaan setelah memperhatikan syarat – syarat tehnis kemudian dipasarkan oleh bagian pemasaran.
Sekali perusahaan telah mengambil keputusan untuk memasarkan produksinya maka harus diputuskan pula factor – factor marketing mix yang lain yaitu :
a.       Produk      : Bagaimana cara pengelolaan dan pengembangan produk yang baik untuk dipasarkan di perusahaan sehingga disenangi konsumen.
b.      Harga        :  Berapa harga produk yang akan dijual sehingga dapat terbeli oleh konsumen dan sekaligus menghasilkan laba bagi perusahaan.
c.       Distribusi :    Dimana dan melalui distribusi bagaimana produk itu akan dijual.
d.      Promosi   :    Bagaimana memperkenalkan produk tersebut sehingga dpat diketahui oleh konsumen.
Keempat factor bauran pemasaran tersebut satu sama lain saling berhubungan dan saling menunjang karena pangambilan keputusan dibidang pemasaran hampir selalu berkaitan dengan variabel – variabel marketing mix. Oleh karena itu marketing mix ini sangat penting dan dapat dipakai sebagai alat pemasaran praktis. Ahli pemasaran harus pandai menggabungkan bauran pemasaran menjadis atu ramuan yang tepat sehingga produknya dapat terjual dan memberikan laba bagi perusahaan.
Produk yang tepat harganyapun tepat belum menjamin perusahaan akan mencapai sasaranya. Perusahaan harus pula menguasai distribusi yang tepat artinya ia harus menyalurkan produknya lewat saluran distribusi yang tepat, ia harus memiliki sediaan yang cukup dan angkutan yang tepat. Dengan demiian kemungkinkan terjualnya produk menjadi lebih besar.
PT. Cemani Toka adalah perusahaan patungan terbesar di Indonesia dalam rangka pemasaran Modal Asing yang bergerak dibidang produksi tinta cetak. Patungan antara Pemerintah DKI Jakarta dengan Toko Shikiso Chemicel Industry di Jepang. Produksi tinta cetak adalah merupakan bahan pokok bagi perusahaan – perusahaan percetakan. Perusahaan –perusahaan percetakan di Indonesia menurut data dari Departemen Penerangan Ri tahun 1984 berjumlah 3925 buah yang tersebar diseluruh kota besar maupun kecil di negeri ini (vide lampiran I). Tinta cetak dibutuhkan untuk mencetak berbagai macam media cetak seperti surat kabar, majalah-majalah, buku – buku, kalender, poster-poster, juga untuk mencetak kaleng – kaleng makanan, minyak pertamina, kaleng cat, bahkan pembungkus cengkeh maupun rokok putih, pembungkus sabuh, mentega dan sebagainya yang kesemuanya ini semula tintayanya masih diimpor dari luar Negeri, tetapi pada wkatu ini sudah dapat dipenuhi oleh produksi dalam Negeri.
Dari jumlah percetakan yang ada saat ini, diperlukan konsumsi tinta cetak sebesar 6.242 ton per tahun (bori Pusat statistic tahun 1984). Dari jumlah kebutuhan itu 45% diantaranya dipenuhi produk yang dibuat oleh PT. Cemani Toka. Adapun sisanya dicukupi oleh perusahaan – perusahaan tinta cetak yang lain. Dai segi market share saja dapat dilihat bahwa PT. Cemani Toka merupakan pabrik terbesar dibidang tinta cetak di Indonesia. Mengingat beberapa hal antara lain :
-          Bahwa produk tinta cetak memegang peranan penting dalam perangkat cetak – mencetak yang sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia yang sedang membangun dalam rangka mencerdaskan bangsa (media cetak buku – buku ilmu pengetahuan, surat – surat kabar, majalah – majalah dan sebagainya).
-          Bahwa dari sekian banyak perusahaan tinta cetak yang ada di Negeri ini, PT. Cemani Toka aalah yang terbesar market sharenya, maka dipilih PT. Cemani Toka sebagai obyek penyelidikan dalam penyusun skripsi ini.
Sebagai perusahaan besar PT. Cemani Toka tentunya juga tak luput dari segala macam problem termasuk masalah – masalah pemasarannya, khususnya yaitu saluran distribusinya.
Factor – factor marketing mix yang satu tidak dapat dipisahkan dari yang lain karena kekempat variabel itu saling berkaitan dan berpengaruh. Namun karena ingin mengetahui lebih lanjut tetang factor yang satu ini yaitu saluran distribusi di mana PT. Cemani Toka dalam kenyataanya telah mengambil bagian pasar tinta cetak cukup besar dari produksi nasional yang ada maka suatu halyang sangat menarik untuk mengetahui dimana letak kelebihan – kelebihannya sekaligus kekurangan – kekuarangannya ditinjau dari segi strategi pemasarannya.

B.     Pokok – Pokok Masalah
Untuk lebih meningkatkan kegiatan dan memeprlancar arus barang dan jasa dari produsen kepda konsumen maka kegiatan saluran distribusi merupakan salah satu usaha yang dapat dijalankan oleh perusahaan dalam usahanya untuk memperluas penyebaran produknya agar dapat diperoleh volume penjualan yang meningkat.
Sedangkan untuk mencapai volume penjualan tersebut banyak ditemui hambatan – hambatan antara lain :
-          Persaingan harga dengan tinta – tinta merk lain
-          Penerobasan penjualan agen kedaerah – daerah yang bukan wilayahnya.
-          Pengadaan barang yang kadang – kadang kurang tepat pada waktunya (jarak antara pabrik agen jauh) terutama untuk produk – produk baru.

C.     Rumusan Masalah
 Berpijak pada masalah yang penulis maksudkan yaitu sesuatu yang menjadi kesulitan/persoalan sehingga seorang ingin mengetahui didalamnya maka yang menjadi pokok permasalahan yang dihadapi perusahaan antara lain yaitu : “Apakah saluran distribusi yang digunakan PT. Cemani Toka sudah sesuai dan tepat atau belum guna menunjang tercapainya tujuan perusahaan”
Dimana hal tersebut dapat dilihat dengan membandingkan biaya distribusi yang digunakan dengan volume penjualan yang dicapai.


DAFTAR PUSTAKA

Anto Dayan, Pengantar Metode statistic Deskriptif, penerbit LP3ES Jakarta, cetakan pertama tahun 1973
Basu Swastha DH, Azas – azas Marketing Penerbit Liberty Yogjakarta tahun 1979
__________, Saluran Pemasaran Edisi Kedua, Penerbit Fakultas Ekonomi UGM Yogjakarta Tahun 1979.
Pangykim dan Hasil, Marketing Suatu Pengantar, PT. Pembagunan Copy Right tahun 1958
Radiosunu, Manajemen Pemasaran Suatu Pendekatan Analisis Edisi Pertama Penerbitan Fakultas Ekonomi Yogjakarta thun 1983
Soetrisno Hadi, Methologie Penelitian Ekonomi Penerbitan Fakultas Psychologi UGM Yogyakarta Edisi XII jilid II tahun 1969
Winarno Surachmad, Pengantar Penyeledikan Jumlah Dasar dan meode Penerbit Jemmare Bandung tahun 1967

Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085 725 363 887

 JUDUL-JUDUL SKRIPSI EKONOMI LAINNYA 


E 009 : ANALISIS KEBIJAKSANAAN PENGADAN DAN PERSEDIAN BAHAN BAKU PADA UNIT SPINNING II P.T. DN LIRIS SURAKARTA

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Dewasa ini kemajuan teknologi bertambahnya penduduk sangatlah dirasakan sehingga menyebabkan lajunya perkembangan industry/perusahaan serta semakin banyak pula perusahaan yang menjadi besar, terutama bidang industri  sandang, maka semakin banyak masalah yang dihadapi oleh seorang pimpinan perusahaan, salah satu diantaranya ialah masalah penyediaan bahan baku.
Masalah penyediaan bahan baku, memerlukan kebijaksanaan tersendiri, sebab hal ini sangatlah menunjang kelancaran proses produksi dan tingkat laba yang akan diperoleh suatu perusahaan. Adapun yang dimaksud dengan penyediaan bahan baku di sini adalah bagaimana usaha seorang pimpinan perusahaan untuk memperoleh bahan baku yang dibutuhkan tepat pada waktunya, serta mempunyai kwalitas yang baik dengan harga seminimal mungkin, dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan proses produksi pada waktu mendatang. Sehubungan dengan hal ini maka sudah seharusnyalah apabila seorang pimpinan perusahaan mengetahui dan memperhitungkan faktor-faktor yang akan mempengaruhi persediaan bahan baku yang antara lain :
1.      Volume yang dibutuhkan untuk melindungi jalannya perusahaan terhadap gangguan kehabisan persediaan yang akan dapat menghambat atau mengganggu jalannya proses produksi
2.      Besarnya pembelian bahan baku setiap kali pembelian untuk mendapatkan biaya pembelian yang minimal.
3.      Estimasi tentang fluktuasi dari padfa harga bahan baku yang bersangkutan diwaktu-waktu yang akan datang
4.      Peraturan-peraturan pemerintah yang menyangkut persediaan material
5.      Harga pembelian dari pada bahan mentah
6.      Biaya penyimpanan dan resiko penyimpanan di gudang
7.      Tingkat kecepatan material menjadi rusak atau turun kwalitasnya.
Ketujuh faktor tersebut dapat dijadikan titik tolah untuk menentukan besar kecilnya persediaan bahan baku karena tanpa memperhatikan hal tersebut di atas, maka kebijaksanaan akan bahan baku akan mengalami kepincangan dan tidak mendpatkan hasil yang memuaskan.
“PT. DAN LIRIS” unti spinning II Surakarta memproduksi bermacam-macam jenis benang di mana masa sekarang ini sangat diperlukan untuk mencukupi kebutuhan tuhan pakaian, maka pimpinan “PT. DAN LIRIS” tersebut harus mengusahakan agar proses produksinya dapat berjalan lancar serta dapat mencapai target yang diinginkan.
Untuk itu kebijaksanaan pimpinan dalam menetapkan persediaan bahan baku yang tepat, sangat diperlukan demi terjaminnya kontinuitas produksi dan mengurangi biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan dalam hal penyediaan bahan baku.

B.     Perumusan Masalah
Mengingat faktor produksi, bahan baku mempunyai peranan yang sangat penting bagi kelangsungan jalannya proses produksi serta bilamana penyediaan bahan baku terganggu akan menghambat pula kontunuitas produksi pada suatu perusahaan. Oleh karena itu masalah penyediaan bahan baku merupakan faktor yang dominan.
Sehubungan dengan hal itu, yang menjadi pokok masalah adalah :
1.      Bagaimana menentukan jumlah pembelian bahan baku yang optimal dengan biaya yang seminimal mungkin serta frekuensi pembelian yang menguntungkan di dalam satu periode.
2.      Bagaimana menentukan besarnya persediaan bahan baku minimal yang harus ada dalam gudang perusahaan
3.      Bagaimana menentukan kebijaksanaan waktu yang paling tepat untuk mengadakan pesanan kembali agar kontinuitas produksi lebih terjamin.


DAFTAR PUSTAKA

Agus Ahyari, Management Produksi II. Edisi III bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi UGM. Tahun 1983.
__________, Efisiensi Persediaan Bahan. Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi UGM, Yogyakarta, 1981.
Bambang Riyanto, Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yayasan Badan Penerbit Gajah Mada, Yogyakarta
Sofyan Asasuri, Management Produksi, Edisi Ke III, Lembaga penerbit fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.1978
Sukanto, M, Com dan Indriyo, Management Produksi. Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 1978
Sutrisno Hadi, Metodologi Research Jilid II, cetakan ke lima, Yayasan Penerbitn Fakultas Psikologi, Univeristas Gajah Mada, Yogyakarta, 1980
Winarna Surahmad, Prof. Moc, Sd, Dasar dan Teknik Research. Bandung, CV Tarsito, 1982.


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085 725 363 887

 JUDUL-JUDUL SKRIPSI EKONOMI LAINNYA 


John Waller - As For Me and My House




Wah wah.., lagu rohani yg Keren dan oh banget deh dari John Waller. Nah, mungkin buat kamu mungkin dulu udah pernah dengerin lagu rohani cinta versi Kristen dari john waller yang berjudul While I’m waiting. Kerenkan.!! Nah, kali ini masih dgn tema cinta versi Kristen yg sama. John Waller merilis Lagu rohani lagi yang berjudul : As For Me and My House.

Berbeda dgn lagunya yg terdahulu. Jika dulu lagunya hanya fokus bagaimana cara Tuhan memulihkan hubungan cinta yang kandas (Perceraian). Kini, Lagu yg berjudul As For Me and My House lebih banyak menekankan ke semua aspek, mulai dari perselingkuhan, pornografi, perceraian, broken home, bahkan hingga narkoba. So, Enjoy This. Dan Lihatlah Tuhan mampu memulihkan kita, baik itu dari Perselingkuhan, Narkoba dan Lainnya. Tuhan mampu menyelesaikannya Indah Pada Waktunya jika kita berserah dan menerima Dia sebagai Tuhan dan JuruSelamat kita. I Like This Song. Dan Aku Juga Terus Belajar dgn Banyak Orang dan Penyembah Tuhan. Yuk, Sama-Sama Kita Belajar tuk lepas dari Pornografi, Perselingkuhan, Alkoholic Narkoba dan lain-lainnya. Thanks Jesus. Your Are My Lord. GBU (ReW)

Lirik Lagu Rohani : As For Me and My House – John Waller 

I'm done 
Building my own kingdom
No more
Seeking worthless idols

Like sheep we have all gone astray
We must choose this day
Whom we will serve

As for me and my house
We will serve the Lord
We will serve the Lord
Idols raised, tear them down
Cause we will serve the Lord
We will serve the Lord
To one king we bow down
As for me and my house
We will only serve the Lord

I'm done
With powerless religion
No more
Living in deception

As for me and my house
We will serve the Lord
We will serve the Lord
Idols raised, tear them down
Cause we will serve the Lord
We will serve the Lord
To one king we bow down
As for me and my house
We will only serve the Lord

We will cross over Jordan
We will claim what you promised
We will not give our hearts to another
Will not give our hearts to another
We belong to the Lord
We will not give our hearts to another
Will not give our hearts to another
We will only serve the Lord



PTK SD 41 = Pd 445 : Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas III SD Negeri Surokidul 01 Kabupaten Tegal Pokok Bahasan Penjumlahan Dan Pengurangan Bentuk Soal Cerita Melalui Metode Polya.

ABSTRAK

xxxxxxxxxx, Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas III SD Negeri Surokidul 01 Kabupaten Tegal Pokok Bahasan Penjumlahan Dan Pengurangan Bentuk Soal Cerita Melalui Metode Polya.
Berdasarkan pengamatan peneliti sebagai guru kelas III, bahwa hasil ulangan pada pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan terutama berbentuk soal cerita, siswa yang mengalami kesulitan sebanyak 65% dari 40 siswa, yaitu hasil belajar yang masih dibawah rata-rata (kurang dari lima) yaitu 4,7. Dengan kata lain kesulitan belajar dalam menyelesaikan soal cerita baik pada proses pengerjaan maupun pada hasil yang dicapai belum menunjukkan hasil sesuai dengan apa yang diharapkan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah dengan menggunakan metode Polya dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada Pokok Bahasan Penjumlahan dan Pengurangan di kelas III semester I SD Negeri Surokidul 01 Kabupaten Tegal”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada Pokok Bahasan Penjumlahan dan Pengurangan dengan menggunakan metode Polya di kelas III semester I SD Negeri Surokidul 01 Kabupaten Tegal”.
Penelitian dilaksanakan di kelas III SD Negeri Surokidul 01, sebanyak tiga siklus. Setiap siklus kegiatan penelitian meliputi perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian adalah 40 siswa, metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan dan tes hasil belajar setiap akhir siklus, indikator keberhasilan secara individual yaitu mencapai nilai 7,5 dan klasikal yang mencapai nilai 7,5 sebanyak 75% lebih dikatakan berhasil.
Hasil-hasil penelitian ini adalah bahwa dengan menggunakan langkahlangkah Polya, kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita dapat ditingkatkan, peningkatan kemampuan siswa siklus I dengan rata-rata 5,7 menjadi 6,8 pada akhir siklus II dan akhir siklus III meningkat menjadi 8,5. Partisipasi siswa dalam KBM Matematika yang aktif pada siklus I sebesar 54.36%, pada siklus II menjadi 76.1% dan siklus III mencapai 92%, Daya serap siswa pada akhir siklus III yang mendapat nilai 7,5 ke atas sebesar 92 % dikatakan tuntas belajar.
Simpulan hasil penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode Polya prestasi belajar siswa dapat ditingkatkan. Saran yang perlu disampaikan kaitannya hasil penelitian ini adalah Pembelajaran cara menyelesaikan pengerjaan hitung campuran dalam bentuk soal cerita guru disarankan untuk menggunakan metode Polya.



Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085 725 363 887




PTK SD 040 : Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VI Dengan Model Pembelajaran Quantum Teaching Sekolah Dasar Negeri 1 Kwarasan, 2009

ABSTRAK

xxxxxxxxxxx. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VI Dengan Model Pembelajaran Quantum Teaching Sekolah Dasar Negeri 1 Kwarasan, 2009.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tuntutan peningkatan kualitas satuan pendidikan pasca kebijakan desentralisasi pendidikan yang dikembangkan di Indonesia. Model Quantum Teaching merupakan model pembelajaran modern baru yang memiliki berbagai kelebihan yang menguntungkan proses pembelajaran.  Penelitian bertujuan untuk: 1) Mengetahui proses pelaksanaan model pembelajaran Quantum Teaching untuk siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri 01 Kwarasan pada bidang studi IPA, 2) Mengetahui prestasi belajar siswa kelas VI Sekolah Dasar Negeri 01 Kwarasan selama proses pelaksanaan model pembelajaran Quantum Teaching.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang menggunakan prosedur dua siklus. Metode penelitian adalah kuantitatif yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah signifikansi peningkatan prestasi siswa dalam pelaksanaan model QuantumTeacing. Metode kuantitatif yang digunakan adalah dengan statistik uji t (t-test). Pengambilan data dilakukan dengan populatif sampling yaitu menjadikan semua anggota populasi sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi,dan test pengukuran prestasi belajar siswa.
Hasil penelitian adalah: 1) Pelaksanaan quantum teaching dilakukan dengan langkah-langkah a) Penerapan asas TANDUR, b) Pelaksanan prinsip AMBAK, c) mengorkestrasi konteks yang dilakukan dengan (1) Menciptakan suasana memberdayakan dan (2) Menciptakan lingkungan yang mendukung, d) Mengorkestrasi rancangan yang dilakukan dengan (1) Optimalisasi modalitas V-A-K, dan (2) segmentasi materi, e) Mengorkestrasi isi yang dilakukan dengan           (1) Presentasi yang prima dan (2) Fasilitasi yang elegan; 2) Terdapat peningkatan prestasi belajar yang signifikan pada signifikansi 5% dibandingkan dengan saat dilaksanakannya pembelajaran dengan model ekspositori. Hal ini ditunjukkan dengan nilai t hasil perhitungan dengan t-test sebesar 16,673 yang lebih besar dari niali t tabel yaitu sebesar 2,45.

Kata Kunci: prestasi belajar, model  Quantum Teaching.


DAFTAR PUSTAKA

DePorter, Bobbi dan Mike Hernacki. 1999. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: KAIFA.
---------------. 2000. Quantum Business: Membiasakan Bisnis secara Etis dan Sehat. Bandung: KAIFA.
DePorter, Bobbi, Mark Reardon, dan Sarah Singer-Nourie. 2001. Quantum Teaching: Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. Bandung: KAIFA.
Dryden, Gordon dan Jeanette Vos. 1999. The Learning Revolution: To Change the Way the World Learns. Selandia Baru: The Learning Web.
E. Mulyasa. 2007. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosda.
Maknum, H.A. Syamsudin. 2005. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Meier, Dave. 2000. The Accelerated Learning Handbook. New York: McGraw-Hill.
Mudhofir. 1987. Teknologi Instruksional. Bandung: Remadja Karya.
Purwanto, M. Ngalim. 1998. Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Psychemate. 2007. Quantum Teaching. www.psychemate.blogspot.com  (diakses 26 Desember 2007).
Tilaar. 2004. Paradigma Baru Pendidikan Nasional.  Jakarta: Rineka Cipta.
Silberman, Melvin L. 1996. Active Learning: 101 Step to Teach Any Subject. Massachusetts: A Simon and Schuster Company.
Skinner (1958), Teaching and Learning Theory. NewYork: McGraw Hill. Inc.
Sumarni, Siti. 2007. Reorientasi Paradigma Pembelajaran. www.pikiran-rakyat.com (diakses pada 26 Desember 2007).
Sudjana. 2002. Metode Statistik. Bandung: Tarsito.

Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085 725 363 887



>