Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Minggu, 15 Mei 2011

makalah tentang Mastitis

/ On : 09.34/ Thank you for visiting my small blog here.
DEFINISI
Mastitis merupakan infeksi jaringan payudara yang menyebabkan rasa sakit, bengkak dan kemerahan dari payudara. Mastitis paling sering menyerang wanita yang menyusui, walaupun jarang terjadi. Namun tak menutup kemungkinan wanita yang tak menyusui terjangkit. Sering kali, mastitis terjadi dalam enam minggu pertama setelah melahirkan. Kondisi ini dapat membuat Anda merasa lelah, sehingga sulit
untuk merawat bayi Anda.

Kadang-kadang mastitis menyebabkan seorang ibu menyapih bayinya sebelum sebelum waktunya. Tetapi sebenarnya Anda dapat terus menyusui saat Anda terjangkit mastitis.


PENYEBAB
Mastitis terjadi ketika bakteri memasuki payudara Anda melalui retakan pada kulit puting susu. Bakteri dari permukaan kulit dan dari mulut bayi memasuki saluran susu dan dapat mengakibatkan rasa sakit, kemerahan dan pembengkakan pada payudara.


GEJALA
Dengan mastitis, tanda-tanda dan gejala dapat muncul tiba-tiba dan bisa mencakup:
• Payudara hangat bila disembuh
• Perasaan sakit
• Pembengkakan payudara
• Nyeri atau rasa panas terus menerus atau saat menyusui
• Kulit kemerahan
• Demam dari 101 F (38,3 C) atau lebih
Mastitis walaupun biasanya terjadi dalam beberapa minggu pertama menyusui, hal ini bisa terjadi setiap saat selama menyusui. Mastitis cenderung hanya menyerang satu payudara bukan kedua payudara.


PERAWATAN DAN PENCEGAHAN
• Antibiotik. Mengobati mastitis biasanya memerlukan 10 - sampai 14-hari mengkonsumsi antibiotik. Anda mungkin merasa sehat kembali 24 sampai 48 jam setelah menelan antibiotik, Habiskan seluruh obat, meminimalisir kemungkinan kambuh.
• Istirahat terus, dan minum air yang banyak.
Jika tidak sembuh setelah minum antibiotik, periksakan kembali diri ke dokter, karena kanker payudara memiliki gejala yang sama dengan Mastitis.
Sedangakan sebagai tindak pencegahan Anda bisa melakukan hal sebagai berikut,
1. Usahakan payudara tetap kering sehabis menyusui
2. Biarkan bayi menyusui dengan posisi yang benar, lalu susuilah bayi Anda di waktu-waktunya, jangan membiasakan bayi anda menyusu sepanjang waktu.
3. Jagalah kebersihan diri.
penyebabnya pasti dari mastitis belum diketahui, namun, biasanya dari bakteri jenis staphylococcus aureus. Umumnya, terjadi pada minggu ke 2-7 setelah persalinan atau lebih awal atau malah lebih lama dari itu. Meskipun demikian, mastitis dapat juga terjadi pada wanita yang tidak menyusui ataupun hamil. Bakteri biasanya masuk melalui puting susu yang pecah-pecah atau terluka.

GEJALANYA

Gejala mastitis hampir sama dengan payudara yang membengkak karena sumbatan saluran ASI. Pada mastitis, payudara terasa nyeri, teraba keras, dan tampak memerah. Permukaan kulit dari payudara yang terkena infeksi juga tampak seperti pecah-pecah, dan badan terasa demam seperti hendak flu. Bila karena sumbatan tanpa infeksi, biasanya dbadan tidak terasa nyeri dan tidak demam. Pada payudara juga tidak teraba bagian yang keras dan nyeri, serta merah.

Namun terkadang kedua hal tersebut sulit untuk dibedakan. Gampangnya, bila terjadinya sumbatan pada saluran ASI, namun tidak terasa nyeri pada payudara, dan permukaan kulit tidak pecah-pecah maka hal itu bukan mastitis. Bila terasa sakit pada payudara namun tidak disertai adanya bagian payudara yang mengeras, maka hal tersebut juga bukan mastitis.

FAKTOR PREDISPOSISI

Mengapa tidak semua wanita dapat terkena mastitis? Memang, banyak faktor yang menyebabkan seseorang menderita masalah itu. Di antaranya adalah daya tahan tubuh seorang wanita, apalagi setelah melahirkan, biasanya masih terasa lelah. Hal itu akan memyebabkan daya tahan seseorang menurun sehingga menjadi mudah sakit.

Selain itu, bila ibu tidak teratur untuk memyusui pada bayinya, sehingga payudara menjadi penuh, maka dapat mempermudah terjadinya mastitis. Jika seseorang sudah pernah menderita itu, maka tidak menutup kemungkinan akan lebih mudah terkena lagi.

PENGOBATAN

Karena sebagian besar mastitis disebabkan oleh bakteri, maka pengobatan yang tepat dengan pemberian antibiotika. Mintalah pada dokter antibiotika yang baik dan aman untuk ibu sedang menyusui. Selain itu, bila badan terasa panas, ibu dapat meminum obat turun panas. Kemudian. untuk bagian payudara yang terasa keras dan nyeri, dapat dikompres dengan menggunakan air dingin untuk mengurangi rasa nyeri.

Bila tidak tahan nyeri, dapat meminum obat penghilang rasa sakit. Istirahat yang cukup amat diperlukan untuk mengembalikan kondisi tubuh menjadi sehat kembali, disamping itu makan dan minum yang bergizi, minum banyak air putih juga akan membantu menurunkan demam. Biasanya rasa demam dan nyeri itu akan hilang dalam dua atau tiga hari dan Anda akan mampu beraktivitas seperti semula.

PENCEGAHAN

Sebenarnya untuk mencegah terjadinya mastitis sama halnya dengan melakukan pengcegahan terhadap penyakit lain. Para ibu diharapkan untuk istirahat yang cukup. Secara teratur menyusui bayinya, setiap dua atau tiga jam sekali sesuai ritme perut bayi, akan dapat mencegah payudara bengkak dari infeksi.

Usahakan jangan pernah menunda atau melewatkan waktu menyusui. Gunakan BH yang sesuai dengan ukuran payudara Anda. Selalu menjaga kebersihan payudara dengan cara membersihkan dengan kapas dan air hangat.
PENANGANAN PAYUDARA BENGKAK
Payudara yang sakit karena ASI tak lancar mengalir biasanya bisa cepat membaik dalam beberapa hari. Penanganan dapat dilakukannya tanpa obat-obatan sama sekali, yakni:
* Pijat daerah payudara yang sakit sehari dua kali ke arah puting susu (akan lebih baik bila ibu mempelajari tentang pijat payudara). Gunakan baby oil untuk dapat melemaskan dan membuat daerah sekitar payudara tidak kaku. Pemijatan juga dapat membantu memperlancar pengeluaran ASI.
* Susui bayi atau perah ASI sesering mungkin. ASI yang tidak dikeluarkan akan menambah rasa sakit apalagi jika ASI terus diproduksi.
* Berikan kompres hangat untuk membantu memperlancar pengeluaran ASI.
* Hindari tekanan lokal pada payudara. Jangan tidur dengan posisi yang menekan payudara atau jangan menggunakan bra yang terlalu ketat karena payudara akan tertekan. Ini bisa membuat payudara bertambah sakit.
* Makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan banyak-banyaklah minum cairan.
PENANGANAN MASTITIS
Mastitis yang parah dengan gejala seperti demam yang tak kunjung reda atau malah meninggi dan bahkan mencapai 40 derajat Celsius, serta payudara semakin terasa nyeri dan terjadi perubahan warna dari kecokelatan menjadi kemerahan, perlu dikonsultasikan pada dokter atau klinik laktasi. Infeksi yang tidak ditangani bisa memperburuk kondisi ibu karena kuman pada kelenjar susu akan menyebar ke seluruh tubuh, kemudian timbul abses (luka bernanah). Namun menurut Anita kasus tersebut jarang terjadi. Berikut penanganan mastitis:
* Jangan lakukan pemijatan karena dikhawatirkan justru membuat kuman tersebar ke seluruh bagian payudara dan menambah risiko infeksi.
* Bayi masih boleh menyusu kecuali bila terjadi abses. Kalau demikian keadaannya, untuk mengurangi bengkak, ASI harus tetap dipompa keluar. Bayi sebaiknya tetap menyusu pada payudara yang tak terinfeksi.
* Obat-obatan antibiotik, yang aman untuk ibu menyusui, biasanya diberikan untuk mengatasi infeksi. Sementara rasa sakit bisa dikurangi dengan obat-obatan yang mengandung analgesik.
* Bila terdapat abses, cairan nanah akan dikeluarkan dengan insisi abses/tindakan bedah.
* Makanlah makanan bergizi dan banyak minum karena kondisi mastitis membuat daya tahan tubuh ibu menurun. Daya tahan tubuh yang meningkat dapat mengatasi infeksi.
* Banyak istirahat. Cara ini pun bisa meningkatkan daya tahan tubuh karena istirahat dapat memulihkan kondisi tubuh.
PENCEGAHAN MASTITIS
Untuk mencegah mastitis mau tak mau ibu harus menghindari penyebabnya, dengan:
* Susui bayi segera dan sesering mungkin. Bila payudara terasa penuh, segera keluarkan dengan cara menyusui langsung pada bayi. Kalaupun bayi belum lapar, keluarkan ASI dengan cara diperah atau dipompa sehingga pengeluaran ASI tetap lancar.
* Jaga kebersihan sekitar puting dan payudara. Selesai menyusui, bersihkan puting dengan menggunakan kapas yang dibasahi air matang. Keringkan puting dengan handuk agar suasana di sekitarnya tak lembap. Kelembapan akan memudahkan kuman berkembang biak.
* Jangan membersihkan puting dengan sabun. Kandungan soda pada sabun dapat membuat kulit menjadi kering sehingga mudah terjadi iritasi seperti lecet atau luka bila disusu bayi.
* Puting yang luka harus tetap dibersihkan sehabis diisap bayi.
* Pilih bra khusus untuk ibu menyusui dengan bahan yang menyerap keringat. Jangan gunakan bra yang terlalu menekan payudara. Demi menjaga higienitas daerah payudara, ganti bra sesering mungkin setiap kali basah karena keringat atau setelah dipakai seharian.
DEFINISI Infeksi Payudara (Mastitis) adalah suatu infeksi pada jaringan payudara. Pada infeksi yang berat atau tidak diobati, bisa terbentuk abses payudara (penimbunan nanah di dalam payudara).
Mastitis adalah peradangan pada payudara. Mastitis ini dapat terjadi kapan saja sepanjang periode menyusui, tapi paling sering terjadi antara hari ke-10 dan hari ke-28 setelah kelahiran. fadlie.web.id
Penyebab
1. Payudara bengkak yang tidak disusukan secara adekuat.
2. Bra yang terlalu ketat.
3. Puting susu lecet yang menyebabkan infeksi.
4. Asupan gizi kurang, istirahat tidak cukup dan terjadi anemia.
Gejala
1. Bengkak dan nyeri.
2. Payudara tampak merah pada keseluruhan atau di tempat tertentu.
3. Payudara terasa keras dan berbenjol-benjol.
4. Ada demam dan rasa sakit umum.
Penanganan
1. Payudara dikompres dengan air hangat.
2. Untuk mengurangi rasa sakit dapat diberikan pengobatan analgetika.
3. Untuk mengatasi infeksi diberikan antibiotika.
4. Bayi mulai menyusu dari payudara yang mengalami peradangan.
5. Anjurkan ibu selalu menyusui bayinya. fadlie.web.id
6. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi dan istirahat cukup.
7. yeri payudara atau mastitis adalah suatu infeksi yang terjadi pada jaringan payudara, sehingga mengakibatkan payudara menjadi bengkak, berwarna merah & terasa nyeri. Kadangkala dapat juga timbul demam. Biasanya mastitis ini dialami oleh ibu yang menyusui, meskipun dapat juga dialami bukan pada saat menyusui (jarang terjadi). Diperkirakan mastitis ini dapat dialami oleh 1 dari 10orang ibu menyusui.
Pada kebanyakan kasus, mastitis atau nyeri payudara karena menyusui biasanya terjadi pada masa 3 bulan pertama setelah melahirkan. Kondisi ini dapat menyebabkan ibu menjadi mudah lelah & kesulitan untuk merawat sang bayi. Terkadang, karena mastitis ini juga dapat membuat si ibu berhenti memberikan ASI pada sang bayi, walaupun tidak menghendakinya. Tetapi sebenarnya ibu yang mengalami nyeri payudara atau mastitis masih dapat tetap memberikan ASI kepada bayinya.
8.
9. Mastitis biasanya disebabkan karena adanya milk stasis, yaitu dimana ASI masuk kedalam jaringan payudara karena tidak dikeluarkan. Hal ini dapat terjadi ketika bayi tidak mengosongkan ASI ketika meyusui, yang dapat disebabkan karena proses menyusui yang kurang tepat.

Selain hal tersebut, ada juga beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya mastitis seperti yang medicastore ambil dari babycentre.co.uk, berikut ini :
10.
11. -Ukuran payudara yang bertambah besar & tidak kembali ke ukuran normal.
12. -Jadwal menyusui yang terlalu ketat.
13. -Adanya luka pada payudara.
14.
15. Kadangkala, mastitis dapat memburuk & menjadi infective mastitis. Hal ini dapat terjadi apabila mempunyai puting payudara yang luka/retak, sehingga infeksi dapat masuk kedalam jaringan lymphatic system didalam payudara.

Berikut adalah gejala mastitis, yang medicastore ambil dari babycentre.co.uk :
16.
17. -Payudara berwarna kemerahan.
18. -Payudara terasa keras.
19. -Nyeri atau sakit pada payudara.
20. -Payudara terasa panas.
21. -Bengkak pada payudara.
22.
23. Dapat juga terasa seperti adanya gumpalan pada payudara, yang sering disebut sebagai kelenjar susu yang tersumbat. Tetapi hal tersebut bukan karena adanya sumbatan, tetapi karena ada ASI yang masuk kedalam jaringan payudara, bukannya ke dalam kelenjar susu.

Selain gejala tersebut diatas, biasanya wanita yang mengalami mastitis juga akan merasakan :
24.
25. -Kedinginan.
26. -Sakit kepala.
27. -Suhu tubuh > 38,5°C.
28. -Mudah lelah.
29.
30. Penanganan Nyeri Payudara
31.
Mengalami mastitis dapat menyiksa, tetapi dengan istirahat yang cukup & penanganan yang tepat, hal tersebut dapat segera diatasi. Sayangnya, mastitis dapat dialami oleh ibu menyusui lebih dari sekali, meskipun jarang terjadi untuk dialami oleh kedua payudara secara bersamaan.

Berikut adalalah penanganan mastitis, yang medicastore ambil dari webmd.com :
32.
33. -Antibiotik dapat mengatasi mastitis. Jika dokter meresepkan antibiotik, minumlah sesuai anjuran, jangan dihentikan hanya karena merasa sudah lebih baik. Antibiotik yang dipilih tidak akan merugikan sang bayi.
34.
35. -Untuk membuat lebih baik, sebaiknya istirahat yang cukup, minum banyak cairan & gunakan kompres hangat atau dingin pada payudara yang sakit.
36.
37. -Sebelum menyusui sang bayi, kompreskan handuk hangat pada payudara yang mengalami mastitis selama 15 menit. Lakukan ini setidaknya 3 kali sehari karena hal tersebut dapat melancarkan aliran ASI didalam payudara. Melakukan pemijatan pada payudara yang mengalami mastitis juga dapat melancarkan aliran ASI.
38.
39. -Untuk meredakan rasa nyeri dapat mengkonsumsi parasetamol, serta ibuprofen untuk mengurangi peradangan pada payudara.
40.
41. -Payudara yang mengalami mastitis, masih aman untuk memberikan ASI kepada sang bayi & hal tersebut juga dapat membantu meredakan mastitis. Jika menyusui dengan payudara yang mengalami mastitis dirasakan terlalu menyakitkan, maka bisa didahulu oleh payudara yang sehat. Kemudian ketika ASI sudah mengalir, maka bisa dilakukan dengan payudara yang mengalami mastitis. Jika puting payudara luka atau lecet, sehingga tidak bisa untuk menyusui, gunakanlah pompa susu untuk memompa ASI dari payudara tersebut.
42.
43. -Bila mengalami mastitis, sebaiknya segera ditangani. Menunda penanganan mastitis dapat menyebabkan terjadinya abses pada payudara, yang lebih sulit untuk ditangani.
44.
45. Mencegah Nyeri Payudara
46.
Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya mastitis, yang medicastore ambil dari mayoclinic.com :
47.
48. -Minimalkan kemungkinan untuk mengalami mastitis dengan mengosongkan ASI pada payudara saat menyusui. Biarkan sang bayi menghabiskan ASI pada satu payudara sebelum berpindah ke payudara yang lainnya saat menyusui. Jika bayi hanya menyusui beberapa menit (atau tidak sama sekali) pada payudara yang kedua, maka mulailah pada payudara tersebut pada saat waktu menyusui berikutnya.
49.
50. -Berikan payudara secara bergantian pada saat menyusui pertama & gantilah posisi menyusui setiap kali hendak memberikan ASI. Pastikan bayi menghisap dengan benar selama proses menyusui. Kemudian jangan jadikan payudara sebagai pacifier untuk bayi, hal ini karena bayi senang menghisap & sering merasa nyaman untuk menghisap payudara meskipun tidak merasa lapar.
51.
52. -Untuk mendapatkan hubungan menyusui yang tepat dengan bayi & untuk menghindari terjadinya mastitis, dapat juga berkonsultasi dengan konsultan menyusui. Biasanya mereka adalah perawat yang mempunyai spesialisasi membantu wanita mengenai masalah menyusui. Dengan merubah posisi pada saat menyusui & memastikan bayi menyusui dengan benar dapat membuat menyusui menjadi efektif & juga mencegah terjadinya mastitis.
Gejala Mastitis mirip seperti saluran ASI tersumbat: payudara nyeri dan sakit, namun lebih sering dan lama, disertai demam dan payudara panas jika diraba. Mastitis biasa juga disebut dengan abses atau nanah pada payudara atau radang payudara.
Mastitis biasanya diderita oleh ibu yang baru melahirkan dan menyusui. Radang terjadi karena ibu tidak menyusui atau puting payudaranya lecet karena menyusui. Mastitis ini bisa terjadi pada satu atau kedua payudara sekaligus.

Penyebab:
 Daya tahan tubuh yang lemah dan kurangnya menjaga kebersihan puting payudara saat menyusui.
 Infeksi bakteri staphylococcus auereus yang masuk melalui celah atau retakan putting payudara.
 Saluran ASI tersumbat tidaksegera diatasi sehingga menjadi mastitis.
Gejala:
 Payudara bengkak dan terasa nyeri serta keras saat diraba dan tampak memerah.
 Permukaan kulit payudara tampak seperti pecah-pecah.
 Badan disertai demam seperti terserang flu.
Mengatasinya:
 Teruskan pemberian ASI meski payudara mengalami abses atau pembengkakan. Tahan sakit. Pemberian ASI mempercepat penyembuhan.
 Kompres payudara dengan air hangat atau kain dibasahi air hangat.
 Cukup istrirahat dan tidur agar tubuh aktif memproduksi sistem imun guna memerangi infeksi mastitis.
 Minum antibiotik sesuai resep dokter.
 Makan makanan yang bergizi tinggi.
 Minum banyak air putih juga akan membantu menurunkan demam.
Pencegahan:
 Ibu melahirkan cukup istrirahat dan secara teratur menyusui bayinya agar payudara tidak menjadi bengkak.
 Gunakan BH yang sesuai dengan ukuran payudara.
 Usahakan selalu menjaga kebersihan payudara dengan cara membersihkan dengan kapas dan air hangat sebelum dan sesudah menyusui.


Radang payudara atau infeksi payudara ( Mastitis ) adalah radang pada payudara yang disebabkan karena infeksi pada jaringan payudara atau disebabkan karena adanya penyumbatan. Mastitis terbagi atas 3 yaitu mastitis periductal, mastitis pueperalis, dan mastitis supurativa. Ketiga jenis mastitis ini terjadi akibat penyebab yang berbeda dan kondisi yang juga berbeda.
Mastitis periductal biasanya muncul pada wanita di usia menjelang menopause (wanita di atas 45 tahun), penyebab utamanya tidak jelas diketahui. Di duga akibat perubahan hormonal dan aktivitas menyusui di masa lalu. Pada saat menjelang menopause terjadi penurunun hormon estrogen yang menyebabkan adanya jaringan yang mati. Tumpukan jaringan mati dan air susu menyebabkan penyumbatan pada saluran di payudara. Penyumbatan menyebabkan buntunya saluran dan akhirnya melebarkan saluran di belakangnya, yang biasanya terletak di belakang puting payudara. Hasil akhirnya ialah reaksi peradangan yang disebut mastitis periductal.
Mastitis puerperalis disebabkan karena infeksi pada jaringan payudara. Mastitis ini terjadi pada wanita yang sedang menyusui karena adanya perpindahan kuman dari mulut bayi atau mulut dari suaminya. Hal itu disebabkan karena kesehatan mulut rendah seperti mulut orang yang suka merokok. Kuman yang paling banyak menyebabkan mastitis puerperalis adalah Staphylococcus aureus. Selain itu kuman dapat masuk ke payudara karena suntik silikon atau injeksi kolagen sehingga menyebabkan peradangan.
Jenis terakhir ialah mastitis supurativa. Mastitis jenis ini ialah yang paling sering ditemui. Mirip dengan jenis sebelumnya, mastitis jenis ini juga disebabkan kuman staphylococcus. Selain itu bisa juga disebabkan oleh jamur, kuman TBC, bahkan sifilis.
Gejala dan tanda radang payudara
Benjolan payudara, biasanya berwarna merah, terasa panas dan nyeri. Nyeri yang timbul ialah berupa rasa 'nyut – nyut' di daerah payudara. Benjolan pada mastitis berisi cairan. Pada beberapa kondisi, mastitis bisa menyebabkan keluarnya cairan dari puting, cairan ini berwarna putih kekuningan serupa nanah.
Demam dan meriang dapat terjadi pada mastitis yang disebabkan karena kuman, yang disebabkan adanya abses/kumpulan nanah dalam rongga di jaringan kelenjar payudara. Nanah yang menyebar ke bagian tubuh lain dapat menyebabkan meriang/demam tinggi dan menggigil, keringat banyak, turunnya daya tahan tubuh, bahkan hingga menurunnya kesadaran.
Pengobatan radang payudara
Pengobatan terhadap mastitis disesuaikan dengan penyebabnya, jika proses penyumbatan biasanya diberikan analgetik (penghilang nyeri), jika peneyababnya infeksi kuman harus diberikan antibiotik, namun jika sudah terjadi abses maka harus di lakukan drainase (penyaluran nanah).
Tulisan berhubungan dengan : tumor ganas payudara (kanker payudara), nyeri pada payudara (mastalgia), tumor jinak payudara , cara melakukan SADARI, asam urat
b mastitis juga bisa dimatikan dengan VCO? Mungkin ada yang punya pengalaman lebih? Mari berbagi pengalaman di sini, silakan tinggalkan komentar atau bergabung dalam forum diskusi untuk mendiskusikan kasus ini.

Relate Posts



0 komentar:

Poskan Komentar

>