Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Minggu, 01 Mei 2011

makalah menagement keuangan

/ On : 06.38/ Thank you for visiting my small blog here.
INVESTASI KEUANGAN
Dengan Pedoman “CUKUP”!
Oleh:
Maya Malinda

Abstrak
Di masa sekarang ini banyak orang yang berpikir untuk investasi. Banyak juga orang mengatakan investasi tanpa jelas dan mengerti apa itu investasi dan apa contoh investasi.
Investasi ialah penundaan berbagai konsumsi hari ini, dengan tujuan untuk mendapat hasil yang lebih di kemudian hari. Alasan seseorang mau berinvestasi ialah untuk melindungi kekayaan dari inflasi, untuk konsumsi di masa depan yang lebih besar, pembayaran yang tidak menentu di masa depan, berjaga-jaga.
Contoh dari investasi ialah tabungan, Sertifikat Bank Indonesia, deposito berjangka, obligasi, saham, reksadana, dan lain lain. Dalam berinvestasi harus disertai berbagai pedoman. Pedoman yang ingin diperkenalkan penulis adalah prinsip CUKUP, yaitu merupakan singkatan dari, Cakap Uang Keberanian Ukuran Percaya. Melalui pedoman CUKUP ini dapat memberi arahan calon investor untuk berinvestasi

KATA KUNCI: INVESTASI, INVESTASI KEUANGAN, Cakap Uang Keberanian Ukuran Percaya

PENDAHULUAN
Investasi
Investasi secara umum dapat dilakukan apabila seseorang mempunyai pendapatan yang melebihi kebutuhannya terutama kebutuhan dasarnya. Reily dan Brown (Investment Analysis and Portofolio Management,5) mendefinisikan investasi sebagai:
”Investment is the current commitment of dollars for a period of time in order to derive future payments that will compensate the investor for (1) the time the funds are committed, (2) the expected rate of inflation, and (3) the uncertainty of the future payments.”

Dari definisi di atas dapat dilihat bahwa investasi terkait dengan sejumlah dana tertentu yang dikorbankan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dimasa yang akan datang yang didalam rentang waktu tersebut terkandung unsur ketidakpastian.

Unsur ketidakpastian ini seringkali dianggap sebagai tingkat resiko yang menentukan seberapa besar tingkat pengembalian yang diharapkan investor dari investasi tersebut.
Oleh sebab itu dalam melakukan investasi sebaiknya seseorang mempertimbangkan langkah-langkah dalam proses manajemen investasi yang dikemukakan Fabozzi (Manajemen Investasi,jilid 1, 1999,2-5) yaitu:
1. Menetapkan sasaran investasi
2. Membuat kebijakan investasi
3. Memilih strategi portofolio
4. Memilih aktiva/asset
5. Mengukur dan mengevaluasi kinerja

Menetapkan sasaran investasi adalah menentukan tujuan investor dalam melakukan investasi. Dalam menentukan tujuan ini terkait dengan pendapatan apa yang ingin diperoleh dari investasi misalnya jika investor mengharapkan akan mendapatkan sejumlah penghasilan tertentu setiap tahun dari investasinya maka pilihan investasinya akan berbeda dengan investor yang mengharapkan investasinya akan menjadi 2 kali lipat dalam jangka waktu tertentu .
Selain itu juga terkait dengan berapa besar dana yang dimiliki karena ini akan berhubungan dengan pilihan aktiva untuk investasinya. Misalnya untuk investasi dalam obligasi umumnya dibutuhkan dana dalam jumlah besar , sementara investasi dalam Reksa Dana dapat dilakukan dengan jumlah dana yang kecil.

Membuat kebijakan investasi
Dalam membuat kebijakan investasi terkait dengan :
- jangka waktu investor mengharapkan dana yang diinvestasikan akan kembali
- tingkat resiko yang dapat ditolerir oleh investor.

Jika investor dapat mentolerir tingkat resiko yang tinggi dengan harapan akan mendapatkan tingkat pengembalian yang tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama maka pilihannya akan berbeda dengan investor yang tingkat toleransi resikonya rendah dan ingin berinvestasi dalam jangka pendek.

Memilih strategi portofolio
Dalam memilih portofolio strategi yang ditempuh investor dapat dengan strategi aktif yaitu menggunakan informasi – informasi yang tersedia serta teknik peramalan untuk memperoleh kinerja yang lebih baik atau strategi pasif yang melibatkan input ekspektasi yang minimal dan lebih menggantungkan pada diversifikasi aktiva.

Memilih aktiva/asset
Dalam pemilihan ini perlu diingat bahwa portofolio yang efisien adalah portofolio yang menghasilkan tingkat pengembalian terbesar untuk tingkat resiko tertentu atau menghasilkan tingkat pengembalian tertentu pada tingkat resiko yang terkecil.
Oleh sebab itu jika kita menghadapi beberapa aktiva yang memiliki tingkat resiko yang sama pilihlah yang tingkat pengembaliannya terbesar.

Mengukur dan mengevaluasi kinerja
Dalam tahap ini setelah berinvestasi kita bisa melakukan perhitungan berapa besar tingkat pengembalian yang kita peroleh dari investasi yang kita lakukan kemudian membandingkan dengan patokannya . Apabila kita merasa kurang puas dengan kinerja dari portofolio investasi kita maka kita dapat melakukan revisi .

JENIS-JENIS INVESTASI
Secara umum dalam berbagai buku mengenai investasi , investasi dibagi menjadi dua bagian besar yaitu :
- investasi pada aktiva riil (real asset)
- investasi pada aktiva keuangan (financial asset)


Investasi pada aktiva riil
Investasi ini dilakukan pada aktiva yang bisa terlihat dan dapat diukur secara jelas misalnya investasi dengan membeli tanah, rumah, emas dan sebagainya. Investasi seperti ini resikonya relatif lebih kecil karena aktivanya riil, tetapi tingkat pengembaliannya juga seringkali lebih kecil daripada aktiva keuangan.

Investasi pada aktiva keuangan
Investasi ini dilakukan pada aktiva bersifat keuangan seperti deposito, saham, obligasi dan derivatif dari saham. Investasi seperti ini resikonya umumnya lebih tinggi daripada investasi riil karena investor hanya akan mendapatkan surat bukti misalnya sertifikat reksadana atau pencatatan sebagai pemegang saham. Investasi pada aktiva keuangan ini sendiri diperdagangkan pada dua kategori berdasarkan lamanya masa berlaku dari instrumennya. Instrumen aktiva keuangan yang kurang dari 1 (satu) tahun diperdagangkan di Pasar Uang misalnya Sertifikat Bank Indonesia(SBI), Commmercial Paper. Sedangkan instrumen yang bersifat jangka panjang diperdagangkan di Pasar Modal seperti Obligasi, Saham , derivatif
saham dan Reksadana. (Martalena,Jurnal Manajemen Maranatha, vol4 , Mei 2005)

KELEBIHAN, KEKURANGAN, KARAKTERISTIK, DAN RESIKO INSTRUMEN INVESTASI
Tabungan
Ialah dana yang disimpan pada sebuah lembaga keuangan umumnya Bank dengan harapan memperoleh bunga.
Kelebihan Tabungan
- Sifatnya liquid, artinya mudah untuk diambil bila dibutuhkan bisa langsung datang ke bank, atau saati ini banyak ATM.
- Kemudahan untuk bertransaksi, pengiriman uang, pembayaran (telepon, kartu kredit dll)
- Dijamin pemerintah ( termasuk aman untuk saat ini)

Kekurangan Tabungan
- Suku bunga yang diberikan sangat rendah
- Bunga juga dikenakan pajak ( diatas 7,5 juta)

Deposito berjangka
Dipergunakan untuk menabung/menyimpan uang dalam jangka waktu tertentu.
Kelebihan Deposito Berjangka:
- Suku bunga yang lebih tinggi daripada tabungan

- Liquiditas tinggi, dapat diambil kapan saja, meskipun ada jangka tempo tertentu. ( 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan)
- Dapat dijaminkan untuk mendapatkan hutang dari bank yang sama
- Dijamin pemerintah.

Kekurangan Deposito Berjangka
Terkena penalti (denda), bila diambil sebelum jatuh temponya
Bunga kena pajak 20%, bila deposito diatas 7,5 juta.

Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
Adalah surat hutang Bank Indonesia yang berjangka kurang dari setahun.
Kegunaannya Dan Ciri-Cirinya:
- Untuk mengurangi uang beredar.
- Alat Bank Indonesia untuk mengelola tingkat suku bunga.
- Sistem penjualan lelang
- Dibeli saat at discount (harga lebih rendah dari hasil saat jatuh tempo)
- Dijamin pemerintah.
(IARFC,2005)

Obligasi
Surat hutang dengan kurun waktu yang telah ditentukan untuk pengembalian dana dengan pembayaran bunga secara berkala.
Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Berinvestasi Di Obligasi:
- Bunganya ada yang tetap ada yang mengambang
- Harus di rating ( mengetahui peringkat dari kondisi perusahaan yang mengeluarkan obligasi)
- Jaminan saat perjanjian awal pembelian obligasi

Risiko Dalam Berinvestasi Di Obligasi:
- Risiko bunga dan nominal tidak terbayar ( default-risk)
- Risiko obligasi sulit dijual kembali ( liquidity risk)
- Risiko harga pasar obligasi turun karena kenaikan suku bunga pasar (interest rate risk)

Saham
Adalah kepemilikan di suatu perusahaan yang sahamnya kita beli di bursa. Di Amerika dan negara maju lainnya, saham bila diinvestasikan untuk jangka waktu panjang akan memberikan hasil yang lebih baik dari tabungan.
Saham ada dua macam, yaitu saham biasa dan saham preferen
Karakteristik Saham Biasa
- Hak klaim terakhir atas aktiva perusahaan jika perusahaaan dilikuidasi
- Hak suara proposional pada pemilihan direksi serta keputusan lain yang ditetapkan pada rapat umum pemegang saham
- Deviden, jika perusahaan memperoleh laba dan disetujui di dalam rapat umum pemegang saham
- Hak memesan efek terlebih dulu sebelum efek tersebut ditawarkan kepada masyarakat
- Tidak ada jatuh tempo


Saham preferen merupakan “blasteran” antara saham biasa dan obligasi. Memiliki sifat saham,misal tidak ada waktu jatuh tempo( namun ada juga beberapa saham preferen yang dapat di call), dan memberikan deviden. Sifat obligasi, deviden yang diberikan bersifat tetap ( persentase dari nilai nominalnya).
Karakteristik Saham Preferen
- Pembayaran deviden dalam jumlah yang tetap
- Hak klaim lebih dahulu dibandingkan saham biasa jika perusahaan dilikuidasi
- Dapat dikonversikan menjadi saham biasa
- Bila pada tahun tertentu deviden saham preferen tidak terbayar, ia akan diakumulasikan pada pembayaran deviden tahun mendatang.

Reksadana
Reksadana adalah suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor) yang mempunyai tujuan investasi yang sama, untuk selanjutnya diinvestasikan kembali dalam portfolio efek berdasarkan kebijakan manajer investasi. (UU Pasar Modal no 8 tahun 1995)
Karakteristik Reksadana
1. Kumpulan dana dan pemilik, dimana pemilik reksadana adalah berbagi pihak yang menginvestasikan dananya ke reksadana dengan berbagai variasi.
2. Diinvestasikan kepada efek yang dikenal dengan instrumen investasi.
3. Reksadana tersebut dikelola oleh manajer investasi (lembaga/perseorangan)
4. Reksadana merupakan intrumen investasi jangka panjang dan menengah
(Manurung,1-5,2003)

Jenis-Jenis Reksadana Berdasarkan Tingkat Pengembalian Dan Resiko
1. Reksa Dana Pendapatan Tetap ( RDPT )
Reksadana yang melakukan sebagian besar investasinya (>80%) dalam bentuk efek yang bersifat utang, misalnya obligasi
Karakteristiknya:
- Mempunyai risikoyang rendah
- Bertujuan untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang pasti
- Berpotensi memperoleh hasil investasi yang lebih tinggi dari Reksadana Pasar uang
- Cocok untuk investor yang memiliki toleransi resiko moderat, jangka waktu investasi menengah ( lebih dari 1 tahun) dan menginginkan hasil investasi yang lebih pasti atau stabil

2. Reksa Dana Saham ( RDS)
Reksadana yang melakukan sebagian besar investasinya (>80%) dalam bentuk efek bersifat ekuitas (saham)
Karakteristiknya:
- Bertujuan untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang tinggi
- Mempunyai risiko yang cukup tinggi


- Cocok untuk investor yang memiliki toleransi resiko tinggi, jangka waktu investasi panjang ( lebih dari 5 tahun) dan menginginkan pertumbuhan dananya dalam jangka panjang.

3. Reksa Dana Campuran (RDC)
Reksadana yang melakukan investasi dalam efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang dengan perbandingan tertentu sesuai dengan kebijakan Manajer Investasi
Karakteristiknya
- Lebih fleksibel dalam pengelolaan
- Tingkat pengembalian yang relative lebih tinggi dibandingkan dengan (RDPT)
- Mempunyai resiko yang lebih moderat
- Cocok untuk investor yang mempunyai tingkat toleransi resiko moderat, jangka waktu investasi menengah dan menginginkan pertumbuhan dananya dalam jangka menengah

Kelebihan Reksa Dana
- Likuiditas
- Bebas pajak
- Diversifikasi investasi
- Biaya operasional relative rendah
- Minimum investasi yang rendah
- Transparan

Sifat Reksadana
1. Reksadana bersifat tertutup
- Tidak dapat membeli kembali saham yang telah dijual kepada pemodal
- Harga sahamnya berubah-ubah mengikuti mekanismen pasar
- Harga saham tidak selalu sama dengan nilai aktiva bersih (NAB)
2. Reksadana bersifat terbuka
- Dalam bentuk kontrak investasi kolektif (KIK)
- Ditawarkan kepada pemodal sampai jumlah tertentu yang ditetapkan dalam prospektus penawaran
- Pemodal dapat menjual kembali unit penyertaannya kepada manajer investasi
- Pembayaran atas penjualan unit penyertaan kembali/redemption tidak boleh lebih dari 7 hari bursa sejak diajukan permintaan redemption

Cara Memilih Reksadana
- Menentukan tujuan investasi, dimana dalam tahapan ini sudah terkandung bahwa dana yang dimiliki untuk investasi jangka menengah atau panjang
- Menentukan resiko yang dapat ditolerir
- Membandingkan sekelompok reksadana sejenis yang akan diinvestasikan
- Mengenali pengelola reksadana, dengan membaca prospektus


- Mengetahui sponsor reksadana
- Pengalaman mengelola dana ( track record yang baik)
- Kemudahan melakukan transaksi untuk membeli dan meredeem reksadana tersebut serta jasa pelayanan yang diberikan manajer investasi
- Jumlah investor perorangan di reksadana yang bersangkutan.

( Manurung,46-51,2003)
Risiko Reksadana
- Risiko berkurangnya NAB per unit penyertaan (NAB/unit)
- Risiko politik dan Ekonomi
- Risiko Wanprestasi
- Risiko likuiditas
( Manurung,6-8,2003)




INVESTASI DENGAN PEDOMAN CUKUP
Dengan banyaknya pilihan instrumen investasi yang telah disebutkan di atas,dan langkah-langkah manajemen investasi, penulis juga ingin mengungkapkan pedoman investasi. Pedoman yang perlu diperhatikan oleh para calon investor yaitu pedoman CUKUP yang dapat menjadi dasar untuk berinvestasi.Pedoman ini dapat dijabarkan menjadi kata-kata Cakap, Uang, Keberanian, Ukuran, Percaya.

Cakap
Pengertian kata cakap ialah mampu (capable), bisa, berwenang, tangkas, pandai, cepat ( kamus.net.2005)
Cakap dalam pedoman investasi ini artinya mampu dan bisa mencari informasi tentang investasi, berwenang atas dirinya, tangkas dan pandai mengelola produk investasi, serta cepat dalam mengambil keputusan yang tepat.

Uang
Artinya para investor harus ada uang atau dana yang bisa dikelola atau diinvestasikan.

Keberanian
Artinya ada keberanian untuk mengambil risiko, kenali diri sendiri dalam hal mengambil risiko. Untuk itu setiap calon investor perlu mengetahui profil resiko masing-masing.

Profil resiko
Setiap orang memiliki profil resiko yang berbeda-beda, menurut para profesional ada tiga tipe profil resiko:
Tipe konservatif, Umumnya menyukai tabungan,asuransi, properti
Tipe moderat.,seimbang ,Umumnya menyukai, reksadana, franchise
Tipe agresif,Umumnya menyukai, saham, buka usaha sendiri
Dibawah ini ada kuesioner untuk mengetahui profil resiko anda:
Kuesioner profil resiko anda
Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kami akan mendapatkan gambaran seberapa besar resiko yang dapat anda tanggung. Jangan berpikir terlalu lama.

Tidak ada jawaban yang benar atau salah. Apabila tidak ada jawaban yang tepat, pilih salah satu jawaban yang paling mendekati situasi anda.
1. Menurut anda, apa jenis gaya investasi anda?
a. konservatif b. seimbang c. berkembang d. agresif

2. Berapa lama anda ingin menginvestasikan uang anda?

a. kurang dari 1 tahun b. 1-3 tahun c. 3-5 tahun d. lebih dari 5 tahun

3. Seberapa besar uang darurat”emergency fund” anda?apabila kehilangan pekerjaan, mobil rusak, atau masuk rumah sakit/
a. lebih dari 6 bulan gaji b. 3-6 bulan gaji
c. 1-3 bulan gaji d. kurang dari 1 bulan gaji
4. Semakin tinggi resiko semakin tinggi hasil investasinya. Seberapa tinggi resiko yang dapat anda tanggung?
a. saya tidak ingin mengambil resiko atas uang saya dan kehilangan modal pokok saya
b. saya berani mengambil sedikit resiko tapi tetap ingin melindungi nilai uang saya dari penurunan
c. saya berani mengambil resiko dengan investasi jangka panjang saya untuk mendapatkan hasil yang tinggi
d. saya berani mengambil resiko tinggi, dan saya berani kehilangan uang saya untuk hasil investasi yang lebih tinggi


5. Mana dari keempat skenario dibawah ini yang sesuai dengan diri anda?
a. max untung 33% max rugi 12%
b. max untung 42% max rugi 15%
c. max untung 60% max rugi 30%
d. max untung 80% max rugi 50%

6. Pilih yang sesuai dengan portofolio investasi anda sekarang!
a. kas atau setara kas ( tabungan dan deposito berjangka)
b. kebanyakan di kas, beberapa investasi (property selain rumah tinggal saya, saham unggulan)
c. beberapa investasi, sebagian besar tidak di kas ( saham, obligasi, reksadana, property selain rumah tinggal saya)
d. campuran investasi termasuk yang spekulasi( opsi, reksadana beresiko tinggi, valuta asing, saham perusahaan kecil)


7. Berapa besar total investasi anda pada reksadana sekarang?
a. 0-10% b. 11-15% c.26-40% d.lebih dari 40%
8. Salah satu investasi anda mengalami kerugian sebesar 25% dari pokok, apa yang akan anda lakukan?
a. jual secepatnya untuk mencegah kerugian lebih jauh “cut loss”


b. tahan dulu dan jual kalau harganya sudah naik lagi agar kembali “break even”
c. bertahan dengan investasi ini untuk jangka panjang
d. beli lebih banyak lagi, ini kesempatan untuk mendapatkan saham dengan harga lebih murah

Skor untuk setiap jawaban a=0, b=1, c=2, d=3 , lalu ditotalkan.
Total skor anda adalah
Skor Keterangan
20-24 Anda investor tipe agresif, anda berani mengambil resiko lebih tinggi untuk mendapatkan hasil yang lebih tinggi
15-19 Anda investor tipe berkembang. Anda berani mengambil resiko tinggi untuk mendapatkan hasil yang tinggi
10-14 Anda investor tipe seimbang. Anda berani mengambil resiko, anda lebih menyukai investasi yang berimbang yang dapat memberikan hasil secara reguler. Anda merasa nyaman mengambil resiko untuk hasil yang lebih.
5-9 Anda investor tipe konsevatif. Anda tidak suka mengambil resiko dan selalu ingin melindungi nilai pokok investai anda.
0-4 Anda tipe investor sangat konservatif. Anda menghindari resiko dan tidak ingin kehilangan uang anda sama sekali

Sumber: Bahan Pelatihan Financial Planner, IARFC, 2005

Ukuran
Artinya perlu mengetahui ukuran (measurement) penentu keberhasilan berinvestasi. Alat ukur yang dapat digunakan antara lain analisis rasio, ROIC (Return On Invested Capital), WACC ( biaya penggunaan dana),EVA (Economic Value Added) dan lain-lain tergantung dari jenis investasinya.

Percaya
Artinya perlu ada kepercayaan dari diri sendiri untuk bertindak, dan percaya pada pihak tempat kita berinvestasi.
(Analisis Penulis, 2005)
Sebenarnya kata-kata CUKUP ini merupakan harapan bagi semua orang, maksudnya bila orang ingin punya rumah uangnya CUKUP, ingin punya mobil uangnya CUKUP, ingin liburan ke luar negeri uangnya CUKUP, ingin menikah uangnya CUKUP, anak mau sekolah uangnya CUKUP, untuk biaya kesehatan uangnya CUKUP, semuanya serba CUKUP.
Berdasarkan CUKUP tersebut ada pesan juga yang ingin disampaikan bahwa untuk berinvestasi perlu ada rasa CUKUP dan bersyukur. CUKUP punya arti juga tidak berlebihan karena kalau berlebihan orang tersebut tidak dapat tidur nyenyak karena memikirkan hartanya mau disimpan dimana dan takut di curi orang. Selain itu juga bila tidak pernah merasa CUKUP maka orang akan merasa tertekan karena tidak merasa puas. Karena itu senantiasa bersyukur atas karunia

Tuhan bagi kita umatNya, karena kita yakin Tuhan akan memberikan yang terbaik bagi umat yang mau berusaha dan bersyukur.


PENUTUP
Dalam berinvestasi banyak sekali jenisnya serta karakteristiknya, untuk itu diperlukan pedoman untuk berinvestasi yaitu Cakap, Uang, Keberanian, Ukuran, dan Percaya. Dengan pedoman CUKUP, para calon investor dapat lebih siap menghadapi kondisi yang terjadi dalam investasi yang dilakukannya, dan senantiasa bersikap bersyukur.

DAFTAR PUSTAKA
1. Abdul Halim, 2005. Analisis Investasi. Salemba Empat. Jakarta.

2. Bahan Pelatihan Financial Planner. 2005.IARFC.

3. Fabozzi, Frank.J.1999. Manajemen Investasi. Jilid 1. Edisi Indonesia. Jakarta. Salemba Empat,

4. Manurung, Alder Haymans. 2004.Berinvestasi. Pendirian dan Pembubaran Reksadana. Pegangan untuk Investor dan Manajer Investasi. PT Adler Manurung Press. Jakarta.

5. Martalena. Mei 2005. Memilih Reksa Dana Dengan Tingkat Pengembalian Dan Tingkat Resiko Yang Sesuai. Jurnal Manajemen. Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha, vol 4 no 2.

6. Reilly,Frank K, Keith C.Brown. 2000. Investment Analysis an Portofolio Management. Orlando. Dryden.

Relate Posts



0 komentar:

Poskan Komentar

>