Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Jumat, 22 April 2011

TINJAUAN PUSTAKA

/ On : 09.43/ Thank you for visiting my small blog here.

 BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Remaja
2.1.1. Pengertian remaja
Remaja adalah aset sumber daya manusia yang merupakan tulang punggung penerus generasi bangsa di masa mendatang. Remaja adalah mereka yang berusia 10-20 tahun, dan ditandai dengan perubahan dalam bentuk dan ukuran tubuh, fungsi tubuh, psikologi dan aspek fungsional. Dari segi umur remaja dapat dibagi menjadi remaja awal/early adolescence (10-13 tahun), remaja menengah/middle adolescence (14-16 tahun) dan remaja akhir/late adolescence (17-20 tahun) (Behrman, Kliegman & Jenson, 2004).
Menurut Depkes RI (2005), masa remaja merupakan suatu proses tumbuh kembang yang berkesinambungan, yang merupakan masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa muda.
Masa remaja atau adolescence diartikan sebagai perubahan emosi dan perubahan sosial pada masa remaja. Masa remaja menggambarkan dampak perubahan fisik, dan pengalaman emosi yang mendalam. Masa remaja adalah masa yang penuh dengan gejolak, masa yang penuh dengan berbagai pengenalan dan petualangan akan hal-hal yang baru termasuk pengalaman berinteraksi dengan lawan jenis sebagai bekal manusia untuk mengisi kehidupan mereka kelak (Nugraha & Windy, 1997).
Menurut Pardede (2002), masa remaja merupakan suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu. Masa ini merupakan periode transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial yang berlangsung pada dekade kedua kehidupan.
Universitas
 BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Remaja
2.1.1. Pengertian remaja
Remaja adalah aset sumber daya manusia yang merupakan tulang punggung penerus generasi bangsa di masa mendatang. Remaja adalah mereka yang berusia 10-20 tahun, dan ditandai dengan perubahan dalam bentuk dan ukuran tubuh, fungsi tubuh, psikologi dan aspek fungsional. Dari segi umur remaja dapat dibagi menjadi remaja awal/early adolescence (10-13 tahun), remaja menengah/middle adolescence (14-16 tahun) dan remaja akhir/late adolescence (17-20 tahun) (Behrman, Kliegman & Jenson, 2004).
Menurut Depkes RI (2005), masa remaja merupakan suatu proses tumbuh kembang yang berkesinambungan, yang merupakan masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa muda.
Masa remaja atau adolescence diartikan sebagai perubahan emosi dan perubahan sosial pada masa remaja. Masa remaja menggambarkan dampak perubahan fisik, dan pengalaman emosi yang mendalam. Masa remaja adalah masa yang penuh dengan gejolak, masa yang penuh dengan berbagai pengenalan dan petualangan akan hal-hal yang baru termasuk pengalaman berinteraksi dengan lawan jenis sebagai bekal manusia untuk mengisi kehidupan mereka kelak (Nugraha & Windy, 1997).
Menurut Pardede (2002), masa remaja merupakan suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu. Masa ini merupakan periode transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan percepatan perkembangan fisik, mental, emosional dan sosial yang berlangsung pada dekade kedua kehidupan.
UniversitasPada masa remaja, rasa ingin tahu mengenai seksualitas sangat penting terutama dalam pembentukan hubungan dengan lawan jenisnya. Besarnya keingintahuan remaja mengenai hal-hal yang berhubungan dengan seksualitas menyebabkan remaja selalu berusaha mencari tahu lebih banyak informasi mengenai seksualitas. Remaja merupakan suatu masa peralihan baik secara fisik, psikis, maupun sosial dari masa kanak-kanak menuju dewasa (Arma, 2007).
2.1.2. Karakteristik Seksualitas Remaja
Menurut Pardede (2002), masa remaja berhubungan dengan suatu fenomena fisik yang berhubungan dengan pubertas. Pubertas adalah suatu bagian penting dari masa remaja dimana yang lebih ditekankan adalah proses biologis yang mengarah kepada kemampuan bereproduksi.
Menurut Tukan (1993), pada masa ini seseorang mengalami perubahan ciri seks sekunder. Ciri seks sekunder individu dewasa adalah :
a. Pada pria tampak tumbuh kumis, jenggot, dan rambut sekitar alat kelamin dan ketiak. Selain itu suara juga menjadi lebih besar/kasar, dada melebar serta kulit menjadi relatif lebih kasar.
b. Pada wanita tampak rambut mulai tumbuh di sekitar alat kelamin dan ketiak, payudara dan pinggul mulai membesar dan kulit menjadi lebih halus.

Selain tampaknya ciri seks sekunder, organ kelamin pada remaja juga mengalami perubahan ke arah pematangan, yaitu:
a. Pada pria sejak usia remaja, testis akan menghasilkan sperma dan penis dapat digunakan untuk bersenggama dalam perkawinan.
b. Pada wanita, kedua indung telur (ovarium) akan menghasilkan sel telur (ovum). Pada saat ini perempuan akan mengalami ovulasi dan menstruasi.

Selain mengalami perkembangan fisik, remaja juga mengalami perkembangan psikososial, karena kesadaran akan bentuk fisik yang bukan lagi anak-anak akan menjadikan remaja sadar meninggalkan tingkah laku anak-anaknya dan mengikuti norma serta aturan yang berlaku (Arma,2007) .
Universitas Sumatera Utara



KONTRASEPSI A. Pengertian Kontrasepsi Kontrasepsi berasal dari kata Kontra berarti mencegah atau melawan, sedangkan konsepsi
adalah pertemuan antara sel telur (sel wanita) yang matang dan sel sperma (sel pria) yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma tersebut.
B. Cara kerja Kontrasepsi Bermacam-macam tetapi pada umumnya mempunyai fungsi sbb : Mengusahakan agar tidak terjadi ovulasi Melumpuhkan sperma. Menghalangi pertemuan sel telur dengan sperma.
C. Metoda kontrasepsi Pada umumnya metoda kontrasepsi dapat dibagi menjadi : 1. Metoda effektip jangka panjang - AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) - Susuk KB - Kontrasepsi Mantap. 2. Metoda mantap. - Metoda operasi wanita (MOW/Tubektomi) - Metoda Operasi Pria (MOP/Vasektomi) 3. Metoda Efektip - Pil KB - Suntikan KB 4. Metoda sederhana a. Dengan alat/obat
- Kondom - Diafragma - Kream, Jelli dan cairan berbusa - Tablet berbusa (vaginal tablet) - Intravag (tisu KB) b. Tanpa alat/obat - Sanggama terputus o Pantang berkala
Cara-cara kontrasepsi tersebut mempunyai tingkat efektifitas yang berbeda-beda dalam memberikan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan. namun perlu diingat adanya 3 aksioma (asas) kontrasepsi yaitu : o o o Cara apapun yang dipakai adalah lebih baik daripada tidak memakai sama sekali. Cara yang terbaik hasilnya (efektip) adalah cara yang digunakan oleh pasangan dengan terus menerus Penerimaan pasangan terhadap suatu cara adalah unsur yang penting untuk berhasilnya suatu cara kontrasepsi.
MACAM-MACAM KONTRASEPSI A. KONTRASEPSI STERILISASI Yaitu pencegahan kehamilan dengan mengikat sel indung telur pada wanita (tubektomi) atau testis pada pria (vasektomi). Proses sterilisasi ini harus dilakukan oleh ginekolog (dokter kandungan). Efektif bila Anda memang ingin melakukan pencegahan kehamilan secara permanen, misalnya karena faktor usia. B. KONTRASEPSI TEKNIK
1. Coitus Interruptus (senggama terputus): ejakulasi dilakukan di luar vagina. Efektivitasnya
75-80%. Faktor kegagalan biasanya terjadi karena ada sperma yang sudah keluar sebelum ejakulasi, orgasme berulang atau terlambat menarik penis keluar. 2. Sistem kalender (pantang berkala): tidak melakukan senggama pada masa subur, perlu kedisiplinan dan pengertian antara suami istri karena sperma maupun sel telur (ovum) mampu bertahan hidup s/d 48 jam setelah ejakulasi. Efektivitasnya 75-80%. Faktor kegagalan karena salah menghitung masa subur (saat ovulasi) atau siklus haid tidak teratur sehingga perhitungan tidak akurat. 3. Prolonged lactation atau menyusui, selama 3 bulan setelah melahirkan saat bayi hanya minum ASI dan menstruasi belum terjadi, otomatis Anda tidak akan hamil. Tapi begitu Ibu hanya menyusui < 6 jam / hari, kemungkinan terjadi kehamilan cukup besar. C. KONTRASEPSI MEKANIK
1. Kondom: Efektif 75-80%. Terbuat dari latex, ada kondom untuk pria maupun wanita serta
berfungsi sebagai pemblokir / barrier sperma. Kegagalan pada umumnya karena kondom tidak dipasang sejak permulaan senggama atau terlambat menarik penis setelah ejakulasi sehingga kondom terlepas dan cairan sperma tumpah di dalam vagina. Kekurangan metode ini: o Mudah robek bila tergores kuku atau benda tajam lain o Membutuhkan waktu untuk pemasangan o Mengurangi sensasi seksual 2. Spermatisida: bahan kimia aktif untuk 'membunuh' sperma, berbentuk cairan, krim atau tisu vagina yang harus dimasukkan ke dalam vagina 5 menit sebelum senggama. Efektivitasnya 70%. Sayangnya bisa menyebabkan reaksi alergi. Kegagalan sering terjadi karena waktu larut yang belum cukup, jumlah spermatisida yang digunakan terlalu sedikit atau vagina sudah dibilas dalam waktu < 6 jam setelah senggama. 3. Vaginal diafragma: lingkaran cincin dilapisi karet fleksibel ini akan menutup mulut rahim bila dipasang dalam liang vagina 6 jam sebelum senggama. Efektivitasnya sangat kecil, karena itu harus digunakan bersama spermatisida untuk mencapai efektivitas 80%. Cara ini bisa gagal bila ukuran diafragma tidak pas, tergeser saat senggama, atau terlalu cepat dilepas (< 8 jam ) setelah senggama. 4. IUD (Intra Uterine Device) atau spiral: terbuat dari bahan polyethylene yang diberi lilitan logam, umumnya tembaga (Cu) dan dipasang di mulut rahim. Efektivitasnya 92-94%. Kelemahan alat ini yaitu bisa menimbulkan rasa nyeri di perut, infeksi panggul, pendarahan di luar masa menstruasi atau darah menstruasi lebih banyak dari biasanya. IUS atau Intra Uterine System adalah bentuk kontrasepsi terbaru yang menggunakan hormon progesteron sebagai ganti logam. Cara kerjanya sama dengan IUD tembaga, ditambah dengan beberapa nilai plus: Lebih tidak nyeri dan kemungkinan menimbulkan pendarahan lebih kecil Menstruasi menjadi lebih ringan (volume darah lebih sedikit) dan waktu haid lebih singkat. D. KONTRASEPSI HORMONAL Dengan fungsi utama untuk mencegah kehamilan (karena menghambat ovulasi), kontrasepsi ini juga biasa digunakan untuk mengatasi ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh. Harus diperhatikan beberapa faktor dalam pemakaian semua jenis obat yang bersifat hormonal, yaitu: Kontraindikasi mutlak: (sama sekali tidak boleh diberikan):kehamilan, gejala thromboemboli, kelainan pembuluh darah otak, gangguan fungsi hati atau tumor dalam rahim. Kontraindikasi relatif (boleh diberikan dengan pengawasan intensif oleh dokter): penyakit kencing manis (DM), hipertensi, pendarahan vagina berat, penyakit ginjal dan jantung. Kontrasepsi hormonal bisa berupa pil KB yang diminum sesuai petunjuk hitungan hari yang ada pada setiap blisternya, suntikan, susuk yang ditanam untuk periode tertentu, koyo KB atau spiral berhormon. Kontrasepsi Hormonal 1.Pengertian Kontrasepsi hormonal adalah alat atau obat kontrasepsi yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kehamilan dimana bahan bakunya mengandung preparat estrogen dan progesterone.
2. Jenis Kontrasepsi Berdasarkan jenis dan cara pemakaiannya dikenal tiga macam kontrasepsi hormonal yaitu : Kontrasepsi Suntikan, Kontrasepsi Oral (Pil) Kontrasepsi Implant. a. Kontrasepsi Suntikan 1)Depo provera yang mengandung medroxyprogestin acetate 50 Mg. 2)Cyclofem yang mengandung medroxyprogesteron acetate dan estrogen. 3)Norethindrone enanthate (Noresterat) 200 mg yang mengandung derivate testosteron. Mekanisme Kerja Kontrasepsi Suntikan (Hartanto H.2004) a) Menghalangi pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi pelepasan ovum untuk terjadinya ovulasi dengan jalan menekan pembentukan releasing faktor dari hipotalamus. b) Mengentalkan lender serviks sehingga sulit untuk ditembus oleh spermatozoa. c) Merubah suasana endometrium sehingga menjadi tidak sempurna untuk implantasi dari hasil konsepsi. 2.Keuntungan dan Kerugian a. Keuntungan ( Hartanto.H,2004 ) 1)Noristerat pemberiannya sederhana diberikan 200 mg sekali setiap 8 minggu untuk 6 bulan pertama 3 x suntikan pertama kemudian selanjutnya sekali tiap 12 minggu. 2)DMPA pemberiannya diberikan sekali dalam 12 minggu dengan dosis 150 mg. 3)Tingkat efektifitasnya tinggi 4)Tidak mengganggu pengeluaran laktasi dan tumbuh kembang bayi. 5)Suntikan tidak ada hubungannya dengan saat bersenggama. 6)Tidak perlu menyimpan atau membeli persediaan. 7)Kontrasepsi suntikan dapat dihentikan setelah 3 bulan dengan cara tidak disuntik ulang, sedangkan IUD dan implant yang non-bioderdable harus dikeluarkan oleh orang lain. 8)Bila perlu, wanita dapat menggunakan kontrasepsi suntikan tanpa perlu memberitahukan kepada siapapun termasuk suami atau keluarga lain. 9)Tidak ditemukan efek samping minor seperti pada POK yang disebabkan estrogen, antara lain mual atau efek samping yang lebih serius seperti timbulnya bekuan darah disamping estrogen juga dapat menekan produksi ASI. b. Kerugian ( Hartanto,2004). 1)Perdarahan yang tidak menentu 2)terjadinya amenorhoe yang berkepanjangan 3)Berat badan yang bertambah 4)Sakit kepala 5)Kembalinya kesuburan agak terlambat beberapa bulan 6)Jika terdapat atau mengalami side efek dari suntikan tidak dapat ditarik lagi. 7)Masih mungkin terjadi kehamilan, karena mempunyai angka kegagalan 0.7%. 8)Pemberiannya harus dilakukan oleh orang yang profesional. 9)Menimbulkan rasa sakit akibat suntikan 10)Memerlukan biaya yang cukup tinggi. 3.Saat Pemberian Yang Tepat ( Wiknjosastro,2001) a. Pasca persalinan 1). Segera diberika ketika masih di Rumah Sakit atau setelah 6 minggu post partum dan sebelum berkumpul dengan suami. 2). Tepat pada jadwal suntikan berikutnya. b. Pasca 1). Segera setelah perawatan 2). Jadwal waktu suntikan yang diperhitungkan. Abortus hari.
atau
sebelum
14
c. 1). Hari 2). Jadwal waktu suntikan diperhitungkan.
kelima
Interval. menstruasi
5. Kontra Indikasi ( Saifuddin,A.B,2003) a. Tersangka hamil b. Perdarahan ginekologi ( perdarahan melalui vagina yang tidak diketahui penyebabnya c. Tumor/keganasan d. Penyakit jantung, hati, hipertensi, DM, penyakit paru-paru hebat. 6. Cara Penggunaan ( Saifuddin AB,2003). Depo provera atau Depo progestin disuntikan secara intra muscular tiap 12 minggu dengan kelonggaran batas waktu suntik, biasa diberikan kurang satu minggu. 7. Efek Samping dan Penanggulangannya ( Hartanto,H.2004) a. Efek samping ( Hartanto,H.2004) 1) Gangguan Haid : a). Amenorhoe yaitu tidak datang haid setiap bulan selama menggunakan kontrasepsi suntikan kecuali pada pemakaian cyclofem. b). Spoting yaitu bercak-bercak perdarahan diluar haid yang terjadi selama menggunakan kontrasepsi suntikan. c). metrorhagia yaitu perdarahan yang berlebihan jumlahnya 2) Keputihan Adanya cairan putih yang berlebihan yang keluar dari jalan lahir dan terasa mengganggu ( jarang terjadi) 3) Perubahan berat badan Berat badan bertambah beberapa kilogram dalam beberapa bulan setelah menggunakan kontrasepsi suntikan 4) Pusing dan sakit kepala Rasa berputar /sakit kepala, yang dapat terjadi pada satu sisi, kedua sisi atau keseluruhan dari bagian kepala . Ini biasanya bersifat sementara. 5) Warna biru dan rasa nyeri pada daerah suntikan akibat perdarahan di bawah kulit. b. Penanggulangannya ( Saifuddin,A.B,2003) 1) Gangguan haid a) Konseling Memberikan penjelasan kepada calon akseptor bahwa pada pemakaian kontrasepsi suntikan dapat menyebabkan gejala-gejala tersebut adalah akibat pengaruh hormonal suntikan dan biasanya gejala-gejala perdarahan tidak berlangsung lama b) Pengobatan Apabila pasien ingin mendapat haid, dapat diberikan pemberian Pil KB hari I sampai ke II masing masing 3 tablet, selanjutnya hari ke IV diberikan 1 x 1 selama 3 – 5 hari. Bila terjadi perdarahan, dapat pula Hematoma
diberikan preparat estrogen misalnya : Lymoral 2 x 1 sehari sampai perdarahan berhenti. Setelah perdarahan berhenti, dapat dilaksanakan “tepering off” ( 1 x 1 tablet ). 2) Keputihan a) Konseling : Menjelaskan kepada akseptor bahwa kontrasepsi suntikan jarang terjadi keputihan. Bila hal ini terjadi juga, harus dicari penyebabnya dan segera di berikan pengobatan. b) Pengobatan : Pengobatan medis biasanya tidak diperlukan. Pada kasus dimana cairan berlebihan dapat diberikan preparat Anti Cholinergis seperti extrabelladona 10 mg dosis 2 x 1 tablet untuk mengurangi cairan yang berlebihan. Perubahan warna dan bau biasanya disebabkan oleh adanya infeksi. 3) Perubahan Berat Badan a) Konseling : Menjelaskan kepada akseptor bahwa kenaikan berat badan adalah salah satu efek samping kontrasepsi suntikan. Kenaikan berat badan dapat juga disebabkan hal-hal lain. Hipotesa para ahli : DMPA merangsang pusat pengendalian nafsu makan di hipotalamus yang menyebabkan akseptor makan lebih banyak dari biasanya. Disamping itu dapat pula terjadi penurunan berat badan. b) Pengobatan Pengobatan diet merupakan pilihan utama. Dianjurkan untuk melaksanakan diet rendah kalori serta olahraga yang teratur. Bila terlalu kurus, dianjurkan untuk diet tinggi kalori, bila tidak berhasil dianjurkan untuk ganti cara kontrasepsi non hormonal. 4) Pusing dan Sakit Kepala a) Konseling Menjelaskan kepada akseptor bahwa efek samping tersebut mungkin ada tetapi jarang terjadi dan biasanya bersifat sementara. b) Pemberian anti prostaglandin untuk mengurangi keluhan acetosal 500mg, 3 x 1 tablet/hari 5) Hematoma a) Menjelaskan kepada calon akseptor mengenai kemungkinan efek samping Konseling Pengobatan
b) Pengobatan Kompres dingin pada daerah yang membiru selama 2 hari. Setelah itu diubah menjadi kompres hangat sehingga warna biru/kuning menjadi hilang. 8. Komplikasi dan Penanggulangannya ( Saifuddin A.B,2003) a. Komplikasi. Abses Rasa sakit dan panas didaerah suntikan. Bila terdapat abses teraba adanya benjolan yang nyeri di daerah suntikan. Biasanya diakibatkan karena pemakaian jarum suntik yang berulang dan tidak suci hama.
b. Penanggulangan Pemberian antibiotic dosis tinggi ( Ampicilin 500 mg, 3 x 1 tablet / hari ). Bila abses : Berikan kompres untuk mendinginkan infeksi / mematangkan abses misalnya kompres permanganas atau rivanol. Bila ada fluktuasi pada abses, dapat dilakukan insisi abses, setelah itu diberikan tampon dan drain jangan lupa berikan antibiotic sperti penatalaksanaan pada infeksi. 10. Tempat Pelayanan ( Wijono Wibisono, 2001) a. Rumah Sakit / Rumah Sakit Bersalin / Rumah Bersalin b. Puskesmas / Balai kesehatan Masyarakat / Poliklinik Swasta / Poliklinik Pemerintah. c. Poliklinik Keliling d. Dokter / Bidan Praktek Swasta b. Kontrasepsi Oral ( Pil ) Kontrasepsi oral adalah kontrasepsi untuk wanita yang berbentuk tablet, mengandung hormon estrogen dan progestrone yang digunakan untuk mencegah hamil. Kontrasepsi oral terdiri atas lima macam yaitu : 1). Pil kombinasi, dalam satu pil terdapat estrogen dan progestrone sintetik yang diminum 3 kali seminggu. 2). Pil sekunseal, Pil ini dibuat sedemikian rupa sehingga mirip dengan urutan hormon yang dikeluarkan ovariun pada tiap siklus. Maka berdasarkan urutan hormon tersebut,estrogen hanya diberikan selama 14 – 16 hari pertama di ikuti oleh kombinasi progestrone dan estrogen selama 5 – 7 hari terakhir. 3). Pil mini, merupakan pil hormon yang hanya mengandung progestrone dalam dosis mini ( kurang dari 0,5 mg) yang harus diminum setiap hari termasuk pada saat haid. 4). Once a moth pil, pil hormon yang mengandung estrogen yang ” Long acting ” yaitu biasanya pil ini terutama diberikan untuk wanita yang mempunyai Biological Half Life panjang 5). Morning after pil, merupakan pil hormon yang mengandung estrogen dosis tinggi yang hanya diberikan untuk keadan darurat saja, seperti kasus pemerkosaan dan kondom bocor. Efek samping yang 1). 2). 3). 4). 5). 6). Penambahan berat badan. ditimbulkan Nyeri Gangguan kontrasepsi Oral ( Pil ). Nousea payudara Haid Hipertensi Acne
Keuntungan Kontrasepsi Oral ( Pil ) 1). Mudah menggunakannya 2) Cocok untuk menunda kehamilan pertama dari pasangan usia subur muda. 3). Mengurangi rasa sakit pada saat menstruasi 4). Dapat mencegah defesiensi zat besi (Fe) 5). Mengurangi resiko kanker ovarium. 6) Tidak mempengaruhi produksi ASI pada saat pemakaian pil yang mengandung estrogen. c. Kontrasepsi Implant. Kontrasepsi implant mekanisme kerjanya adalah menekan ovulasi membuat getah serviks menjadi kental dan membuat endometrium tidak sempat menerima hasil konsepsi. d. Efek samping Implant
Pada umumnya efek samping yang ditimbulkan implant tidak berbahaya. Yang paling sering ditemukan adalah gangguan haid yang kejadiannya bervariasi pada setiap pemakaian, seperti pendarahan haid yang banyak atau sedikit, bahkan ada pemakaian yang tidak haid sama sekali. Keadaan ini biasanya terjadi 3 – 6 bulan pertama sesudah beberapa bulan kemudian. Efek samping lain yang mungkin timbul, tetapi jarang adalah sakit kepala, mual, mulut kering, jerawat, payudara tegang, perubahan selera makan dan perubahan berat badan. e. Keuntungan Implant. 1). Efektifitas tinggi setelah dipasang 2). Sistem 6 kapsul memberikan perlindungan untuk 5 tahun. 3) Tidak mengandung estrogen 4) Efek kontraseptif segera berakhir setelah implantnya dikeluarkan 5). Implant melepaskan progestin dengan kecepatan rendah dan konstant, sehingga terhindar dari dosis awal yang tinggi. 6). Dapat mencegah terjadinya anemia f. Kerugian Implant. 1). Insersi dan pengeluaran harus dikeluarkan oleh tenaga terlatih. 2). Petugas medis memerlukan latihan dan praktek untuk insersi dan pengangkatan implant. 3). Lebih mahal 4). Sering timbul perubahan pola haid 5). Akseptor tidak dapat menghentikan implant sekehendaknya sendiri.
1. Pil Kontrasepsi Kombinasi (OC / Oral Contraception) Berupa kombinasi dosis rendah estrogen dan progesteron. Merupakan metode KB paling efektif karena bekerja dengan beberapa cara sekaligus sbb: Mencegah ovulasi (pematangan dan pelepasan sel telur) Meningkatkan kekentalan lendir leher rahim sehingga menghalangi masuknya sperma Membuat dinding rongga rahim tidak siap menerima hasil pembuahan Bila pasien disiplin minum OC-nya, bisa dipastikan perlindungan kontrasepsi hampir 100%. Selain itu, OC merupakan metode yang paling reversibel, artinya bila pengguna ingin hamil bisa langsung berhenti minum pil dan biasanya bisa langsung hamil dalam 3 bulan. MANFAAT TAMBAHAN OC Selain berfungsi sebagai alat kontrasepsi, OC ternyata juga memberikan manfaat yang tidak langsung berhubungan dengan efek kontrasepsi (non-contraceptive benefits) yaitu menyembuhkan atau mengurangi resiko terjadinya beberapa kelainan atau keluhan tertentu seperti: Manfaat penyembuhan OC: Menyembuhkan kelainan menstruasi Pil kontrasepsi dapat menyembuhkan beberapa kelainan menstruasi umum antara lain: Siklus menstruasi yang tidak teratur (irregular cycle) Darah yang keluar pada saat menstruasi terlalu banyak (hiper-menore)
Sindroma sebelum haid (premenstrual syndrome / PMS) Haid dengan rasa nyeri hebat di perut (dismenore). Dengan mengkonsumsi OC, siklus haid menjadi teratur dan lebih ringan sehingga resiko terkena anemia dan defisiensi besi berkurang s/d 50%. Mengatasi masalah hiper-androgenisme Dalam tubuh wanita diproduksi hormon reproduksi estrogen, progesteron, dan androgen. Hormon androgen (testosteron) yang umum disebut hormon reproduksi pria dibutuhkan oleh wanita dalam jumlah sangat sedikit (± 0,5 mg / liter darah) untuk daya tahan tubuh dan gairah seksual (libido). Wanita usia reproduktif (± 15 - 40 tahun) sering mengalami ketidakseimbangan hormonal dimana produksi hormon androgennya akan meningkat sehingga terjadi hiper-androgen yang bisa menyebabkan: • • Masalah pada kulit dan rambut: kulit berminyak, komedo, jerawat, ketombe (yang bisa menyebabkan kebotakan) atau hirsutisme (pola tumbuh rambut pada yang wanita yang menyerupai pria / male hair pattern) Masalah ginekologis: gangguan siklus haid, PCOS (poly-cystic-ovarian-syndrome) yang bisa menyebabkan sulit punya anak, kegemukan (obesitas) dan abnormalitas metabolisme tubuh.
OC istimewa mengandung CPA (Siproteron Asetat), zat anti-androgen paling efektif saat ini yang bekerja khusus mengatasi masalah hiper-androgen dengan menekan produksi androgen (dalam tubuh) dan minyak (di bawah permukaan kulit) sehingga mencegah timbulnya komedo dan ketombe bahkan jerawat. Berbeda dengan obat-obatan topikal dan antibiotik yang membunuh bakteri dan mengobati infeksi di permukaan kulit, CPA langsung bekerja pada akar masalah yaitu dengan mencegah produksi minyak yang berlebihan. Tetapi karena obat ini bekerja step-by-step dari dalam tubuh untuk menormalkan kadar hormon androgen, perbaikan pada kulit wajah baru bisa dilihat setelah 1-3 bulan pemakaian. Manfaat pencegahan, yaitu OC mengurangi resiko terkena: Infeksi pada organ reproduksi internal, s/d 50% Kanker ovarium dan endometrium, s/d 40% Benjolan jinak payudara, s/d 40% Kista ovarium, s/d 80% Infertilitas primer, s/d 40% Kehamilan ektopik (di luar kandungan), s/d 90% CARA MINUM OC OC harus diminum tiap hari dengan cara mengikuti petunjuk nama hari yang tertera di blisternya. Untuk memulai blister pertama Anda, mulailah minum pil pada hari pertama haid, misalnya: Anda mendapat haid pada hari Rabu maka ambil pil yang dibawahnya ada tanda Rabu. Lanjutkan minum pil setiap hari sampai habis (21 hari) yang pasti jatuh pada hari Selasa. Kemudian berhenti minum pil selama 7 hari (akan terjadi menstruasi). Setelah 7 hari bebas pil ini, lanjutkan minum pil dari kemasan yang baru pada hari Rabu lagi, jadi untuk blister ke-2 dst, selalu ikuti siklus 21 hari minum pil +7 hari bebas tablet. 2. Suntik Tersedia suntik 1 bulan (estrogen + progesteron) dan 3 bulan (depot progesteron, tidak terjadi haid). Cukup praktis tetapi karena memasukkan hormon sekaligus untuk 1 atau 3 bulan, orang yang sensitif sering mengalami efek samping yang agak berat.
3. Susuk KB (Implan) Depot progesteron, pemasangan dan pencabutan harus dengan operasi kecil. 4. Koyo KB (Patch) Ditempelkan di kulit setiap minggu, sayangnya bagi yang berkulit sensitif sering menimbulkan reaksi alergi. 5. Disclaim Data dan informasi yang ditampilkan di situs ini disediakan atas kerjasama kami dengan perusahaan yang memproduksi produk tersebut dan dapat digunakan sebagai salah satu bahan referensi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menampilkan data dan informasi seakurat mungkin, namun medicastore dan semua mitra yang menyediakan data dan informasi tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan informasi yang disajikan.
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kontrasepsi adalah alat untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan intim. Alat ini atau cara ini sifat tidak permanen dan memungkinkan pasangan untuk mendapatkan anak apabila diinginkan. Ada berbagai macam jenis Alat Kontrasepsi yang tersedia di pasaran yang dapat dibeli dengan bebas.
Pil kontrasepsi dipergunakan oleh kurang lebih 50 juta akseptor di seluruh dunia. Di Indonesia diperkirakan kurang lebih 60% akseptor mempergunakan pil kontrasepsi. Jumlah ini tampaknya akan tetap tinggi dibandingkan dengan jumlah akseptor yang mempergunakan cara kontrasepsi yang lain. Pil mengakibatkan perlunya tenaga pelayanan lebih banyak dibandingkan IUD, sehingga merupakan beban yang berat bagi tenaga medis serta para medis. Oleh karena itu perlu pelayanan yang diatur oleh tenaga terlatih yang terdapat dalam masyarakat sendiri. Sehubungan dengan ini diperlukan pengetahuan dasar serta petunjuk-petunjuk untuk pelaksana pelayanan tersebut, baik untuk seleksi akseptor maupun cara mengatasi keluhan-keluhan yang ditemukan (Sastrawinata, 2000).
Pil KB yang banyak dipakai umumnya berisi dua jenis hormon, yakni estrogen dan progesteron. Ada juga yang berisi hanya salah satu hormon saja. Kedua hormon ini bekerja menghambat terjadinya ovulasi. Oleh karena ovulasi atau keluarnya sel telur matang tidak terjadi, maka kehamilan pun tidak berbuah.
Angka keberhasilan memakai pil dibilang hampi selalu efektif dalam mencegah kehamilan. Namun, tidak semua wanita tidak boleh memilih pil, jika mengidap tumor yang dipengaruhi oleh hormon estrogen, seperti tumor kandungan dan payudara, mengidap penyakit hati aktif, penyakit pembuluh balik atau varices thrombophlebitis, pernah serangan stroke dan mengidap penyakit kencing manis. Mereka mutlak tidak boleh memakai pil, dan harus memilih cara kontrasepsi yang lain.

Yang perlu dipertimbangkan tidak boleh memilih pil, apabila mengidap darah tinggi, migren, depresi, tumor jinak rahim (mioma uteri) dan haidnya jarang. Oleh karena obat dalam pil kurang lebih sama dengan obat suntik, maka memilih suntikan juga perlu mempertimbangkan kondisi-kondisi akseptor. Pilihan pil KB sering ditinggalkan karena faktor efek sampingnya. Efek samping estrogen sering menimbulkan mual, nyeri kepala, air tertahan dalam tubuh dan nyeri payudara. Sedangkan efek samping progesteron menjadikan perdarahan vagina tidak teratur, nafsu makan bertambah sehingga bertambah gemuk, muncul jerawat, haid jadi sedikit dan kemungkinan payudara mengecil (Nadesul, 2007).

B. Rumusan Masalah
1. Apakah definisi kontrasepsi pil KB ?
2. Apa saja jenis-jenis dari pil KB ?
3. Apa kelemahan dan kelebihan menggunakan pil KB ?
4. Apa efek samping dari pil KB ?
5. Apa kontra indikasi dari pil KB ?
6. Bagaimana cara penggunaan pil KB ?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi kontrasepsi dengan pil KB.
2. Untuk mengetahui jenis-jenis dari pil KB.
3. Untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan menggunakan pil KB.
4. Untuk mengetahui efek samping dari pil KB.
5. Untuk mengetahui kontra indikasi dari pil KB.
6. Untuk mengetahui cara penggunaan pil KB.



BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi
Pil KB adalah alat kontrasepsi pencegah kehamilan atau pencegah konsepsi yang digunakan dengan cara per-oral/kontrasepsi oral. Pil KB merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang banyak digunakan. Pil KB disukai karena relatif mudah didapat dan digunakan, serta harganya murah.
Pil KB atau oral contraceptives pill merupakan alat kontrasepsi hormonal yang berupa obat dalam bentuk pil yang dimasukkan melalui mulut (diminum), berisi hormon estrogen dan atau progesteron. bertujuan untuk mengendalikan kelahiran atau mencegah kehamilan dengan menghambat pelepasan sel telur dari ovarium setiap bulannya. Pil KB akan efektif dan aman apabila digunakan secara benar dan konsisten (Sastrawinata, 2000).

B. Jenis-jenis
Ada 5 jenis pil KB/kontrasepsi oral, yaitu : (Saifuddin, 2006)
1. Pil kombinasi atau combination oral contraceptive pill
Pil KB yang mengandung estrogen dan progesteron dan diminum sehari sekali. Estrogen dalam pil oral kombinasi, terdiri dari etinil estradiol dan mestranol. Dosis etinil estradiol 30-35 mcq. Dosis estrogen 35 mcq sama efektifnya dengan estrogen 50 mcq dalam mencegah kehamilan. Progestin dalam pil oral kombinasi, terdiri dari noretindron, etindiol diasetat , linestrenol, noretinodel, norgestrel, levonogestrel, desogestrel dan gestoden.
Terdiri dari 21-22 pil KB/kontrasepsi oral dan setiap pilnya berisi derivat estrogen dan progestin dosis kecil, untuk pengunaan satu siklus. Pil KB/kontrasepsi oral pertama mulai diminum pada hari pertama perdarahan haid, selanjutnya setiap pil hari 1 pil selama 21-22 hari. Umumnya setelah 2-3 hari sesudah pil KB/kontrasepsi oral terakhir diminum, akan timbul perdarahan haid, yang sebenarnya merupakan perdarahan putus obat. Penggunaan pada siklus selanjutnya, sama seperti siklus sebelumnya, yaitu pil pertama ditelan pada hari pertama perdarahan haid.
Pil oral kombinasi mempunyai 2 kemasan, yaitu :
a. Kemasan 28 hari
7 pil (digunakan selama minggu terakhir pada setiap siklus) tidak mengandung hormon wanita. Sebagai gantinya adalah zat besi atau zat inert. Pil-pil ini membantu pasien untuk membiasakan diri minum pil setiap hari.
b. Kemasan 21 hari
Seluruh pil dalam kemasan ini mengandung hormon. Interval 7 hari tanpa pil akan menyelesaikan 1 kemasan (mendahului permulaan kemasan baru) pasien mungkin akan mengalami haid selama 7 hari tersebut tetapi pasien harus memulai siklus pil barunya pada hari ke-7 setelah menyelesaikan siklus sebelumnya walaupun haid datang atau tidak. Jika pasien merasa mungkin hamil, ia harus memeriksakan diri. Jika pasien yakin ia minum pil dengan benar, pasien dapat mengulangi pil tersebut sesuai jadwal walaupun haid tidak terjadi.

2. Pil KB/kontrasepsi oral tipe sekuensial
Pil dibuat seperti urutan hormon yang dikeluarkan ovariun pada tiap siklus. Maka berdasarkan urutan hormon tersebut, estrogen hanya diberikan selama 14-16 hari pertama diikuti oleh kombinasi progestron dan estrogen selama 5-7 hari terakhir. Terdiri dari 14-15 pil KB/kontrasepsi oral yang berisi derivat estrogen dan 7 pil berikutnya berisi kombinasi estrogen dan progestin. Cara penggunaannya sama dengan tipe kombinasi. Efektivitasnya sedikit lebih rendah dan lebih sering menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.

3. Pil KB/kontrasepsi oral tipe pil mini
Pil mini kadang-kadang disebut pil masa menyusui. Pil mini yaitu pil KB yang hanya mengandung progesteron saja dan diminum sehari sekali. Berisi derivat progestin, noretindron atau norgestrel, dosis kecil, terdiri dari 21-22 pil. Cara pemakaiannya sama dengan cara tipe kombinasi. Dosis progestin dalam pil mini lebih rendah daripada pil kombinasi. Dosis progestin yang digunakan adalah 0,5 mg atau kurang. Karena dosisnya kecil maka pil mini diminum setiap hari pada waktu yang sama selama siklus haid bahkan selama haid.
Contoh pil mini, yaitu :
a. Micrinor, NOR-QD, noriday, norod menganddung 0,35 mg noretindron.
b. Microval, noregeston, microlut mengandunng 0,03 mg levonogestrol.
c. Ourette, noegest mengandung 0,5 mg norgeestrel.
d. Exluton mengandung 0,5 mg linestrenol.
e. Femulen mengandung 0,5 mg etinodial diassetat

4. Pil KB/kontrasepsi oral tipe pil pascasanggama (morning after pill)
Morning after pill merupakan pil yang mengandung hormon estrogen dosis tinggi yang hanya diberikan untuk keadaan darurat saja, seperti kasus pemerkosaan dan kondom bocor. Berisi dietilstilbestrol 25 mg, diminum 2 kali sehari, dalam waktu kurang dari 72 jam pascasanggama, selama 5 hari berturut-turut.

5. Once A Moth Pill
Pil hormon yang mengandung estrogen yang ”long acting” yaitu pil yang diberikan untuk wanita yang mempunyai Biological Half Life panjang.
Jenis kontrasepsi oral yang lain dan sudah tersedia, namun masih terbatas antara lain :
1. Mifepristone, yaitu alat kontrasepsi oral harian yang mengandung anti progesteron yang digunakan dalam uji klinis penelitian.
2. Ormeloxifene (centchroman), yaitu alat kontrasepsi oral yang berupa modulator reseptor estrogen yang digunakan 1-2 kali per minggu dan hanya tersedia di India.






C. Kelemahan dan Kelebihan
Pil oral kombinasi
Kelemahan :
1. Mahal
2. Penggunaan pil harus diminum setiap hari dan bila lupa minum akan meningkatkan kegagalan.
3. Perdarahan bercak dan “breakthrough bleeding”.
4. Ada interaksi dengan beberapa jenis obat (rifampisin, barbiturat, fenitoin, fenilbutason dan antibiotik tertentu).
5. Tidak mencegah penyakit menular seksual, HBV, HIV/AIDS.
6. Efek samping ringan/jarang, namun dapat berupa amenorea, mual, rasa tidak enak di payudara, sakit kepala, mengurangi ASI, berat badan meningkat, jerawat, perubahan mood, pusing, serta retensi cairan, tekanan darah tinggi, komplikasi sirkulasi yang jarang namun bisa berbahaya khususnya buat perokok.

Kelebihan :
1. Sangat efektif sebagai kontrasepsi.
2. Resiko terhadap kesehatan sangat baik.
3. Tidak mengganggu hubungan seksual.
4. Mudah digunakan.
5. Mudah dihentikan setiap saat.
6. Mengurangi perdarahan saat haid.
7. Mengurangi insidens gangguan menstruasi.
8. Mengurangi insidens anemia defisiensi besi.
9. Mengurangi insidens kista ovarium.
10.Mengurangi insidens tumor jinak mammae.
11.Mengurangi karsinoma endometrium.
12.Mengurangi infeksi radang panggul.
13.Mengurangi osteoporosis.
14.Mengurangi rheumatoid artritis.
15.Mengurangi kehamilan ektopik.
Pil Mini
Kelebihan :
1. Sangat efektif apabila digunakan secara benar.
2. Tidak mempengaruhi air susu ibu.
3. Nyaman, mudah digunakan.
4. Tidak mengganggu hubungan seksual.

Kelemahan :
1. Mahal.
2. Menjadi kurang efektif bila menyusui berrkurang.
3. “Breaktfrough bleeding” perdarahan bercaak, amenorea dan haid tidak teratur.
4. Harus diminum setiap hari (bila lupa minnum maka kemungkinan hamil).
5. Gejala khusus : nyeri kepala, perubahan mood, penambahan atau penurunan
berat badan, payudara menegang, nausea, pusing, dermatitis atau jerawat,
hiersutisme (pertumbuhan rambut atau bulu yang berlebihan pada daerah muka) sangat jarang.
6. Bagi wanita yang pernah mengalami kehamiilan ektopik, pil mini tidak menjamin akan melindungi dari kista ovarium di masa depan.
7. Tidak melindungi dari penyakit menular sseksual, HBV, HIV/AIDS.
(Sarifuddin, 2006)

D. Efek Samping
Gejala-gejala sampingan yang mungkin timbul selama penggunaan pil berupa gejala-gejala subjektif dan objektif. Gejala-gejala subyektif, yaitu :
1. Mual/muntah (terutama tiga bulan pertama).
2 Sakit kepala ringan, migraine.
3. Nyeri payudara (rasa sakit/tegang pada buah dada).
4. Tidak ada haid.
5. Sukar untuk tidak lupa.
6. Kemasan baru selalu harus tersedia setelah pil kemasan sebelumnya habis.
7. Nafsu makan bertambah.
8. Cepat lelah.
9. Mudah tersinggung, depresi.
10. Libido bertambah/berkurang.

Gejala-gejala obyektif, yaitu :
1. Sedikit meningkatkan berat badan.
2. Tekanan darah meninggi.
3. Gangguan pola perdarahan yaitu menorrhagia, metrorrgia, spotting, perdarahan diantara masa haid (lebih sering perdarahan bercak), terutama bila lupa menelan pil atau terlambat menelan pil.
4. Perubahan pada kulit: acne, kulit beminyak, pigmentasi/ chloasma.
5. Keputihan (flour albus).
6. Tidak dianjurkan untuk ibu menyusui karena mengganggu jumlah dan kualitas Air Susu Ibu (ASI).
7. Tidak dapat dipakai oleh perokok berat, atau wanita dengan tekanan darah tinggi terutama pada usia > 35 tahun.

Biasanya gejala-gejala sampingan yang timbul merupakan gejala sampingan yang ringan dan yang sering ditemukan adalah :
a. Mual/muntah
Mual/muntah sering ditemukan pada siklus pertama dan dapat berulang pad silkus berikutnya. Pada umumnya mual/muntah ini kan menghilang bila penggunaan pil dteruskan. Bila mual/muntah masih berlangsung terus maka harus difikirkan tentang kemungkinan kehamilan serta sebab-sebab lainnya. Biloa sebab-sebab lainnya telah disingkirkan dan mula/muntah berlangsung terus, sebaiknya diganti dengan cara lain.
b. Pusing, sakit kepala
Kadang-kadang keluhan ini dirasakan oleh karena kecemasan menggunkan pil kontrasepsi, bahkan keluhan dapat dirasakan pada tablet inaktif diminum. Hal ini agaknya serupa dengan premenstrual headache. Migraine kemudian akan menyembuh atau kadang-kadang malah menghebat. Harus difikirkan kemungkinan thrombosis cerebri bila migraine timbul secra tiba-tiba dan hebat atau nyeri kepala yang hebat.
c. Nyeri/tegang pada buah dada
Pada siklus pertama buah dada dapat teras nyeri/ tegang tetapi gejala ini segera menghilang pada siklus berikutnya.
d. Hyperpigmentasi/choasma
Hyperpigmentasi/choasma dapat timbul pada beberapa pemakai pil kontrasepsi terutama mereka yang berdiam didaerah yang bnayak mendapat sinar matahari. Hanya dengan mengentikan penggunaan pil kontrasepsi ini, gejala akan menghilang lambat laun.
e. Kulit berminyak, acne
Acne dapat timbul terutama bila memakai pil kontrasepsi yang mengandung progestogen yang bersifat androgenik. Dengan mengganti dengan pil yang mengandung progestogen yang tidak bersifat androgenik akan mengurangi gejala ini.
f. Keputihan/ fluor albus
Seperti pada kehamilan kemungkinan mendapat infeksi dengan monilia lebih besar. Ini mungkin disebabkan oleh pengaruh antiestrogenik dari progestogen yang dipergunakan serta perubahan Ph dan flora vagina. Bila setelah pengobatan belum sembuh, sebaiknya penggunaan pil kontrasepsi dihentikan dan diganti dengan cara lain sampai gejala-gejala menghilang.
g. Penambahan berat badan
Dalam beberapa bulan pertama dapat terjadi kenaikan berat badan sampai kurang lebih 1 kilogram. Ini disebabkan oleh retensi cairan atau akibat perubahan metabolik yang terjadi. Penambahan berat badab lebih dari 4 kg harus diawasi dan bila tidak dapat diatur dengan diet, sebaiknya pil dihentikan dan diganti dengan cara lain.
h. Gangguan dalam pola perdarahan/menstruasi
Pada umumnya jumlah darah yang keluar pada waktu menstruasi akan berkurang. Kadang-kadang terjadi breakthrough bleeding atau spotting pada waktu penggnaan pil kontrasepsi. Gejala-gejala ini akan menghilang dengan sendirinya, tetapi bila masih terdapat, sebaiknya pil diganti dengan yang mengandung estrogen lebih tinggi. Harus pula disingkirkan kemungkinan-kemungkinan penyebab lainnya terutama pada akseptor yang telah lama.
Amenorrhoe atau missed (silent menstruation) dapat terjadi pada beberapa kasus. Bila terjadi selama dua siklus berturut-turut, haruslah diperiksa terhadap kemungkinan adanya kehamilan. Setelah kehamilan disingkarkan dan ternyata setelah tiga siklus, menstruasi belum juga terjadi maka sebaiknya pil kontrasepsi dihentikan sampai menstruasi kembali sperti semula. Smentara ini dianjurkan untuk memakai cara kontrasepsi yang lian.
Kadang-kadang terjadi pula amenorrhoe setelah penggunaan pil berhenti atau diikuti pula dengan galactorrhoe. Pada kasus-kasus demikian fertilitas akan kembali dengan sendirinya setelah beberapa waktu atau dapat pula diberikan clomiphen citrat. Bila dengan cara ini masih belum berhasil dapat pula dicoba dengan human menopausal gonadotrophin.

Pengaruh pil kontrasepsi terhadap keadaan tubuh lainnya, yaitu :
1. Metabolisme karbohidrat
Pil dapat menimbulkan GTT yang abnormal pada kurang lebih 40 % akseptor. Oleh karena itu penderita DM yang menggunakan pil kontrasepsi harus diawasi dengan baik.
2. Kelenjar thyroid
Oleh pengaruh estrogen dalam pil kontrasepsi akan terlihat kenaikan thyroksin binding globulin dan protein bound iodine.
3. Kesuburan setelah berhenti dengan pil kontrasepsi
Pada beberapa akseptor, ovulasi timbulnya agak terlambat, tetapi pada umumnya tidak menunjukan terlambatnya ovulasi. Induksi ovulasi dengan clomiphen bila perlu dapat dicoba.
4. Pengaruh terhadap persalinan kemudian
Kelainan kongenital tidak jelas tampak sebagai akibat penggunaan pil kontrasekpsi sebelum kehamilan. Bila terjadi kehamilan, pil kontrasepsi harus segera dihentikan. Pada beberapa penyelidikan dikemukakan kemungkinan terjadinya carcinoma vaginae pada anak di kemudian hari bila pil terus dimakan dalam keadaan hamil.
5. Pengaruh terhadap laktasi
Estrogen akan menghambat laktasi yang sudah berjalan dan memperpendek masa laktasi, tetapi dengan dosisrendah pengsruh ini dapat dikurangi. Sebaliknya mini pil yang hanya mengandung progestrogen tidak mempengaruhi laktasi.
6. Kardiovaskuler
Beberapa penyelidik terutama dari Amerika dan Inggris melaporkan bahwa thrombophlebitis disertai atau tidak disertai dengan emboli paru-paru serta thrombosis cerebral meninggi pada pemakai pil kontrasepsi. Kemungkinan ini lebih besar pada akseptor dengan umur tua obesitas dan perokok. Dinegara-negara yang sedang berkembang, kematian oleh kehamilan dan persalinan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kematian oleh thromboemboli.
7. Tumor ganas
Tidak didapatkan bukti yang nyata bahwa pil kontrasepsi menimbulkan keganasan pada alat-alat genital. Bila ditemukan keganasan, pil kontrasepsi harus segera dihentikan. Diduga pil kontrasepsi mengurangi insidens tumor mammae yang jinak. Penagruh carcinogenik pada Ca mammae belum diketahui dengan jelas. Sebagian, estrogen meberikan pengaruh yang buruk pada Ca mammae pada masa premenopause, tetapi pada masa postmenpause malah dapat menimbulkan regresi Ca mammae tersebut.
8. Icterus
Pil kontrasepsi hendaknya tidak diberikan pada wanita yang pernah menderita chronic idiopathic jaundice dan pruritus generalisata yang terjadi berulang-ulang selama kehamilan. Penderita yang pernah mengalami virus hepatitis sebaiknya tidak diberikan pil kontrasepsi, kecuali bila faal hepar telah normal kembali.
9. Hypertensi
Tensi harus diperiksa sebelum mulai mempergunakan pil kontrasepsi. Hypertensi sendiri bukan merupakan kontraindikasi absolut, tetapi pengawasan tekanan darah ahrus dilakukan lebih teliti. Bila tensi naik melebihi 160 mmHg sistolik dan 105 mmHg diastolik, harus diberikan oengobatan terhadap hypertensinya atau pil kontrasepsi lain. Gejala hypertensi sering timbul pada wanita yang sebelumnya pernah mengalami hypertensi selama kehamilan atau terdapat riwayat hypertensi dalam keluarga.
10.Depresi
Pada wanita dapat terjadi perubahan-perubahan perasaannya(mood) selama siklus menstruasi. Kadang-kadang sekali dapat terjadi suatu episode depresi pada pemakai pil kontrasepsi. Bila ini terjadi, pil kontrasepsi dapat dihentikan dan diganti dengan cara kontrasepsi yang lain.
11.Libido
Kontrasepsi dengan steroid dapat menambah libido pada wanita. Ini disebabkan pengaruh steroid tersebut dan hilangnya ketakutan untuk menjadi hamil. Biasanya frekuensi coitus menurun setelah ovulasi, tetapi dengan pil kontrasepsi perubahan ini tidak tampak. Kadang-kadang sekali terdapat wanita yang mengeluh libidonya berkurang dan dalam hal ini sebaiknya pil oral dihentikan (Sastrawinata, 2000).

E. Kontra Indikasi
Kontra indikasi dari penggunaan berbagai jenis pil KB adalah sebagai berikut :
1. Kehamilan,
2. Kecurigaan atau adanya Carcinoma mammae,
3. Adanya neoplasma yang dipengaruhi oleh estrogen,
4. Menderita penyakit thromboemboli atau varices yang luas,
5. Faal hepar yang terganggu,
6. Perdarahan per vagina yang tidak diketahui sebabnya.
Selain itu, indikasi untuk memilih pil kontrasepsi dengan dosis estrogen yang lebih tnggi (misalnya sequential), adalah :
• Siklus yang sangan tidak teratur,
• Acne,
• Depresi premenstruil.
Dalam keadaan lain seperti laktasi dan adanya riwayat keluarga dengan penyakit thromboemboli, sebaiknya dipilih mini pil (Sastrawinata, 2000).
Kontra indikasi setiap jenis pil berbeda-beda. Kontra indikasi untuk absolut pil oral kombinasi, yaitu tromboplebitis atau tromboemboli, sebelumnya dengan tromboplebitis atau tromboemboli, kelainan serebrovaskuler atau penyakit jantung koroner, diketahui atau diduga karsinoma mammae, diketahui atau diduga karsinoma endometrium, diketahui atau diduga neoplasma yang tergantung estrogen, perdarahan abnormal genitalia yang tidak diketahui penyebabnya, adenoma hepar, karsinoma atau tumor-tumor jinak hepar, diketahui atau diduga hamil, gangguan fungsi hati, serta tumor hati yang ada sebelum pemakaian pil kontrasepsi atau produk lain yang mengandung estrogen.
Kontra indikasi untuk relatif pil oral kombinasi, yaitu sakit kepala (migrain), disfungsi jantung atau ginjal, diabetes gestasional atau pre diabetes, hipertensi, depresi, varices, umur lebih 35 tahun, perokok berat, fase akut mononukleosis, penyakit sickle cell, asma, kolestasis selama kehamilan, hepatitis atau mononukleosis tahun lalu, riwayat keluarga (orang tua, saudara) yang terkena penyakit rheumatik yang fatal atau tidak fatal atau menderita DM sebelum usia 50 tahun, serta kolitis ulseratif.
Kontraindikasi pil mini, yaitu wanita yang berusia lebih tua dengan perdarahan yang tidak diketahui penyebabnya, ada riwayat kehamilan ektopik, diketahui atau dicurigai hamil melalui anamnesis, gejala atau tanda kehamilan positif, benjolan di payudara atau dicurigai kanker payudara, gangguan tromboemboli aktif (bekuan di tungkai, paru atau mata), serta ikterus, penyakit hati aktif atau tumor hati jinak atau ganas (Saifuddin, dkk. 2000).

F. Cara Penggunaan
Panduan cara penggunaan pil KB adalah sebagai berikut : (Saifuddin, 2006)
1. Pil Kombinasi
a. Petunjuk Umum
Berikut ini adalah panduan penggunaan pil kombinasi secara umum :
1. Pil kombinasi sebaiknya diminum setiap hari pada saat yang sama.
2. Pil yang pertama dimulai pada hari pertama sampai hari ke tujuh siklus haid.
3. Penggunaan pil kombinasi dianjurkan diminum pada hari pertama haid.
4. Pada kemasan 28 pil, dianjurkan mulai minum pil plasebo sesuai dengan hari yang ada pada kemasan.
5. Bila kemasan 28 pil habis, sebaiknya mulai minum pil dari kemasan yang baru.
6. Bila kemasan 21 pil habis, tunggu 1 minggu kemudian mulai minum pil dari kemasan yang baru.
7. Minum pil yang lain, apabila terjadi muntah dalam waktu 2 jam setelah meminumnya.
8. Penggunaan pil kombinasi dapat diteruskan, apabila tidak memperburuk keadaan saat terjadi muntah hebat atau diare lebih dari 24 jam.
9. Penggunaan pil apabila terjadi muntah dan diare berlangsung sampai 2 hari atau lebih sama dengan aturan minum pil lupa.
10. Tes kehamilan dilakukan apabila tidak haid.
b. Aturan Pil Lupa
Apabila lupa minum 1 pil (hari 1-21), maka setelah ingat segera minum 2 pil pada hari yang sama (tidak perlu menggunakan metode kontrasepsi lain). Apabila lupa minum 2 pil (hari 1-21), sebaiknya minum 2 pil setiap hari sampai jadual yang ditetapkan (sebaiknya menggunakan metode kontrasepsi lain atau tidak melakukan hubungan seksual sampai pil habis).

c. Petunjuk Untuk Pasien Post Partum yang Tidak Menyusui
Pil kombinasi diminum setelah 3 minggu post partum. Jika sudah 6 minggu post partum dan sudah melakukan hubungan seksual, sebaiknya menunggu haid dan gunakan metode barier.
d. Petunjuk Untuk Pasien Post Partum yang Menyusui
Petunjuk untuk pasien post partum yang menyusui sama dengan petunjuk umum dan aturan pil lupa. Sebelum menggunakan pil kombinasi, berikan konseling dan KIE pada pasien tentang berbagai metode kontrasepsi.

2. Pil Sequential
Pil ini dibuat seperti urutan hormon yang dikeluarkan ovariun pada tiap siklus. Maka berdasarkan urutan hormon tersebut, estrogen hanya diberikan selama 14–16 hari pertama diikuti oleh kombinasi progestron dan estrogen selama 5–7 hari terakhir.

3. Mini Pil atau Pil Progestin
a. Waktu Mulai Menggunakan Mini Pil atau Pil Progestin
Mini pil mulai dapat digunakan pada hari pertama sampai hari ke lima pada siklus haid (tidak memerlukan metode kontrasepsi lain) apabila:
1. Lebih dari 6 minggu pasca persalinan dan pasien telah mendapat haid.
2. Pasien sebelumnya menggunakan kontrasepsi non hormonal dan ingin ganti dengan mini pil.
3. Pasien sebelumnya menggunakan AKDR (termasuk AKDR yang mengandung hormon).
Mini pil mulai dapat digunakan setiap saat apabila :
1. Diduga tidak terjadi kehamilan.
2. Pasien mengalami amenorea (tidak haid) dan dipastikan tidak hamil (sebaiknya jangan melakukan hubungan seksual selama 2 hari atau gunakan kontrasepsi lain untuk 2 hari).
3. Menyusui antara 6 minggu dan 6 bulan pasca persalinan dan tidak haid (bila menyusui penuh, tidak memerlukan kontrasepsi tambahan).
Selain itu, mini pil dapat digunakan saat :
1. Bila sebelumnya pasien menggunakan kontrasepsi hormonal lain dan ingin ganti dengan mini pil. Pil dapat segera diberikan dan tidak perlu menunggu haid berikutnya, apabila penggunaan kontrasepsi sebelumnya digunakan dengan benar dan tidak hamil.
2. Bila sebelumnya pasien menggunakan kontrasepsi suntikan dan ingin ganti mini pil. Pil dapat diberikan pada jadual suntikan berikutnya dan tidak memerlukan metode kontrasepsi tambahan lain.
b. Cara Minum Mini Pil atau Pil Progestin
Di bawah ini merupakan petunjuk minum pil progestin atau mini pil, yaitu:
1. Mini pil diminum setiap hari pada saat yang sama sampai habis.
2. Pil pertama sebaiknya diminum pada saat hari pertama siklus haid.
3. Metode barier digunakan pada hari ke tujuh atau 4-6 minggu post partum walaupun haid belum kembali.
4. Pada pasien 9 bulan post partum sebaiknya beralih menggunakan pil kombinasi karena efektifitas mini pil mulai menurun.
5. Bila pasien muntah dalam waktu 2 jam setelah menggunakan pil, minum pil yang lain atau gunakan metode kontrasepsi lain jika akan melakukan hubungan seksual pada 48 jam berikutnya.
6. Meskipun pasien belum haid, mulai paket baru sehari setelah paket terakhir habis.
7. Bila pasien mendapat haid teratur setiap bulan dan kehilangan 1 siklus (tidak haid), atau merasa hamil, maka lakukan tes kehamilan.
8. Apabila pasien mengalami spotting atau perdarahan selama masa interval, tetap minum pil sesuai jadual (perdarahan biasa terjadi selama bulan-bulan pertama).
9. Apabila pasien mengalami kram, nyeri perut hebat atau demam maka segera periksa ke pelayanan kesehatan.
10. Sarankan pada pasien untuk menggunakan kondom ataupun spermisida selain memakai mini pil apabila kemungkinan terinfeksi penyakit menular seksual (termasuk HBV dan HIV/AIDS) atau lupa minum pil.
c. Aturan Pil Lupa
Cara minum pil-pil yang terlupa selama 7 hari pertama antara lain:
1. Bila lupa minum pil atau terlambat minum pil, segera minum pil saat ingat dan gunakan metode barier selama 48 jam.
2. Bila pasien lupa minum 1 atau 2 pil, segera minum pil yang terlupa dan gunakan metode barier sampai akhir bulan.
d. Hal yang Perlu Disampaikan pada Pasien
Informasi yang perlu disampaikan pada pasien antara lain:
1. Penggunaan mini pil akan merubah pola haid terutama 2 atau 3 bulan pertama. Pada umumnya perubahan pola haid ini hanya bersifat sementara dan tidak mengganggu kesehatan.
2. Penggunaan mini pil akan menimbulkan efek samping seperti mual, pusing, ataupun nyeri payudara.
3. Efektifitas penggunaan mini pil akan berkurang, bila pasien mengkonsumsi obat-obatan tuberkulosis ataupun epilepsi.
4. Bila beberapa bulan mengalami haid teratur kemudian terlambat haid, kemungkinan terjadi kehamilan.
5. Bila mengeluh perdarahan bercak disertai nyeri hebat pada perut, kemungkinan terjadi kehamilan ektopik.
6. Masalah penglihatan kabur, nyeri kepala hebat, kemungkinan terjadi hipertensi atau masalah vaskuler.
7. Segera ke pelayanan kesehatan apabila menjumpai masalah-masalah di atas.




BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Pil KB adalah alat kontrasepsi pencegah kehamilan atau pencegah konsepsi yang digunakan dengan cara per-oral/kontrasepsi oral.
2. Jenis-jenis dari pil KB ada 5, yaitu pil kombinasi atau combination oral contraceptive pill, minipill, pil sekuenseal, once a month pill, dan morning after pill.
3. Penggunaan pil KB jenis pil oral kombinasi
Kelemahan :
a. Mahal
b. Penggunaan pil harus diminum setiap hari
c. Perdarahan bercak dan “breakthrough bleeding”.
d. Ada interaksi dengan beberapa jenis obat (rifampisin, barbiturat, fenitoin, fenilbutason dan antibiotik tertentu).
e. Tidak mencegah penyakit menular seksual, HBV, HIV/AIDS.
Kelebihan:
a. Sangat efektif sebagai kontrasepsi.
b. Resiko terhadap kesehatan sangat baik.
c. Tidak mengganggu hubungan seksual.
d. Mudah digunakan.
e. Mudah dihentikan setiap saat.
Penggunaan Pil Mini
Kelebihan :
a. Sangat efektif apabila digunakan secara benar.
b. Tidak mempengaruhi air susu ibu.
c. Nyaman, mudah digunakan.
d. Tidak mengganggu hubungan seksual.



Kelemahan :
a. Mahal.
b. Menjadi kurang efektif bila menyusui berrkurang.
c. “Breaktfrough bleeding” perdarahan bercaak, amenorea dan haid tidak teratur.
d. Harus diminum setiap hari (bila lupa minnum maka kemungkinan hamil).
4. Efek samping dari pil KB yaitu menimbulkan gejala subjektif dan objektif, serta akan menimbulkan mual/muntah, pusing, tegang pada payudara, chloasma, kulit berminyak, jerawat, keputihan, penambahan berat badan, dan gangguan pada menstruasi,
5. Kontra indikasi dari pil KB, yaitu :
a. Kehamilan,
b. Kecurigaan atau adanya Carcinoma mammae,
c. Adanya neoplasma yang dipengaryhi oleh estrogen,
d. Menderita penyakit thromboemboli atau varices yang luas,
e. Faal hepar yang terganggu,
f. Perdarahan per vagina yang tidak diketahui sebabnya.
6. Cara penggunaan pil KB yaitu pil ditelan setiap hari secara teratur, dianjurkan agar menelan pil pada malam hari (sebelum tidur, pada saat makan malam). Bila satu pil aktif lupa, maka segera telan setelah ingat.

B. Saran
Sebaiknya pil KB diminum menjelang tidur setiap hari sehingga resiko lupa dapat diperkecil karena salah satu faktor keberhasilan dalam penggunaan pil KB adalah kedisiplinan untuk meminum pil KB.

Daftar Pustaka nya ilang g tw dmana..heheheh maaf ya...

Related Posts by Categories


Seiring dengan pertumbuhan remaja ke arah kematangan seksual yang sempurna, muncul jugalah hasrat dan dorongan untuk menyalurkan keinginan seksualnya. Hal ini merupakan sesuatu yang wajar karena secara alamiah dorongan seksual ini harus terjadi untuk menyalurkan kasih sayang antara dua insan, sebagai fungsi pengembangbiakan dan mempertahankan keturunan ( Mutadin, 2002).
2.2. Seks Bebas
2.2.1. Pengertian Seks Bebas
Manusia adalah mahkluk seksual. Seksualitas diartikan sebagai perbedaan antara laki-laki dan perempuan baik secara fisik, psikologis, dan dalam istilah-istilah perilaku :
a. Aktivitas, perasaan dan sikap yang dihubungkan sengan reproduksi, dan ;
b. Bagaimana laki-laki dan perempuan berinteraksi dalam berpasangan dan di dalam kelompok.

Dengan demikian seksualitas adalah bagaimana orang merasakan dan mengekspresikan sifat dasar dan ciri-ciri seksualnya yang khusus (Nugraha & Windy,1997).
Menurut Mutadin (2002), pengertian seksual secara umum adalah sesuatu yang berkaitan dengan alat kelamin atau hal-hal yang berhubungan dengan perkara-perkara hubungan intim antara laki-laki dengan perempuan. Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Bentuk-bentuk tingkah laku ini dapat beraneka ragam, mulai dari perasaan tertarik hingga tingkah laku berkencan, bercumbu dan bersenggama. Objek seksual dapat berupa orang, baik sejenis maupun lawan jenis, orang dalam khayalan atau diri sendiri. Dalam hal ini tingkah laku seksual diurutkan sebagai berikut:
1. Berkencan
2. Berpegangan tangan
3. Mencium pipi
Universitas Sumatera Utara
4. Berpelukan
5. Mencium bibir
6. Memegang buah dada di atas baju
7. Memegang buah dada di balik baju
8. Memegang alat kelamin di atas baju
9. Memegang alat kelamin di bawah baju
10. Melakukan senggama
Menurut Luthfie (2002), perilaku seks bebas adalah perilaku seks yang dilakukan tanpa melalui proses pernikahan yang resmi menurut hukum maupun menurut agama dan kepercayaan masing-masing individu. Menurut Akbar (1992), perilaku seksual pranikah merupakan segala bentuk perilaku atau aktivitas seksual yang dilakukan tanpa adanya ikatan perkawinan.
Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Bentuk-bentuk tingkah laku ini dapat beraneka ragam, mulai dari perasaan tertarik hingga tingkah laku berkencan, berciuman, bercumbu dan bersenggama. Objek seksual dapat berupa orang, baik sesama jenis maupun lawan jenis, orang dalam khayalan atau diri sendiri (Behrman, Kliegman & Jenson 2004).
2.2.2. Dampak seks bebas
Perilaku seks bebas pada remaja akan menimbulkan beberapa manifestasi khususnya di kalangan remaja itu sendiri. Dampak yang berkaitan dengan perilaku seks bebas ini menurut BKKBN (2008) meliputi :
a. Masalah penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS
b. Kehamilan yang tidak diinginkan
c. Dampak sosial seperti putus sekolah
d. Kanker
e. Infertilitas/kemandulan

Universitas Sumatera Utara

A. Masalah Penyakit Menular Seksual dan HIV/AIDS

Masalah penyakit menular seksual dapat menyebabkan masalah kesehatan seumur hidup,termasuk kemandulan dan rasa sakit kronis, serta meningkatkan resiko penularan HIV.
Kasus HIV/AIDS yang ditemukan dari tahun ke tahun kian meningkat. Menurut WHO (2007) jumlah penderita AIDS di dunia ada sebanyak 33.300.000 dan di asia ada sebanyak 4.900.000 kasus. Di Indonesia sendiri menurut perkiraan Depkes RI pada tahun 2002 penderita HIV/AIDS ada sebanyak 110.000 dan pada 2006 naik menjadi 193.000 dan pada tahun 2007-2008 jumlah kasus ini ditafsir menjadi 270.000 orang (Depkes RI, 2008).
AIDS merupakan penyakit yang menakutkan umat manusia oleh karena dapat dipastikan bahwa penyakit ini akan membawa kematian dan sampai sekarang belum ditemukan obatnya atau vaksin pencegahnya (Ashari, 2000).
Menurut Brook (2005), perkembangan vaksin masih sulit karena HIV cepat bermutasi, tidak diekspresi pada semua sel yang terinfeksi dan tidak tersingkirkan secara sempurna.
AIDS adalah sekumpulan gejala (sindrom) dari berbagai keadaan yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus ini akan menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dengan merusak sel-sel limfosit yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Ketika daya tahan tubuh melemah, berbagai mikroorganisme dan penyakit dapat secara beruntun menyerang tubuh penderita AIDS sehingga dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian (Komisi Penanggulangan AIDS, 2007).
Media penularan HIV dapat melalui cairan sperma, cairan vagina dan darah. Yang termasuk golongan beresiko tinggi untuk terinfeksi HIV adalah orang yang menganut seks bebas (berganti-ganti pasangan), penderita penyakit yang sering mendapat transfusi darah, bayi yang dilahirkan oleh ibu penderita HIV+/AIDS, dan pengunaan jarum suntik bersama/bergantian. Cara penularan yang paling nyata adalah melalui hubungan seksual (Zein, 2006).
Universitas Sumatera






Berikut ini adalah versi HTML dari berkas http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20846/4/Chapter%20II.pdf.
G o o g l e membuat versi HTML dari dokumen tersebut secara otomatis pada saat menelusuri web.
a. Sebagai bahan masukan bagi Desa Cempa dalam peningkatan pelayanan
klinik KB di Desa Cempa .
b. Sebagai bahan referensi bagi perpustakaan FKM-USU Medan dan penelitian
yang sejenis berikutnya
c. Dapat menambah wawasan dan kesempatan penerapan ilmu yang telah
diperoleh selama perkuliahan di FKM-USU dan juga sebagai salah satu syarat
untuk mencapai gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM)
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Defenisi Perubahan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, perubahan berasal dari kata dasar
ubah yang artinya adalah lain, beda. Imbuhan Per dan an menyatakan suatu hal dan
kondisi. Jadi perubahan adalah Kondisi yang berbeda dari keadaan semula.
Bentuk-bentuk perubahan perilaku adalah:
14
2.1.1. Perubahan Alamiah (Natural Change)
Perilaku manusia selalu berubah. Sebagian perubahan itu disebabkan karena
kejadian alamiah. Apabila dalam masyarakat sekitar terjadi suatu perubahan
lingkungan fisik atau sosial budaya dan ekonomi, maka anggota-anggota masyarakat
di dalamnya juga akan mengalami perubahan.
2.1.2. Perubahan Terencana (Planned Change)
Perubahan perilaku ini terjadi karena memang direncanakan sendiri oleh
subjeknya.
Universitas Sumatera Utara

2.1.3. Ketersediaan untuk berubah (Readiness to Change)
Apabila terjadi suatu inovasi atau program-program pembangunan di dalam
masyarakat, maka yang sering terjadi adalah sebagian orang sangat cepat untuk
menerima inovasi atau perubahan tersebut (berubah perilakunya), dan sebagian orang
lagi sangat lambat untuk menerima inovasi atau perubahan tersebut
Menurut pendapat Rogers dan Shoemaker, keputusan seseorang menerima
atau menolak inovasi, proses keputusan inovasi disebut dengan adopsi yang terdiri
dari beberapa tahap yaitu :
15
a. Tahap kesadaran, dimana seseorang mengetahui adanya ide-ide baru tetapi
kekurangan informasi mengenai hal tersebut. Sehubungan dengan masalah di atas,
pada tahap ini seseorang mengetahui adanya bermacam-macam jenis alat
kontrasepsi tapi kurang informasi mengenai kontrasepsi yang efektif.
b. Tahap menaruh minat, dimana seorang mulai menaruh minat terhadap alat
kontrasepsi dan mencari informasi yang lebih banyak mengenai alat kontrasepsi
tersebut.
c. Tahap penilaian, dimana seseorang mengadakan penilaian terhadap alat
kontrasepsi dan dihubungkan dengan situasi dirinya sendiri saat ini dan masa
mendatang dan menetukan mencobanya atau tidak.
d. Tahap percobaan, dimana seseorang menerapkan alat kontrasepsi dalam skala
kecil untuk menentukan kegunaanya apakah sesuai dengan situasi dirinya.
e. Tahap penerimaan (adopsi), dimana seseorang menggunakan alat kontrasepsi
secara tetap dalam skala yang luas
Universitas Sumatera Utara

Teori di atas akhirnya diperbaharui oleh ahlinya sendiri menjadi empat tahap yakni :
a. Pengenalan, dimana seseorang mengetahui adanya inovasi dalam hal ini adalah
alat kontrasepsi dan memperoleh beberapa pengertian tentang bagaimana inovasi
itu.
b. Persuasi, dimana seseorang membentuk sikap berkenaan atau tidak berkenaan
terhadap alat kontrasepsi.
c. Keputusan,dimana seseorang terlibat dalam kegiatan yang membawa dirinya pada
pemilihan untuk menerima atau menolak penggunaan alat kontrasepsi.
d. Konfirmasi, dimana seseorang mencari penguat bagi keputusan inovasi yang telah
dibuatnya. Pada tahap ini mungkin terjadi seseorang merubah keputusannya jika ia
memperoleh informasi yang bertentangan
2.2. Alat Kontrasepsi
19
Istilah kontrasepsi berasal dari kata kontra dan konsepsi. Kontra berarti
“melawan”, sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur yang matang
dengan sperma yang mengakibatkan kehamilan. Jadi maksud dari kontrasepsi adalah
menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat adanya pertemuan antara
sel telur dengan sperma.
Adapun Jenis-Jenis Metode Kontrasepsi adalah :
20
2.2.1. Kondom Pria
Merupakan selubung/sarung karet tipis yang dipasang pada penis sebagai
tempat penampungan air mani yang dikeluarkan pria pada saat senggama sehingga
Universitas Sumatera Utara

tidak tercurah pada vagina. Bentuknya ada dua macam, yaitu polos dan berputing.
Bentuk berputing ada kelebihannya yaitu untuk menampung sperma setelah ejakulasi.
Cara kerja kondom yaitu mencegah pertemuan ovum dan sperma atau mencegah
spermatozoa mencapai saluran genital wanita.
a. Jenis/tipe kondom laki-laki adalah :
a.1. Sebagian besar kondom terbuat dari karet lateks halus dan berbentuk silinder
bulat, umumnya panjang 15-20 cm, tebal 0,03-0,08 mm, garis tengah
sekitar 3,0-3,5 cm, dengan satu ujung buntu yang polos atau berpentil dan
dipangkal yang terbuka bertepi bulat. Namun untuk sekarang telah tersedia
dalam ukuran yang lebih besar atau lebih kecil dari standar.
a.2. Sebagai usaha untuk meningkatkan akseptabilitas, telah diperkenalkan
variasi kondom yang berpelumas, mengandung spermatiside, berwarna,
memiliki rasa, dan beraroma.
a.3. Tersedia kondom anti alergi, yang terbuat dari karet lateks dengan rendah
residu dan tidak dipralubrikasi.
a.4. Kondom yang lebih tebal dan melebihi standar, dipasarkan terutama untuk
hubungan intim per-anus pada pria homoseks untuk memberikan
perlindungan tambahan terhadap penularan HIV/AIDS
b. Keuntungan Menggunakan Kondom laki-laki adalah :
b.1. Murah dan dapat dibeli secara umum
b.2. Tidak ada persyaratan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan
b.3. Tidak memerlukan pengawasan khusus dari tenaga kesehatan
Universitas Sumatera Utara

b.4. Mudah cara pemakaiannya
b.5. Tingkat proteksi yang cukup tinggi terhadap infeksi menular seksual
(PMS)
b.6. Efektif jika digunakan secara benar dan konsisten
b.7. Tidak mengganggu produksi
c. Indikasi
Semua pasangan usia subur yang ingin berhubungan sekual dan belum
menginginkan kehamilan
d. Kontra Indikasi penggunaan kondom laki-laki adalah
d.1. Apabila secara psikologis pasangan tidak dapat menerima metoda ini
d.2. Malformasi penis
d.3. Apabila salah satu dari pasangan alergi terhadap karet lateks
e. Efek samping penggunan kondom laki-laki adalah :
Kecewa karena gagal (bocor) dan alergi (namun jarang terjadi)
f. Cara penaggulangan:
f.1. Jika bocor ganti kondom dengan kualitas yang lebih baik
f.2. Anjurkan cara pemakaian yang benar
f.3. Ganti cara/metode kontrasepsi yang lain
2.2.2. Kondom Wanita
Universitas Sumatera Utara

Kondom untuk wanita adalah suatu sarung poliuretan dengan panjang 15 cm
dan garis tengah 7 cm yang ujungnya terbuka melekat ke suatu cincin poliuretan
lentur. Cincin poliuretan ini berfungsi sebagai alat untuk memasang dan melekatkan
kondom di vagina. Kondom wanita mengandung pelumas berbahan dasar silikon dan
tidak memerlukan pelumas spermisida serta hanya sekali pakai. Efektifitas dari
penggunaan kondom ini menunjukkan sama dengan efektifitas dari penggunaan
diafragma.
a. Indikasi penggunaan kondom wanita adalah:
a.1. Apabila pasangan menghendaki pihak wanita yang menggunakan metode
barier reversible sebagai kontrasepsi
a.2. Untuk perlindungan maksimum terhadap infeksi menular seksual(IMS)
b. Keuntungan penggunaan kondom wanita adalah:
b.1. Memberikan perlindungan yang tinggi terhadap infeksi menular seksual
(IMS)
b.2. Tidak mengganggu produksi
b.3. Efektif jika digunakan secara benar dan konsisten
b.4. Bagi pasangan pria, penurunan kenikmatan seks lebih kecil dibandingkan
kondom laki-laki
c. Kekurangan penggunaan kondom wanita adalah :
c.1. Kenikmatan bisa terganggu karena timbul suara gemerisik saat
berhubungan intim
c.2. Penampilan kurang menarik
Universitas Sumatera Utara

c.3. Pada awal menggunakan alat ini, proses pemasangannya agak sulit
c.4. Kadang-kadang dapat terdorong seluruhnya ke dalam vagina
c.5. Harganya masih mahal
2.2.3. PIL KB
Pil KB adalah suatu cara kontrasepsi untuk wanita yang berbentuk pil atau
tablet di dalam strip yang berisi gabungan hormon estrogen dan progesteron atau
yang hanya terdiri dari hormon progesteron saja. Kebijaksanaan penggunaan pil
diarahkan terhadap pemakaian pil dosis rendah, tetapi meskipun demikian pil dosis
tinggi masih disediakan terutama untuk membina peserta KB lama yang
menggunakan dosis tinggi.
a. Jenis-jenis tablet menurut kandungan hormon estrogennya
a.1. Tablet dosis tinggi (High Dose): Berisi 50 mcg.
Adalah tablet yang mengandung estrogen 50-150 mcg dan progesterone 1-
10 mg. yang termasuk jenis ini adalah :
a.1.1. Tablet KB Noriday (dari Population Council)
a.1.2. Tablet KB Ovostat (PT Organon)
a.2. Pil dosis rendah (low dose) : berisi 30 mcg
Adalah pil yang mengandung 30-50 mcg estrogen dan kurang dari 1 mg
progesterone. Yang termasuk dalam jenis ini adalah :
Universitas Sumatera Utara

a.2.1. Pil KB Microgynon 30 (PT Schering) atau kimia farma Lisensi
Schering.
a.2.2. Pil KB Marvelon (PT organon)
a.3. Pil Mini
Adalah pil yang mengandung hormon progesteron kurang dari 1 mg. yang
termasuk dalam jenis ini adalah Pil KB Exluton.
b. Cara kerja Pil Kontrasepsi
b.1. Menekan ovulasi yang akan mencegah lepasnya sel telur dari indung
telur.
b.2. Mengendalikan lendir mulut rahim menjadi lebih kental sehingga sel
mani atau sperma sukar dapat masuk ke dalam rahim
b.3. Menipiskan lapisan endometrium
c. Efektifitas :
Efektifitas pemakaian pil sangat tinggi ini tergantung pada disiplin pemakai.
Kegagalan teoritis lebih dari 0,35%, tetapi dalam praktek berkisar 1-8% untuk pil
kombinasi , 3-10% untuk pil mini.
d. Keuntungan :
d.1. Reversibilitasnya atau kembalinya kesuburan tinggi
d.2. Mudah menggunakannya
d.3. Mengurangi rasa sakit pada waktu menstruasi
Universitas Sumatera Utara

d.4. Mencegah anemia defesiensi zat besi
d.5. Mengurangi kemungkinan infeksi panggul dan kehamilan ektopik
d.6. Mengurangi resiko kanker ovarium
d.7. Cocok sekali digunakan untuk menunda kehamilan pertama dari PUS muda
d.8. Tidak mempengaruhi produksi ASI pada pil yang mengandung
progesterone antara lain exluton/mini pil
d.9. Tidak mengganggu hubungan seksual
e. Kerugian
e.1. Memerlukan disiplin dari pemakai
e.2. Dapat mengurangi ASI pada pil yang mengandung estrogen
e.3. Dapat meningkatkan resiko infeksi klamidia
e.4. Nyeri payudara
e.5. Berhenti haid, tapi pada penggunaan pil kombinasi jarang terjadi
e.6. Mual, terutama pada 3 bulan pertama pemakaian
e.7. Dapat meningkatkan tekanan darah
e.8. Tidak dianjurkan pada wanita yang berumur diatas 30 tahun karena akan
mempengaruhi keseimbangan metabolisme tubuh.
f. Indikasi
f.1. Siklus haid tidak teratur
f.2. Usia subur
f.3. Telah mempunyai anak atau yang belum mempunyai anak
f.4. Anemia karena haid yang berlebihan
Universitas Sumatera Utara

f.5. Nyeri haid yang hebat
g. Kontra Indikasi
g.1. Menyusui, kecuali pil mini
g.2. Pernah sakit jantung
g.3. Tumor/keganasan
g.4. Kelainan Jantung, varises dan darah tinggi
g.5. Perdarahan pervagina (perdarahan melalui liang senggama, kecuali tidak
diketahui penyebabnya)
g.6. Migraine (sakit kepala yang hebat)
g.7. Penyakit Hepatitis
h. Efek Samping
h.1. Perdarahan Pervagina/Spotting
h.2. Tekanan darah meningkat
h.3. Perubahan berat badan
h.4. Kloasama
h.5. Tromboemboli
h.6. Air susu berkurang
h.7. Rambut rontok
h.8. Varises
h.9. Perubahan libido
h.10. Depresi
h.11. Pusing dan sakit kepala
Universitas Sumatera Utara

2.2.4. Suntikan KB
a. Jenis Suntik KB
Terdapat dua jenis kontrasepsi hormon suntikan KB. Jenis yang beredar
di Indonesia adalah :
a.1. Yang mengandung hormon progesteron yaitu :
a.1.1. Depo Provero 150 mg
a.1.2. Depo Progestin 150 mg
a.1.3. Depo Geston 150 mg
a.1.4. Noristerat 200 mg
a.2. Yang mengandung 25 mg Medroxy progesteron acetate dan 5 mg
estradiol cypionate yaitu Cyclofem
b. Cara kerja suntik KB
b.1. Mencegah lepasnya sel telur dari indung telur wanita
b.2. Mengentalkan lender mulut rahim, sehingga menghambat
spermatozoa (sel mani) masuk ke dalam tahim
b.3. Menipiskan endometrium, sehingga tidak siap untuk kehamilan
c. Efektifitas : efektifitas sangat tinggi, kegagalan kurang dari 1%
d. Keuntungan suntik KB :
d.1. Praktis, efektif dan aman
d.2. Tidak mempengaruhi ASI, cocok digunakan untuk ibu menyusui
d.3. Dapat menurunkan kemungkinan anemia
Universitas Sumatera Utara

e. Kontra Indikasi suntik KB
e.1. Tersangka hamil
e.2. Perdarahan akibat kelainan ginekologi atau (perdarahan dari liang
senggama) yang tidak dketahui penyebabnya
e.3. Adanya tanda-tanda tumor/keganasan
e.4. Adanya riwayat penyakit jantung, hati, tekanan darah tinggi,
kencing manis (penyakit metabolisme paru berat)
f. Efek Samping pengunaan suntik KB
f.1. Gangguan haid
f.2. Depresi
f.3. Keputihan
f.4. Jerawat
f.5. Perubahan Libido
f.6. Perubahan berat badan
f.7. Pusing dan sakit kepala
f.8. Hematoma
f.9. Infeksi dan abses : akibatkan pemakaian jarum suntik yang tidak
suci hama/steril
2.2.5. Implant (Alat Kontrasepsi Bawah Kulit)
Implant adalah alat kontrasepsi yang disusupkan di bawah kulit
a. Cara Kerja Implant
Universitas Sumatera Utara

Dengan disusupkannya kapsul silastik implant di bawah kulit, maka
setiap hari dilepaskan secara tetap sejumlah levonorgestrel ke dalam darah
melalui proses difusi dari kapsul-kapsul yang terbuat dari bahan silasik
tersebut.
Besar kecilnya levonorgestrel tergantung besara kecilnya permukaan
kapsul silastik dan ketebalan dari dinding tersebut. Satu sel implant yang
terdiri dari 2,4 atau 6 kapsul dapat bekerja secara efektif selama lima tahun
b. Cara Kerja Dalam Mencegah Kehamilan
Dengan dilepaskannya hormon levonorgestrel secara konstan dan
kontiniu maka cara kerja implant dalam mencegah kehamilan pada dasarnya
hampir sama dengan pil dan suntik terdiri dari 3 mekanisme dasar yaitu :
b.1. Menghambat terjadinya ovulasi
b.2. Menyebabkan endometrium tidak siap untuk nidasi
b.3. Mempertebal lendir laspisan endometrium
c. Efektifitas
Efektifitas penggunaan implant sangat tinggi, kegagalan teoritisnya
adalah 0,2%, sedangkan dalam prakteknya 1-3%
d. Keuntungan Implant
d.1. Tidak menekan produksi ASI
d.2. Praktis, efektif
d.3. Tidak ada faktor lupa
d.4. Masa pakai jangka panjang (5 tahun)
Universitas Sumatera Utara

d.5. Membantu mencegah anemia
d.6. Kasiat kontrasepsi susuk berakhir segera setelah pengangkatan
implant
f. Kekurangan Implant
f.1. Implant harus dipasang dan diangkat oleh petugas kesehatan yang
terlatih
f.2. Implant lebih mahal daripada pil KB atau suntikan dan cara KB
jangka pendek lainnya.
f.3. Implant sering mengubah pola haid
f.4. Wanita tidak dapat menghentikan pemakaiannya sendiri
f.5. Beberapa wanita mungkin enggan menggunakan cara yang belum
dikenalnya
f.6. Susuk mungkin dapat terlihat di bawah kulit.
g. Kontra Indikasi
g.1. Hamil atau diduga hamil
g.2. Perdarahan melalui vagina yang tidak diketahui sebabnya
g.3. Tumor /keganasan
g.4. Penyakit jantung,kelainan haid,darah tinggi, kencing manis.
h. Efek Samping
h.1. Gangguan haid
h.2. Depresi
h.3. Keputihan
Universitas Sumatera Utara

h.4. Jerawat
h.5. Perubahan Libido
h.6. Perubahan berat badan
h.7. Hematoma
h.8. Infeksi
2.2.6. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
AKDR adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim yang
bentuknya bermacam-macam, terdiri dari plastic (polyethylene). Ada yang
dililit tembaga , ada yang dililit tembaga bercampur , dan yang berisi hormon
progesterone.
a. Jenis-jenis AKDR
a.1. AKDR generasi pertama : disebut Lippesloop, berbentuk spiral atau
huruf S ganda, terbuat dari plastik
a.2. AKDR generasi kedua ;
a.2.1. Cu T 200 B; berbentuk T yang batangnya dililit tembaga
dengan kandungan tembaga
a.2.2. Cu 7; berbentuk angka 7 yang batangnya dililit tembaga
a.2.3. ML Cu 250; berbentuk 3/3 lingkaran yang batangnya dililit
tembaga
Universitas Sumatera Utara

a.3. AKDR generasi ketiga :
a.3.1. CU T. 380 A: berbentuk huruf T dengan lilian tembaga
yang lebih banyak dan perak
a.3.2. Ml Cu 375 batangnya dililit tembaga berlapis perak
a.3.3. Nova T.Cu 200 A; batang dan lengannya dililit tembaga
a.4. AKDR generasi keempat
Ginefix, merupakan AKDR tanpa rangka, terdiri dari benang
polipropilen monofilament dengan enam butir tembaga
b. Cara kerja AKDR
b.1. Meninggikan getaran saluran telur sehingga pada waktu blastokista
sampai ke rahim, endometrium belum siap untuk menerima nidasi
hasil konsepsi
b.2. Menimbulkan reaksi mikro infeksi, sehingga terjadi penumpukan
sel darah putih, yang melarutkan blastokista
b.3. Lilitan logam menyebabkan reaksi anti fertilitas
c. Efektifitas AKDR
Efektifitas AKDR tinggi, angka kegagalan berkisar 1%
d. Keuntungan AKDR
d.1. Praktis, ekonomis mudah dikontrol, aman untuk jangka panjang dan
kembalinya masa kesuburan cukup tinggi
d.2. Tidak dipengaruhi faktor lupa seperti pil
Universitas Sumatera Utara

e. Indikasi Pemakaian AKDR
Merupakan cara KB efektif terpilih yang sangat di prioritaskan
pemakaiannya pada ibu dalam fase menjarangkan kehamilan dan
mengakhiri kesuburan serta menunda kehamilan, dengan jenis AKDR
mini.
g. Kontra Indikasi
g.1. Kehamilan
g.2. Gangguan perdarahan yang tidak diketahui sebabnya
g.3. Peradangan pada alat kelamin, endometrium dan pngkal panggul
g.4. Kecurigaan tumor ganas di alat kelamin
g.5. Tumor jinak rahim dan kelainan bawaan rahim
h. Efek samping penggunaan AKDR
Perdarahan dari liang vagina di luar haid
h.1. Keputihan
h.2. Ekspulsi
h.3. Nyeri
h.4. Infeksi
h.5. Translokasi
2.2.7. Vasektomi
Universitas Sumatera Utara

Vasektomi merupakan operasi kecil yang dilakukan untuk menghalangi
keluarnya sperma dengan cara mengikat dan memotong saluran mani (vas
defferent) sehingga sel sperma tidak keluar pada saat senggama
a. Keuntungan vasektomi
a.1. Tidak ada mortalitas
a.2. Morbiditas kecil sekali
a.3. Pasien tak perlu dirawat di RS
a.4. Dilakukan dengan anestesi local/pembiusan setempat dan hanya
berlangsung kurang lebih 15 menit
a.5. Efektif, karena dapat dicek kepastiannya di laboratorium
a.6. Tidak mengganggu hubungan seks selanjutnya
b. Kerugian vasektomi
b.1. Harus dengan tindakan pembedahan
b.2. Masih adanya keluhan seperti kemungkinan perdarahan dan infeksi
b.3. Harus menunggu sampai hasil pemeriksaan sperma 0 dalam
beberapa bebas agar tidak terjadi kehamilan
b.4. Tidak dapat dilakukan pada orang yang masih ingin mempunyai
anak lagi
c. Indikasi vasektomi
c.1. Harus secara sukarela
c.2. Mendapat persetujuan isteri
c.3. Jumlah anak cukup
Universitas Sumatera Utara

c.4. Mengetahui akibat-akibat vasektomi
c.5. Umur calon tidak kurang dari 30 tahun
c.6. Pasangan suami isteri telah mempunyai anak minimal 2 orang, dan
anak paling kecil harus sudah berumur diatas 2 tahun
d. Kontra Indikasi
d.1. Apabila ada peradangan kulit atau penyakit jamur di daerah
skrotum
d.2. Apabila ada tanda-tanda orchitis/epididimis
d.3. Apabila menderita DM yang tidak terkontrol
d.4. Apabila menderita kelainan pembekuan darah
e. Komplikasi
Komplikasi atau gangguan yang mungkin timbul pasca vasekomi antara
lain :
e.1. Perdarahan
e.2. Hematoma
e.3. Infeksi bisa terjadi pada kulit, epididimis atau orkitis
e.4. Granuloma sperma
2.2.8. Tubektomi
Tubektomi adalah suatu kontrasepsi permanent untuk mencegah keluarnya
ovum dengan cara tindakan mengikat dan atau memotong pada kedua saluran tuba.
Universitas Sumatera Utara

Dengan demikian maka ovum yang matang tidak akan bertemu dengan sperma
karena adanya hambatan pada tuba.
Operasi dapat dilakukan segera setelah melahirkan,setelah abortus, dalam
masa interval, bersamaan dengan operasi sesar atau pada saat operasi besar lain yang
membuka perut.
a. Keuntungan Tubektomi
a.1. Tekniknya mudah, sehingga dapat dilakukan oleh dokter umum
a.2. Perlengkapan dan peralatan bedah sederhana
a.3. Dapat dilakukan di RS kecil atau di Puskesmas
a.4. Dapat dilakukan pada pasca persalinan, pasca keguguran dan masa
interval
a.5. Dapat dilakukan dengan anestesi local
a.6. Luka pembedahan dapat diperlebar jika diperlukan
a.7. Kegagalan teknik sangat rendah dan keberhasilan hampir 100%
a.8. Sebagai tekhnik pengganti jika teknik laparaskopik atau kuldoskopi
gagal
a.9. Waktu pembedahan singkat, biaya relatif murah
a.10. Prosedur dapat dilakukan tanpa dirawat
a.11. Masa penyembuhan pasca beda singkat
b. Komplikasi Tubektomi
b.1. Perdarahan di daerah tuba
Universitas Sumatera Utara

b.2. Perdarahan karena perlukaan pembuluh darah besar
b.3. Perporasi usus
b.4. Emboli udara
b.5. Perforasi rahim
2.3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perubahan Penggunaan Alat
Kontrasepsi
2.3.1. Pengetahuan
Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan itu terjadi setelah orang
melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui
panca indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. Sebagian besar
pengetahuan manusia diperoleh melalui pendidikan, pengalaman sendiri, pengalaman
orang lain, media massa maupun lingkungan. Pengetahuan atau kognitif merupakan
domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (Notoatmojo.S,
2003).
13
Menurut Bloom (1908) yang terdapat dalam buku Notoatmodjo (2003),
pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan yaitu :
13
i. Tahu (Know)
Tahu artinya sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari
sebelumnya. Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah
mengingat kembali (recall) sesuatu yang spesifik dan seluruh bahan yang
Universitas Sumatera Utara

dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh itu tahu ini
merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah
ii. Memahami (Comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara
benar objek yang diketahui, dan dapat menginterpretasikan materi tersebut
secara benar. Orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus
dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan dan
sebagaimana terhadap objek yang dipelajari
iii. Aplikasi (Aflication)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang
telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya.
iv. Analisis (Analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau sesuatu
objek ke dalam komponen-komponen, tetapi masih dalam satu struktur
organisasi, dan masih ada kaitannya satu sama lain.
v. Sintesis (Synthesis)
Sintesis menunjukkan pada suatu kemampuan untuk meletakkan atau
menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang
baru.
Dengan kata lain sintesis adalah kemampuan untuk menyusun formasi
baru dari formulasi-formulasi yang ada.
Universitas Sumatera Utara

2.3.2. Umur
Masa kehamilan reproduksi wanita pada dasarnya dapat dibagi dalam tiga
periode, yakni kurun reproduksi muda (15-19 tahun), kurun reproduksi sehat (20-35
tahun ), dan kurun reproduksi tua (36-45 tahun). Pembagian ini didasarkan atas data
epidemiologi bahwa resiko kehamilan dan persalinan baik bagi ibu maupun bagi anak
lebih tinggi pada usia kurang dari 20 tahun, paling rendah pada usia 20-35 tahun dan
meningkat lagi secara tajam setelah lebih dari 35 tahun. Jenis kontrasepsi yang
sebaiknya dipakai disesuaikan dengan tahap masa reproduksi tersebut.
16
Sesuai dengan pendapat Notoatmodjo (2003) yang mengatakan bahwa umur
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku seseorang termasuk dalam
pemakaian alat kontrasepsi. Mereka yang berumur tua mempunyai peluang lebih
kecil untuk menggunakan alat kontrasepsi dibandingkan dengan yang muda.
14
2.3.3. Pendidikan
Pendidikan secara umum adalah segala upaya yang direncanakan untuk
mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok atau masyarakat sehingga mereka
melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan. Sedangkan pendidikan
kesehatan adalah suatu bentuk intervensi yang ditujukan kepada pelaku agar pelaku
tersebut kondusif untuk kesehatan. Secara operasional pendidikan kesehatan adalah
semua kejadian yang memberikan atau meningkatkan pengaruh sikap dan praktek
masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri.
15
Universitas Sumatera Utara

Menurut teori perubahan sosial dan kebudayaan variabel pendidikan
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi jalannya proses perubahan.
Sebagaimana dikatakan Soerjono Soekamto 2006, “Pendidikan memberikan suatu
nilai-nilai tertentu bagi manusia, terutama dalam membuka pikiran, serta menerima
hal-hal baru, serta bagaimana caranya untuk berpikir secara ilmiah. Pendidikan
mengajarkan manusia berpikir secara objektif, hal mana akan dapat memberikan
kemampuan baginya untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya akan dapat
memenuhi kebutuhan-kebutuhannya atau tidak. Dari sini dapat disimpulkan bahwa
tinggi rendahnya tingkat pendidikan mempunyai pengaruh bagi pemilihan alat
kontrasepsi.
17
Penelitian Nerseri dkk (1991) menunjukkan bahwa ada hubungan aspek
pendidikan dengan perubahan pemakaian jenis alat kontrasepsi.
23
2.3.4. Pekerjaan
Pekerjaan adalah suatu kegiatan atau aktifitas seorang untuk memperoleh
penghasilan, guna memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Dimana pekerjaan
tersebut sangat erat dengan kehidupan sehari-hari dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Dalam hal ini pekerjaan tersebut dapat mempengaruhi PUS untuk menggunakan alat
kontrasepsi .
15
Pekerjaan sangat mempengaruhi tingkat ekonomi, dalam prakteknya sangat nyata
dalam mempengaruhi perilaku masyarakat dalam kesehatan reproduksi. Hal ini
tampak nyata khususnya pada saat terjadinya krisis moneter di Indonesia yang
Universitas Sumatera Utara

kemudian menjadi krisis multi-dimensi yang berkepanjangan hingga saat ini. Krisis
moneter secara nyata berpengaruh pada rendahnya daya beli masyarakat terhadap
kebutuhan pokok pangan. Ironisnya, selain mahal, alat kontrasepsi menjadi langka.
21
Menurut The ford Foundation (2002) dalam Yustina memperlihatkan bahwa
mahal dan langkanya alat kontrasepsi berdampak pada perilaku hubungan seksual
suami istiri petani di pedesaan. Disisi lain, akibat ketidakmampuan menyisihkan
sebagian pendapatannya yang relatif minim untuk membeli alat kontrasepsi, banyak
para ibu yang terpaksa menerima kehamilannya. Di tingkat makro, kondisi tersebut
secara agregatif diperhitungkan akan berdampak pada kenaikan jumlah penduduk.
2.3.5. Nilai Anak Dalam Keluarga.
18
Tidak dapat dipungkiri bahwa anak mempunyai nilai tertentu bagi orang tua.
Anak yang diibaratkan sebagai titipan Tuhan bagi orang tua memiliki nilai tertentu
serta menuntut dipenuhinya beberapa konsekuensi atas kehadirannya. Latar belakang
sosial yang berbeda tingkat pendidikan, kesehatan, adat istiadat atau kebudayaan
suatu kelompok sosial serta penghasilan atau mata pencaharian yang berlainan,
menyebabkan pandangan yang berbeda mengenai anak.
Anak memiliki nilai universal namun nilai anak tersebut sangat dipengaruhi
oleh faktor sosio kultural dan lain-lain. Yang dimaksud dengan persepsi nilai anak
oleh orang tua adalah merupakan tanggapan dalam memahami adanya anak, yang
berwujud suatu pendapat untuk memiliki diantara pilihan-pilihan yang berorientasi
pada suatu hal yang pada dasarnya terbuka dalam situasi yang datangnya dari luar.
Universitas Sumatera Utara

Pandangan orang tua mengenai nilai anak dan jumlah anak dalam keluarga dapat
merupakan hambatan bagi keberhasilan program KB.
Di daerah pedesaan anak mempunyai nilai yang tinggi bagi keluarga. Anak
dapat memberikan kebahagiaan kepada orang tuanya selain itu akan merupakan
jaminan di hari tua dan dapat membantu ekonomi keluarga, banyak masyarakat di
desa di Indonesia yang berpandangan bahwa banyak anak banyak rejeki. Dari
penelitian Mohamad Koesnoe di daerah Tengger, petani yang mempunyai tanah luas
akan mencari anak angkat sebagai tambahan tenaga kerja. Studi lain yang dilakukan
oleh proyek VOC (Value Of Children) menemukan bahwa keluarga-keluarga yang
tinggal di pedesaan Taiwan, Philipina, Thailand mempunyai anak yang banyak
dengan alasan bahwa anak memberikan keuntungan ekonomi dan rasa aman bagi
keluarganya.
Secara umum disimpulkan bahwa orang tua di desa lebih menitikberatkan
manfaat ekonomi dan kegunaan praktis (termasuk tunjangan hari tua) dari anak-anak,
sedangkan orang tua di kota (terutama yang berpendidikan tinggi) menekankan aspek
emosional dan psikologisnya. Pada negara berkembang didaerah pedesaan beban
ekonomi biasanya jauh lebih rendah bila anak tidak sekolah. Pada usia yang sangat
dini anak mulai dapat menyokong penghasilan keluarga dengan bekerja di sawah,
mengembala ternak dan mengerjakan pekerjaan lain. Dengan bertambahnya usia
orang tua anak-anak dapat memberikan bantuan ekonomi, mungkin dengan bekerja
disawah milik orang tua. Cadwell (1979) mengatakan hal ini dengan cara lain yaitu di
negara maju, kekayaan mengalir dari orang tua ke anak, sedangkan negara
Universitas Sumatera Utara

berkembang sebaliknya kekayaan mengalir dari anak ke orang tua. Jika anak
merupakan sumber utama jaminan ekonomi maka masyarakat tersebut akan
mengalami fertilitas yang tinggi.
Masri Singmimbun (1974) melakukan penelitian pada penduduk di sekitar
Yogyakarta menunjukkan bahwa jumlah anak yang dianggap ideal 4 dan 5 orang
anak. Motivasi untuk mempunyai jumlah anak yang sedikit dan nilai-nilai tentang
anak merupakan aspek yang penting. Kadang-kadang jumlah anak yang diinginkan
lebih besar daripada jumlah anak yang mampu dirawat dengan baik
2.3.6. Kualitas Pelayanan KB
Menurut Gunawan dalam Ida Yustina (2007) Pelayanan Kesehatan
merupakan hubungan antara klien yang memerlukan layanan kesehatan (pasien) dan
professional sebagai pemberi layanan. Adapun akses terhadap pelayanan kesehatan
antara lain meliputi keterjangkauan lokasi tempat pelayanan, jenis dan kualitas
pelayanan yang tersedia, serta keterjangkauan terhadap informasi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi alasan pemilihan metode kontrasepsi
diantaranya adalah tingkat ekonomi, pekerjaan dan tersedianya layanan kesehatan
yang terjangkau. Adanya keterkaitan pendapatan dengan kemampuan membayar jelas
berhubungan dengan masalah ekonomi, sedangkan kemampuan membayar bisa
Universitas Sumatera Utara

tergantung variabel non ekonomi dalam hal selera atau persepsi individu terhadap
suatu barang dan jasa.
21
Ketersediaan alat kontrasepsi terwujud dalam bentuk fisik, tersedia atau
tidaknya fasilitas atau sarana kesehatan (tempat pelayanan kontrasepsi). Untuk dapat
digunakan, pertama kali suatu metode kontrasepsi harus tersedia dan mudah didapat.
Promosi metode tersebut melalui media, melalui kontak langsung oleh petugas
program KB, oleh dokter dan sebagainya, dapat meningkatkan secara nyata pemilihan
metode kontrasepsi.
8
Menurut Penelitian Hutauruk (2006) terdapat hubungan antara Kualitas
pelayanan KB, yang terdiri dari ketersediaan pelayanan KB, Ketercapaian pelayanan
KB, Keterjangkauan Pelayanan KB dengan utilitas pelayanan KB.
22
BAB 3
KERANGKA KONSEP
3.1. Kerangka Konsep
Dari teori dan beberapa penelitian terdahulu di susun kerangka teori yang
merupakan alur pikir peneliti, faktor-faktor yang berhubungan dengan perubahan
penggunaan metode alat kontrasepsi seperti terlihat di bawah ini :
Faktor Independen
Faktor Dependen
Perubahan Metode Alat
Kontrasepsi
1. Umur
2. Umur Menikah
3. Pendidikan
4. Pekerjaan
5. Pengetahuan
6. Jumlah anak
7. Persepsi Tentang Nilai
Anak
8. Ketersediaan Alat
Kontrasepsi
9. Keterjangkauan biaya
pelayanan KB
Universitas Sumatera Utara






Relate Posts



0 komentar:

Poskan Komentar

>