Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Rabu, 18 Mei 2011

manajemen personalia Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas kehutanan Dan Perkebunan Kabupaten Aceh Timur

/ On : 00.55/ Thank you for visiting my small blog here.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Suatu Instansi Pemerintahan akan meningkat kinerjanya bila adanya kerjasama dan hubungan yang baik antara pimpinan dan Pegawainya. Karena dengan meningkatkan kinerja pegawai otomatis akan meningkatkan kinerja Instansi Pemerintahan Tersebut. Dan pegawainya pun sebaiknya diperlakukan seperti rekan kerja dan bukan sebagai buruh semata.
Persoalan pegawai yang terkadang dibuat seperti buruh-buruh yang fasilitas dan pelayanan kurang diperhatikan oleh para pimpinannya. Dan tidak adanya hubungan dan kerjasama yang baik antar mereka. Persoalan ini tidak hanya terjadi di negara-negara yang sedang berkembang tetapi dinegara majupun persoalan tersebut juga ada. tetapi dari penyebabnya saja yang berbeda. Salah satu penyebab ketidakpuasan pegawai adalah sistem upah, hal ini sering terjadi di Indonesia khususnya.
Ketidakpuasan para pegawai ini menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dan dapat merugikan Instansi Pemerintahan yang bersangkutan. Misalnya; adanya aksi mogok kerja, kemangkiran pegawai meningkat, turunnya kinerja pegawai dan lain-lain. Yang pada akhirnya akan menurunkan kinerja Instansi Pemerintahan itu sendiri. Maka, para pimpinan sebaiknya mengerti apa yang dibutuhkan para pegawai dan mengetahui keinginan-keinginan apa yang membuat pegawai puas dan meningkatkan kinerjanya,.sehingga tujuan kerjanya tercapai. Dengan Demikian para pegawai tidak melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya dikerjakan.
Seperti apa yang ditulis oleh Edwin B. Flippo dalam bukunya Manajemen Personalia jilid 2 (1989:116) merinci mengenai keinginan-keinginan pegawai. antara lain; upah, keterjaminan pekerjaan, teman-teman kerja yang menyenangkan, penghargaan atas pekerjaan yang dilakukan, pekerjaan yang berarti, kesempatan untuk maju, kondisi kerja yang nyaman, aman dan menarik, kepemimpinan yang mampu dan adil, perintah dan arahan yang masuk akal dan suatu organisasi yang relevan secara sosial.
Dan sedikit untuk mengetahui kepuasan kerja yang merupakan hal yang bersifat individu dan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda, salah satu definisi kepuasan kerja yang dikutip oleh Moh. As'ad dalam buku "Psikologi lndustri"(2000:104) Joseph Tiffin, kepuasan kerja adalah sikap pegawai terhadap pekerjaan, situasi kerja, kerjasama diantara pimpinan dan sesama pegawai.
Dan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja antara lain; (a) faktor psikologik, merupakan faktor yang berhubungan dengan
kejiwaan pegawai yang meliputi minat, ketenteraman dalam kerja, sikap terhadap
kerja, bakat, dan keterampilan; (b) faktor sosial, merupakan faktor yang berhubungan
dengan interaksi sosial baik sesama pegawai, dengan atasannya, maupun pegawai yang berbeda jenis pekerjaannya; (c) faktor fisik, merupakan faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik lingkungan kerja dan kondisi fisik pegawai, meliputi. Jenis pekerjaan, pengaturan waktu kerja dan waktu istirahat, perlengkapan kerja, keadaan ruangan, suhu penerangan, pertukaran udara, kondisi kesehatan pegawai, umur, dan sebagainya; (d) faktor finansial, merupakan faktor yang berhubungan dengan jaminan serta kesejahteraan pegawai yang meliputi sistem dan besarnya gaji, jaminan sosial, macam-macam tunjangan, fasilitas yang diberikan, promosi, dan sebagainya.
Persoalannya adalah bagaimanakah pengaruh faktor kepuasan, yaitu: gaji, kepemimpinan, dan sikap rekan sekerja terhadap kinerja pegawai yang terjadi Pada Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Kabupaten Aceh Timur. Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan diatas, maka penulis berniat untuk mengadakan penelitian dengan judul :
"Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas kehutanan Dan Perkebunan Kabupaten Aceh Timur”



1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan Latar belakang masalah diatas, maka dapat dirumuskan Permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimana kepuasan kerja Pegawai ?
2. Bagaimana pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja Pegawai Pada Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Kabupten Aceh Timur
3.Diantara faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja, faktor mana yang paling mempengaruhi kinerja Pegawai Pada Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Kabupaten Aceh Timur
Berdasarkan Permasalahan diatas, maka penulis menganalisa masalah tersebut dengan judul skripsi “Pengaruh Faktor – Faktor Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Kabupaten Aceh Timur”
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun Tujuan Penelitian yang ingin dicapai dengan penelitian ini adalah “Untuk mengetahui Pengaruh Faktor – Faktor Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Kabupaten Aceh Timur.”
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun Manfa`at penelitian ini sebagai berikut :
1.Untuk membantu dalam memberikan informasi mengenai faktor faktor kepuasan kerja karyawan yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan yang dapat membantu para pimpinan mengambil kebijakan untuk berusaha memenuhi keinginan-keinginan dan faktor-faktor kepuasan kerja pegawai agar terjadi peningkatan kinerja pegawai dan sekaligus kinerja Instansi Pemerintahan itu sendiri.
2.Sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana Ekonomi pada Universitas Samudra Langsa
3. Agar dapat lebih memahami dan mencoba untuk menerapkan ilmu yang pernah penulis terima untuk mempraktekkannya langsung ke lapangan kerja, khususnya bagi mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia.
BAB II
2.1. Landasan Teoritis
2.1.1 Pengertian Kepuasan Kerja
Aktivitas hidup manusia beraneka ragam dan salah satu bentuk dari segala aktivitas yang ada adalah bekerja. Bekerja memiliki arti melaksanakan suatu tugas yang diakhiri dengan buah karya yang dapat dinikmati oleh manusia yang bersangkutan (Moh. As'ad.1987: 45). Hal ini didorong oleh keinginan manusia untuk memenuhi adanya kebutuhan yang harus dipenuhi.
Namun manusia sepertinya tidak pernah puas dengan apa yang didapat, seperti gaji yang tinggi dan sebagainya. Karena itu salah satu tugas manajer personalia adalah harus dapat menyesuaikan antara keinginan para karyawan dengan tujuan dari perusahaan. Walau kepuasan kerja pada dasarnya merupakan suatu cara pandang seseorang. baik yang bersifat positif maupun bersifat negatif tentang pekerjaannya (Sondang P. Siagian, 1996:295).
Dalam kutipan Moh. As'ad yang terdapat pada buku Psikologi Industri"(2000:104), Joseph Tiffin mendefinisikan kepuasan kerja adalah sikap pegawai terhadap pekerjaan, situasi kerja, kerjasama diantara pimpinan dan sesama pimpiunannya. Dan pendapat M.L Blum yang dikutip oleh Moh. As'ad dalam buku "Psikologi lndustri"(2000:102) mendefinisikan kepuasan kerja adalah suatu sikap yang umum sebagai hasil dari berbagai sifat khusus individu terhadap faktor kerja, karakteristik individu dan hubungan sosial individu di luar pekerjaan itu sendiri. Dari berbagai pendapat para ahli di atas maka dapat diambil kesimpulan Bahwa kepuasan kerja merupakan sikap positif yang menyangkut penyesuaian pegawai terhadap faktor-faktor yang, mempengaruhinya.


2.1.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja

Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja, meliputi :

a. Faktor Kepuasan Finansial, yaitu terpenuhinya keinginan pegawai terhadap kebutuhan finansial yang diterimanya untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari sehingga kepuasan kerja bagi pegawai dapat terpenuhi. Hal ini meliputi; system dan besarnya gaji, jaminan sosial, macam-macam tunjangan, fasilitas yang diberikan serta promosi (Moh. As’ad,1987: 118).


b. Faktor Kepuasan Fisik, yaitu faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik lingkungan kerja dan kondisi fisik pegawai. Hal ini meliputi; jenis pekerjaan, pengaturan waktu kerja dan istirahat, perlengkapan kerja, keadaan ruangan/suhu, penerangan, pertukaran udara, kondisi kesehatan karyawan dan umur (Moh. As'ad,1987:117).

c. Faktor Kepuasan Sosial, yaitu faktor yang berhubungan dengan interaksi sosial baik antara sesama pegawai dengan atasannya maupun pegawai yang berbeda jenis pekerjaannya. Hal ini meliputi; rekan kerja yang kompak, pimpinan yang adil dan bijaksana, serta pengarahan dan perintah yang wajar (Drs.Heidjrachman dan Drs. Suad Husnan.1986: 194- 195).

d. Faktor Kepuasan Psikologi, yaitu faktor yang berhubungan dengan
kejiwaan karyawan. Hal ini meliputi; minat, ketentraman dalam bekerja,
sikap terhadap kerja, bakat dan keterampilan (Moh.As'ad,1987: 11.7).
Dari definisi faktor-faktor diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa faktor-faktor tersebut mempengaruhi kepuasan kerja yang memiliki peran yang penting bagi Instansi Pemerintahan dalam memilih dan menempatkan pegawai dalam pekerjaannya dan sebagai partner usahanya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau sepantasnya dilakukan..

2.1.3. Fungsi-fungsi kepuasan kerja
Menurut George Strauss dan Leonard R. Sayles "Personnel: The Human Problems of Management'"' (1980: 5-6), kepuasan kerja penting untuk aktualisasi diri. Karyawan yang tidak memperoleh kepuasan kerja tidak akan pernah untuk mencapai kematangan psikologis dan akan menjadi frustasi yang menyebabkan karyawan akan senang melamun, mempunyai semangat kerja rendah, cepat lelah atau bosan, emosi tidak stabil, sering absen dan mengakibatkan turunnya kinerja karyawan dan sebaliknya. Oleh karena itu kepuasan kerja mempunyai arti yang penting, baik bagi karyawan maupun perusahaan terutama karena menciptakan keadaan positif dalam lingkungan kerja (Hani Handoko, 1987: 145-146).

2.1.4 Pengukuran kepuasan kerja
Pengukuran kepuasan kerja sangat bervariasi. informasi yang didapat dari kepuasan kerja ini bisa melalui tanya jawab secara perorangan, dengan angket ataupun dengan pertemuan suatu kelompok kerja. Kalau menggunakan tanya jawab sebagai alatnya, maka pegawai diminta untuk merumuskan tentang perasaannya terhadap aspek-aspek pekerjaan. Cara lain adalah dengan mengamati sikap dan tingkah laku orang tersebut (Moh. As'ad,1987: 111).
Didalam pengukuran kepuasan kerja, metode yang digunakan adalah dengan membuat kuesioner yang berhubungan dengan masalah kepuasan kerja yang meliputi faktor finansial, faktor fisik, faktor sosial dan faktor psikologi, yang kemudian disebar pada responden untuk dijawab atau diisi sesuai keadaan yang sebenarnya Pengertian


Kinerja Karyawan Dalam buku yang berjudul :"Manajemen Sumber Daya Manusia" (1995:327), menurut Henry Simamora kinerja karyawan adalah tingkat terhadap mana para karyawan mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaan.


I. Penilaian Kinerja Karyawan Yang dimaksud dengan sistem penilaian kinerja ialah proses yang mengukur kinerja karyawan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja karyawan adalah :

1. karakteristik situasi,
2. deskripsi pekerjaan, spesifikasi pekerjaan dan standar kinerja pekerjaan,
3. tujuan-tujuan penilaian kinerja,
4. sikap para pegawai dan manajer terhadap evaluasi

a. Tujuan Penilaian Kinerja

Tujuan diadakannya penilaian kinerja bagi para pegawai dapat kita
ketahui dibagi menjadi dua, yaitu:

1) Tujuan evaluasi
Seorang pimpinan menilai kinerja dari masalalu seorang pegawai dengan menggunakan ratings deskriptif untuk menilai kinerja dan dengan data tersebut berguna dalam keputusan-keputusan promosi. demosi, terminasi dan kompensasi.
2) Tujuan pengembangan
Seorang pimpinan mencoba untuk meningkatkan kinerja seorang pegawai dimasa yang akan dating Sedangkan tujuan pokok dari si stem penilaian kinerja pegawai adalah: sesuatu yang menghasilkan informasi yang akurat dan valid berkenaan dengan prilaku dan kinerja anggota organisasi atau Instansi Pemerintah tersebut.


b. Manfaat penilaian kinerja pegawai
Pada umumnya orang-orang yang berkecimpung dalam manajemen sumber daya manusia sependapat bahwa penilaian ini merupakan bagian penting dari seluruh proses kekaryaan pegawai yang bersangkutan. Hal ini penting juga bagi Instansi Pemerintahan dimana pegawai tersebut bekerja. Bagi pegawai, penilaian tersebut berperan sebagai umpan balik tentang berbagai hal seperti kemampuan, kelebihan, kekurangan, dan potensi yang pada gilirannya bermanfaat untuk menentukan tujuan, jalur, rencana dan pengembangan karir.
Dan bagi organisasi atau perusahaan sendiri, hasil penilaian tersebut sangat penting artinya dan peranannya dalam pengambilan keputusan tentang berbagai hal, seperti identifikasi kebutuhan program pendidikan dan pelatihan, rekruitment, seleksi, program pengenalan, penempatan, promosi, sistem imbalan dan berbagai aspek lain dari proses dari manajemen sumber daya manusia secara efektif.

1. Pengukuran Kinerja pegawai
Secara teoretikal berbagai metode dan teknik mempunyai sasaran yang sama, yaitu menilai prestasi kerja para pegawai secara obyektif untuk suatu kurun waktu tertentu dimasa lalu yang hasilnya bermanfaat bagi organisasi atau Instansi Pemerintahan, seperti untuk kepentingan mutasi pegawai maupun bagi pegawai yang bersangkutan sendiri dalam rangka pengembangan karirnya. Untuk mencapai kedua sasaran tersebut maka digunakanlah berbagai metode pengukuran kinerja pegawai menurut Heidjrachman Ranupandojo dan Suad Husnan dalam bukunya "Manajemen Personalia" (1984:122-127) yang dewasa ini dikenal dan digunakan adalah :





1.Rangking, adalah dengan cara membandingkan pegawai yang satu dengan pegawai yang lain untuk menentukan siapa yang lebih baik.
2.Perbandingan pegawai dengan pegawai , adalah suatu cara untuk
memisahkan penilaian seseorang ke dalam berbagai faktor.
3.Grading, adalah suatu cara pengukuran kinerja pegawai dari tiap
Pegawai yang kemudian diperbandingkan dengan definisi masing- masing kategori untuk dimasukkan kedalam salah satu kategori yang telah ditentukan.
4.Skala gratis, adalah metode yang menilai baik tidaknya pekerjaan
seorang pegawai berdasarkan faktor-faktor yang dianggap penting bagi pelaksanaan pekerjaan tersebut. Masing-masing faktor tersebut. seperti misalnya kualitas dan kuantitas kerja, keterampilan kerja, tanggung jawab kerja, kerja sama dan sebagainya.
5.Checklists, adalah metode penilaian yang bukan sebagai penilai
Pegawai tetapi hanya sekedar melaporkan tingkah laku pegawai.


Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk mengukur kinerja pegawai adalah sama dengan metode yang digunakan untuk mengukur kepuasan kerja, namun berpedoman pada metode skala grafik. Pada metode ini baik tidaknya pekerjaan seorang karyawan dinilai berdasarkan faktor-faktor














LAMPIRAN KUESIONER


Pengaruh Faktor – Faktor Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinasa Perkebunan Dan Kehutanan Kabupaten Aceh Timur

Beri tanda (X) pada jawaban yang bapak / ibu piih :

I. Untuk faktor kepuasan finansial misal pertanyaannya, "Bagaimana pendapat saudara tentang kebijakan di dalam memberikan bonus kepada karyawan yang memiliki prestasi tinggi?" maka alternatif jawaban yang penulis ajukan adalah
a. Sangat memuaskan

b. Kurang memuaskan

c. Memuaskan

d. Tidak memuaskan

e. Ragu-ragu


II. Untuk faktor kepuasan fisik misal pertanyaannya "Selain jam kerja
yang telah ditetapkan apakah saudara kerja lembur ?" maka alternatif
jawaban yang penulis ajukan adalah

a. Tidak pernah

b. Sering

c. Hampir tidak pernah

d. Sangat sering

e. Kadang-kadang





II. Untuk faktor kepuasan sosial "Bagaimana hubungan saudara dengan
teman sekerja ?" maka jawaban alternatifnya adalah

a. Sangat baik

b. Kurang baik

c. Baik

d. Tidak baik

e. Cukup baik


IV. Untuk faktor psikologi "Bagaimanakah pendapat saudara tentang
pekerjaan saudara saat ini ?" maka alternatif jawaban adalah

a. Sangat memuaskan

b. Kurang memuaskan

c. Memuaskan

d. Tidak memuaskan

e. Cukup memuaskan











LAMPIRAN KUESIONER


Pengaruh Faktor – Faktor Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinasa Perkebunan Dan Kehutanan Kabupaten Aceh Timur

Beri tanda (X) pada jawaban yang bapak / ibu piih :

I. Untuk faktor kepuasan finansial misal pertanyaannya, "Bagaimana pendapat saudara tentang kebijakan di dalam memberikan tambahan insentif / tunjangan kinerja bagi pegawai yang berprestasi ?" maka alternatif jawaban yang penulis ajukan adalah
a. Sangat memuaskan

b. Kurang memuaskan

c. Memuaskan

d. Tidak memuaskan

e. Ragu-ragu


II. Untuk faktor kepuasan fisik misal pertanyaannya "Selain jam kerja
yang telah ditetapkan apakah saudara kerja lembur ?" maka alternatif
jawaban yang penulis ajukan adalah

a. Tidak pernah

b. Sering

c. Hampir tidak pernah

d. Sangat sering

e. Kadang-kadang





III. Untuk faktor kepuasan sosial "Bagaimana hubungan saudara dengan
teman sekerja ?" maka jawaban alternatifnya adalah

a. Sangat baik

b. Kurang baik

c. Baik

d. Tidak baik

e. Cukup baik


IV. Untuk faktor psikologi "Bagaimanakah pendapat saudara tentang
pekerjaan saudara saat ini ?" maka alternatif jawaban adalah

a. Sangat memuaskan

b. Kurang memuaskan

c. Memuaskan

d. Tidak memuaskan

e. Cukup memuaskan





Mengetahui
Kasubag. Umum Kepegawaian




( Junaidi)
NIP. 19560303 199103 1001




LAMPIRAN KUESIONER


Pengaruh Faktor – Faktor Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Perkebunan Dan Kehutanan Kabupaten Aceh Timur

Beri tanda (X) pada jawaban yang bapak / ibu piih :

I. Untuk faktor kepuasan finansial misal pertanyaannya, "Bagaimana pendapat saudara tentang kebijakan di dalam memberikan tambahan insentif / tunjangan kinerja bagi pegawai yang berprestasi ?" maka alternatif jawaban yang penulis ajukan adalah
a. Sangat memuaskan

b. Kurang memuaskan

c. Memuaskan

d. Tidak memuaskan

e. Ragu-ragu


II. Untuk faktor kepuasan fisik misal pertanyaannya "Selain jam kerja
yang telah ditetapkan apakah saudara kerja lembur ?" maka alternatif
jawaban yang penulis ajukan adalah

a. Tidak pernah

b. Sering

c. Hampir tidak pernah

d. Sangat sering

e. Kadang-kadang





III. Untuk faktor kepuasan sosial "Bagaimana hubungan saudara dengan
teman sekerja ?" maka jawaban alternatifnya adalah

a. Sangat baik

b. Kurang baik

c. Baik

d. Tidak baik

e. Cukup baik


IV. Untuk faktor psikologi "Bagaimanakah pendapat saudara tentang
pekerjaan saudara saat ini ?" maka alternatif jawaban adalah

a. Sangat memuaskan

b. Kurang memuaskan

c. Memuaskan

d. Tidak memuaskan

e. Cukup memuaskan




Mengetahui
Kasi. Bina Pengembangan Hutan Alam



T.M. Tahjud S.Hut
NIP. 19750208 200112 1001

Relate Posts



0 komentar:

Poskan Komentar

>